Sabang dinilai punya potensi agrowisata yang dapat memikat turis

Elshinta
Jumat, 23 September 2022 - 13:53 WIB |
Sabang dinilai punya potensi agrowisata yang dapat memikat turis
Kepala UPTD BPSBTPHP Distanbun Aceh Habiburrahman saat meninjau kebun Alpokat lokal Sabang di Gampong Cot Ba’U, Kota Sabang. (ANTARA/HO-BPSBTPHP Distanbun Aceh)

Elshinta.com - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh menilai wilayah Kota Sabang memiliki potensi agrowisata yang dapat memikat turis lokal maupun mancanegara, sehingga perlu langkah pengembangan yang baik.

Kepala UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (BPSBTPHP) Distanbun Aceh Habiburrahman, Jumat, mengatakan wisata bahari Sabang sudah terkenal hingga mancanegara, sehingga sangat potensial jika dipadukan dengan agrowisata.

“Potensi agrowisatanya juga punya prospek yang bagus seperti Salak Sabang, Alpokat dan aneka tanaman lain yang bisa dibudidayakan di Sabang,” kata Habib di Banda Aceh.

Ia menjelaskan pihaknya telah melakukan kunjungan ke Pulau Weh itu dalam rangka finalisasi observasi pelepasan Salak lokal sabang menjadi Salak unggul nasional.

Di samping itu, pihaknya juga melakukan identifikasi potensi Alpokat lokal Sabang yang selama ini sudah mulai berkembang di pulau paling barat Indonesia itu, dengan jumlah populasi tanaman mencapai 600 batang.

“Kota Sabang ini kota wisata, dimana setiap tahun turis mancanegara dan lokal lebih 10.000 jiwa mengunjungi Sabang, maka ini potensi yang perlu dikembangkan,” kata Habib.

Selain Salak lokal Sabang, kata Habib, kini Sabang memiliki Alpokat lokal Sabang. Ia menilai Alpokat itu memiliki tekstur buah tanpa serat warna kuning mentega. Rasanya gurih saat dimakan dalam keadaan segar.

Menurut Habib, hasil identifikasi awal yang dilakukan BPSB Aceh, pihaknya menyimpulkan bahwa Alpukat Sabang menjadi salah satu varietas baru, dan sangat berpeluang digarap untuk didaftarkan menjadikan varietas unggul nasional.

“Karena spesifik Alpokat lokal sabang untuk dataran rendah ini sudah mulai ditanam sejak 30 tahun yang lalu atau tahun 1992 di kota Sabang. Penanam pertama adalah Almarhum Sumadi Suji warga Gampong Cot Ba’U,” katanya.

Informasi dari keluarga Sumadi Suji, kata Habib, selama ini hasil panen dijual dengan harga Rp25.000 per kilogram, dengan masa panen setahun sekali.

Pihaknya juga telah melakukan observasi lanjutan untuk karakteristik batang, buah dan daun untuk menyusun deskripsi awal sebagai salah satu syarat pelepasan menjadi varietas unggul nasional.

“Dengan harapan ke depan Pemkot Sabang bisa menjadikan lokasi agrowisata Alpokat yang punya prospek, bukan hanya untuk pemasaran buah tapi bisa menjadi lokasi penangkaran benih Alpokat dataran rendah,” katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
 7 warga terjangkit DBD, Pemdes Colo Kudus lakukan fogging
Kamis, 29 September 2022 - 19:48 WIB

7 warga terjangkit DBD, Pemdes Colo Kudus lakukan fogging

Elshinta.com, Maraknya kasus demam berdarah dengue (DBD) didesa Colo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus ...
Bio Farma awali ekspor IndoVac dengan mendonasikan vaksin
Kamis, 29 September 2022 - 17:59 WIB

Bio Farma awali ekspor IndoVac dengan mendonasikan vaksin

Elshinta.com, Perusahaan BUMN di bidang farmasi PT Bio Farma (Persero) mengawali tahapan ekspor vaks...
Petani dan nelayan bangkit perkuat Lampung sebagai lumbung pangan
Kamis, 29 September 2022 - 17:47 WIB

Petani dan nelayan bangkit perkuat Lampung sebagai lumbung pangan

Elshinta.com, Menjaga produktivitas lahan pertanian dan hasil perikanan menjadi tugas penting yang h...
Kelompok Tani Sidrap: Produksi naik karena program Mandiri Benih Padi
Kamis, 29 September 2022 - 17:35 WIB

Kelompok Tani Sidrap: Produksi naik karena program Mandiri Benih Padi

Elshinta.com, Kelompok Tani Sejahtera di Desa Passeno, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, Provinsi...
Kementerian BUMN pastikan BUMN rugi tidak dapat PMN
Kamis, 29 September 2022 - 17:23 WIB

Kementerian BUMN pastikan BUMN rugi tidak dapat PMN

Elshinta.com, Staf Khusus (Stafsus) BUMN Arya Sinulingga memastikan BUMN yang rugi tidak akan mendap...
KLHK: Skema multi usaha tak berdampak buruk bagi kondisi hutan
Kamis, 29 September 2022 - 17:11 WIB

KLHK: Skema multi usaha tak berdampak buruk bagi kondisi hutan

Elshinta.com, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memasti...
Ketua IAGI: Konsep green city tepat diterapkan di IKN
Kamis, 29 September 2022 - 17:06 WIB

Ketua IAGI: Konsep green city tepat diterapkan di IKN

Elshinta.com, Konsep greencity yang akan dibangun di kawasan IKN sangat mungkin diterapkan.
Pekalongan optimalkan Jogo Kali antisipasi penumpukan sampah di sungai
Kamis, 29 September 2022 - 16:59 WIB

Pekalongan optimalkan Jogo Kali antisipasi penumpukan sampah di sungai

Elshinta.com, Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terus mengoptimalkan tim `Jogo Kali` guna men...
Kabuparen Luwu Utara usulkan bantuan 20 desa KAT ke Kemensos
Kamis, 29 September 2022 - 16:47 WIB

Kabuparen Luwu Utara usulkan bantuan 20 desa KAT ke Kemensos

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan melalui Dinas Sosial mengusulkan pem...
Kementerian PUPR: Progres Bendungan Sepaku Semoi mencapai 63,5 persen
Kamis, 29 September 2022 - 16:35 WIB

Kementerian PUPR: Progres Bendungan Sepaku Semoi mencapai 63,5 persen

Elshinta.com, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakya...

InfodariAnda (IdA)