Dugaan kasus suap KSP Intidana di MA itu aktivitas mafia peradilan

Elshinta
Sabtu, 24 September 2022 - 18:23 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Dugaan kasus suap KSP Intidana di MA itu aktivitas mafia peradilan
Kuasa hukum anggota KSP Intidana, Yosep Parera kini menjadi salah satu tersangka KPK (ANTARA/ I.C.Senjaya)

Elshinta.com - Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi menyatakan dugaan tindak pidana korupsi 10 tersangka kasus suap Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana di Mahkamah Agung dapat dikategorikan sebagai aktivitas mafia peradilan.

“Itu dapat mencederai kepercayaan masyarakat dan menyakiti perasaan anggota koperasi yang berjumlah seluruhnya 27 juta orang se-Indonesia. Tentu sangat merugikan anggota koperasi yang sedang memperjuangkan keadilan di meja hijau,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu.

Seperti diketahui, Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KSP) menetapkan 10 tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara permohonan pembatalan homologasi KSP di MA pada Jumat (23/9).

Zabadi sangat prihatin atas kejadian tersebut karena telah mencederai proses hukum yang diharapkan dapat menjadi benteng terakhir pencari keadilan.

Dalam beberapa kesempatan, salah satu tersangka bernama Yosep Parera yang merupakan kuasa hukum para tersangka pemberi suap itu pernah menyatakan Kemenkop berupaya intervensi kepada MA dalam perkara tersebut.

“Kami berharap agar para tersangka diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, secara adil, dan transparan sehingga tidak menjadi preseden negatif di kemudian hari,” ucap dia.

Kemenkop memastikan akan mengawal implementasi terhadap koperasi yang sudah mendapatkan penetapan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dengan telah disetujuinya proposal perdamaian (homologasi) antara para pihak yang bersengketa. Pengawasan itu dilakukan oleh Satuan Tugas Penanganan Koperasi Bermasalah.

“Kami telah berkoordinasi dengan Menko Polhukam (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan), Menteri Hukum dan HAM, Polri, dan Jaksa Agung untuk memastikan proses PKPU dapat berjalan dengan baik dan efektif. Kami mengimbau agar seluruh pihak, khususnya anggota koperasi mengawal dengan sungguh-sungguh agar implementasi homologasi yang telah ditetapkan berjalan dengan baik dan tepat waktu,” kata Zabadi.

Anggota koperasi dinilai perlu turut berkontribusi meningkatkan perbaikan tata kelola dan perubahan manajemen yang konstruktif bagi pemenuhan kewajiban dan masa depan koperasi.

“Atas kejadian ini diharapkan agar putusan PKPU dan kepailitan yang berkaitan dengan koperasi tidak disusupi agenda atau kepentingan yang bersifat melanggar hukum,” ungkap dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Polda Bali rekonstruksi 29 adegan kasus pembunuhan pegawai Bank BPD
Kamis, 01 Desember 2022 - 18:58 WIB

Polda Bali rekonstruksi 29 adegan kasus pembunuhan pegawai Bank BPD

Elshinta.com, Tim penyidik Satuan Reserse Kriminal Umum (Satreskrim) Kepolisian Daerah (Polda) Bali ...
30 Saksi terkait kasus reklamasi Pantai Melasti diperiksa Polda Bali
Kamis, 01 Desember 2022 - 18:34 WIB

30 Saksi terkait kasus reklamasi Pantai Melasti diperiksa Polda Bali

Elshinta.com, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Bali, Komisaris Besa...
WNA asal Australia dideportasi dari Sabang karena buat onar
Kamis, 01 Desember 2022 - 18:10 WIB

WNA asal Australia dideportasi dari Sabang karena buat onar

Elshinta.com, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang mendeportasikan seorang warga negara asing (WNA) a...
Hakim PN Lhoksukon tolak pra peradilan dua tersangka kasus Monumen Samudera Pasai
Kamis, 01 Desember 2022 - 15:14 WIB

Hakim PN Lhoksukon tolak pra peradilan dua tersangka kasus Monumen Samudera Pasai

Elshinta.com, Kejaksaan Negeri Aceh Utara menolak permohonan pra peradilan yang diajukan oleh kuasa ...
Keluarga Ismail Bolong dijadwalkan periksa hari ini oleh penyidik Polri
Kamis, 01 Desember 2022 - 10:37 WIB

Keluarga Ismail Bolong dijadwalkan periksa hari ini oleh penyidik Polri

Elshinta.com, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Pipit Risma...
Kesaksian Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadir J
Kamis, 01 Desember 2022 - 09:11 WIB

Kesaksian Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadir J

Elshinta.com, Kesaksian Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadir J dalam persidangan yang berlangsu...
Polda Metro periksa 28 saksi kasus kematian keluarga di Kalideres
Kamis, 01 Desember 2022 - 06:01 WIB

Polda Metro periksa 28 saksi kasus kematian keluarga di Kalideres

Elshinta.com, Penyidik Polda Metro Jaya hingga saat ini telah memeriksa 28 orang saksi dalam penyidi...
Saksi jelaskan ihwal pembagian dividen puluhan perusahaan Rp7,4 triliun ke Surya Darmadi 
Rabu, 30 November 2022 - 22:21 WIB

Saksi jelaskan ihwal pembagian dividen puluhan perusahaan Rp7,4 triliun ke Surya Darmadi 

Elshinta.com, Saksi Head Accounting PT Darmex Plantations Putri Ayu menjelaskan ihwal pembagian divi...
KPK awasi investasi Telkomsel ke GOTO
Rabu, 30 November 2022 - 22:11 WIB

KPK awasi investasi Telkomsel ke GOTO

Elshinta.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku mengawasi langkah investasi yang dilakukan ...
KPK ajak pemangku kepentingan di Sumut gelorakan semangat antikorupsi 
Rabu, 30 November 2022 - 20:04 WIB

KPK ajak pemangku kepentingan di Sumut gelorakan semangat antikorupsi 

Elshinta.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi membuka rangkaian kegiatan menuju Hari Antiko...

InfodariAnda (IdA)