Tokoh agama minta masyarakat tak terprovokasi kasus Lukas Enembe

Elshinta
Minggu, 25 September 2022 - 18:25 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Radio Elshinta
Tokoh agama minta masyarakat tak terprovokasi kasus Lukas Enembe
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Tokoh Agama Papua Pendeta Alberth Yoku meminta masyarakat tidak terprovokasi kasus dugaan korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe (LE)

“Masyarakat tidak diperbolehkan melakukan provokasi dalam bentuk apa pun saat proses hukum sedang berjalan," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (25/9).

Tokoh Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Tanah Papua itu menyakini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertindak profesional terhadap Lukas Enembe, sebagaimana telah ditunjukkan lembaga antirasuah itu terhadap para bupati di wilayah Papua yang pernah terlibat kasus korupsi.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura itu menegaskan tindak pidana korupsi yang disangkakan kepada Gubernur Papua merupakan tanggung jawab pribadi LE.

“Setiap pejabat negara sudah melakukan sumpah jabatan pada saat ia dilantik. Maka dalam menjalankan pekerjaan, ia harus ingat dengan Tuhan dan wajib mengikuti peraturan dalam undang-undang yang berlaku di NKRI,” katanya menegaskan.

Dia meminta agar setiap tokoh masyarakat harus mempunyai sikap profesional dan mempertanggungjawabkan tindakan mereka secara kooperatif.

Selain itu, paparnya, masyarakat dan tokoh-tokoh Papua diminta menghormati keputusan hukum dan tidak boleh melakukan intervensi agar nantinya tidak menimbulkan kesalahan yang memberatkan gubernur maupun menimbulkan polemik lainnya.

“Masyarakat harus tenang dan mendukung proses hukum berlaku yang benar, adil, jujur, dan terbuka untuk kepentingan negara,” kata Pendeta Alberth.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan surat panggilan kedua kepada Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) untuk diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (26/9).

"Iya, informasi yang kami peroleh, benar surat panggilan sebagai tersangka sudah dikirimkan tim penyidik KPK. Pemeriksaan diagendakan Senin, 26 September 2022, di Gedung Merah Putih KPK," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis (22/9).

Ali mengatakan sebelumnya Lukas Enembe tidak menghadiri panggilan KPK untuk diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi pada Senin (12/9).

"Ini merupakan surat panggilan kedua, di mana sebelumnya yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk hadir tanggal 12 September 2022, namun mengonfirmasi tidak dapat hadir," ungkap Ali.

KPK mengharapkan Lukas Enembe bersikap kooperatif dengan menghadiri panggilan tim penyidik pada panggilan kedua tersebut.

Sebelumnya, Aloysius Renwarin selaku pengacara Lukas Enembe membenarkan kliennya telah menerima surat panggilan kedua dari KPK.

"Sudah, panggilannya sudah diterima tanggal 26 (September 2022)," ucap Renwarin dalam keterangannya pada Rabu (21/9).

Kendati demikian, dia belum bisa memastikan lebih lanjut apakah kliennya akan menghadiri panggilan tersebut atau tidak. Menurutnya, Lukas Enembe masih sakit.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Tim SAR Babel evakuasi 17 serpihan helikopter milik Polri
Senin, 28 November 2022 - 16:03 WIB

Tim SAR Babel evakuasi 17 serpihan helikopter milik Polri

Elshinta.com, Tim SAR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengevakuasi 17 serpihan kecelakaa...
Kasus perundungan siswi SD di Ternate berakhir damai
Senin, 28 November 2022 - 14:41 WIB

Kasus perundungan siswi SD di Ternate berakhir damai

Elshinta.com, Kasus seorang siswi SD di Ternate, Maluku Utara (Malut), dengan video terkait perundun...
Basarnas pindahkan posko pencarian helikopter Polri di Belitung Timur
Senin, 28 November 2022 - 14:19 WIB

Basarnas pindahkan posko pencarian helikopter Polri di Belitung Timur

Elshinta.com, Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) memindahkan posko pencarian Helikopter NBO-105 Polri...
Tim SAR Babel evakuasi 17 serpihan helikopter milik Polri
Senin, 28 November 2022 - 14:07 WIB

Tim SAR Babel evakuasi 17 serpihan helikopter milik Polri

Elshinta.com, Tim SAR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengevakuasi 17 serpihan kecelakaa...
Polri: Helikopter P-1103 jatuh karena cuaca
Senin, 28 November 2022 - 13:55 WIB

Polri: Helikopter P-1103 jatuh karena cuaca

Elshinta.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad R...
KPK panggil Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai tersangka
Senin, 28 November 2022 - 13:42 WIB

KPK panggil Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai tersangka

Elshinta.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai tersang...
Helikopter Polri hilang kontak di Belitung Timur layak terbang
Senin, 28 November 2022 - 13:09 WIB

Helikopter Polri hilang kontak di Belitung Timur layak terbang

Elshinta.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad R...
Polres Kupang duga tiga jasad yang ditemukan meninggal saat panah ikan
Senin, 28 November 2022 - 11:40 WIB

Polres Kupang duga tiga jasad yang ditemukan meninggal saat panah ikan

Elshinta.com, Kepolisian Resor Kupang Polda Nusa Tenggara Timur menduga tiga jasad yang ditemukan da...
Polisi selidiki kebakaran puluhan kios di Pasar Cinde Palembang
Senin, 28 November 2022 - 11:28 WIB

Polisi selidiki kebakaran puluhan kios di Pasar Cinde Palembang

Elshinta.com, Aparat kepolisian menyelidiki peristiwa kebakaran yang menghanguskan puluhan kios peda...
Polda Jabar tegaskan tindak pengadang bantuan gempa Cianjur
Senin, 28 November 2022 - 00:11 WIB

Polda Jabar tegaskan tindak pengadang bantuan gempa Cianjur

Elshinta.com, Kapolda Jabar Irjen Pol. Suntana menegaskan menindak tegas pelaku pengadangan bantuan ...

InfodariAnda (IdA)