Pemerintah jadikan PPKM sebagai instrumen perlindungan saat kasus naik

Elshinta
Jumat, 23 September 2022 - 13:41 WIB |
Pemerintah jadikan PPKM sebagai instrumen perlindungan saat kasus naik
Arsip Foto. Pengendara sepeda motor melintas di depan mural kampanye pemakaian masker untuk mencegah penularan COVID-19 di Cireunde, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (15/2/2022). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc)

Elshinta.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pemerintah menjadikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai salah satu instrumen untuk melindungi masyarakat saat kasus penularan COVID-19 meningkat.

"PPKM merupakan kebijakan yang menjaga masyarakat apabila ke depannya terjadi kembali lonjakan kasus," kata Wiku saat dimintai konfirmasi di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan bahwa pemerintah menerapkan level PPKM sesuai kondisi penularan COVID-19 di setiap daerah. Pemerintah menerapkan kebijakan itu secara konsisten sejak awal pandemi pada Maret 2020 hingga sekarang.

Pemerintah Indonesia, Wiku mengatakan, tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kewaspadaan dalam menghadapi penularan virus corona tipe SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Pemerintah masih menerapkan PPKM. Peraturan mengenai PPKM yang baru tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2022 tentang PPKM di Jawa-Bali serta Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2022 tentang PPKM di luar Jawa-Bali yang berlaku hingga 3 Oktober 2022.

Seluruh daerah di Indonesia masih berstatus PPKM Level 1. Perpanjangan PPKM dilakukan berdasarkan masukan dari para ahli, antara lain dengan mempertimbangkan positivity rate COVID-19 masih di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia, yakni lima persen dari populasi.

Menurut hasil analisa Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI per 20 September 2022, kasus positif COVID-19 dalam dua pekan terakhir secara nasional menurun dari 3.463 menjadi 2.244 kasus dan jumlah kasus aktif turun dari 42.439 menjadi 27.972 kasus.

Selama kurun itu, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat menurun dari 3.786 menjadi 3.313 orang, persentase pasien yang meninggal
turun dari 2,47 menjadi 2,46 persen, dan tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien COVID-19 di rumah sakit turun dari 5,94 persen menjadi 5,32 persen.

Secara terpisah, Direktur Pasca-Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan bahwa yang perlu dijamin selama masa transisi dari pandemi menuju endemi yaitu meminimalisasi sirkulasi virus SARS-CoV-2, utamanya pada kelompok risiko tinggi, serta pencegahan penularan penyakit dan penanganan pasien, termasuk penanganan efek jangka panjang COVID-19.

"Kalau memang pandemi COVID-19 akan dinyatakan selesai, katakanlah dalam beberapa bulan ke depan, maka virusnya masih akan ada di komunitas, walaupun tidak menimbulkan dampak berarti," katanya.

"Walaupun pandemi selesai nantinya, maka kewaspadaan kesehatan tetap harus dilakukan," ia menambahkan.

Tjandra juga mengemukakan perlunya pengintensifan upaya pencegahan, pemeriksaan, vaksinasi, dan penanganan kasus infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
 7 warga terjangkit DBD, Pemdes Colo Kudus lakukan fogging
Kamis, 29 September 2022 - 19:48 WIB

7 warga terjangkit DBD, Pemdes Colo Kudus lakukan fogging

Elshinta.com, Maraknya kasus demam berdarah dengue (DBD) didesa Colo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus ...
Bio Farma awali ekspor IndoVac dengan mendonasikan vaksin
Kamis, 29 September 2022 - 17:59 WIB

Bio Farma awali ekspor IndoVac dengan mendonasikan vaksin

Elshinta.com, Perusahaan BUMN di bidang farmasi PT Bio Farma (Persero) mengawali tahapan ekspor vaks...
Petani dan nelayan bangkit perkuat Lampung sebagai lumbung pangan
Kamis, 29 September 2022 - 17:47 WIB

Petani dan nelayan bangkit perkuat Lampung sebagai lumbung pangan

Elshinta.com, Menjaga produktivitas lahan pertanian dan hasil perikanan menjadi tugas penting yang h...
Kelompok Tani Sidrap: Produksi naik karena program Mandiri Benih Padi
Kamis, 29 September 2022 - 17:35 WIB

Kelompok Tani Sidrap: Produksi naik karena program Mandiri Benih Padi

Elshinta.com, Kelompok Tani Sejahtera di Desa Passeno, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, Provinsi...
Kementerian BUMN pastikan BUMN rugi tidak dapat PMN
Kamis, 29 September 2022 - 17:23 WIB

Kementerian BUMN pastikan BUMN rugi tidak dapat PMN

Elshinta.com, Staf Khusus (Stafsus) BUMN Arya Sinulingga memastikan BUMN yang rugi tidak akan mendap...
KLHK: Skema multi usaha tak berdampak buruk bagi kondisi hutan
Kamis, 29 September 2022 - 17:11 WIB

KLHK: Skema multi usaha tak berdampak buruk bagi kondisi hutan

Elshinta.com, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memasti...
Ketua IAGI: Konsep green city tepat diterapkan di IKN
Kamis, 29 September 2022 - 17:06 WIB

Ketua IAGI: Konsep green city tepat diterapkan di IKN

Elshinta.com, Konsep greencity yang akan dibangun di kawasan IKN sangat mungkin diterapkan.
Pekalongan optimalkan Jogo Kali antisipasi penumpukan sampah di sungai
Kamis, 29 September 2022 - 16:59 WIB

Pekalongan optimalkan Jogo Kali antisipasi penumpukan sampah di sungai

Elshinta.com, Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terus mengoptimalkan tim `Jogo Kali` guna men...
Kabuparen Luwu Utara usulkan bantuan 20 desa KAT ke Kemensos
Kamis, 29 September 2022 - 16:47 WIB

Kabuparen Luwu Utara usulkan bantuan 20 desa KAT ke Kemensos

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan melalui Dinas Sosial mengusulkan pem...
Kementerian PUPR: Progres Bendungan Sepaku Semoi mencapai 63,5 persen
Kamis, 29 September 2022 - 16:35 WIB

Kementerian PUPR: Progres Bendungan Sepaku Semoi mencapai 63,5 persen

Elshinta.com, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakya...

InfodariAnda (IdA)