Produktif di masa pandemi, emak-emak ikuti pelatihan tata rias digagas DPRD Jatim
Elshinta.com, Bak model profesional belasan emak-emak warga Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur terlihat berjalan belenggak-lenggok di atas karpet merah. Mereka tidak sendirian, melainkan didampingi oleh para putrinya.

Elshinta.com - Bak model profesional belasan emak-emak warga Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur terlihat berjalan belenggak-lenggok di atas karpet merah. Mereka tidak sendirian, melainkan didampingi oleh para putrinya.
Kegiatan bertajuk Petok Runway Fashion Show ini digelar di Balai Desa Petok, Kecamatan Mojo, Minggu (25/9).
Acara ini digelar, menjelang penutupan program latihan kerja kejuruan tata rias kecantikan yang digagas oleh Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana.
"Kita gelar Petok Runway Fashion Show dari hasil karya ibu-ibu selama pelatihan. Akhirnya kita tampilkan jelang hari terakhir. Dan program ini, allhamdulilah dari Bu Renny Pramana. Para ibu-ibu sudah merasakan manfaatnya," terang Agus Susanto, Kepala Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana, Senin (26/9).
Pelatihan diikuti sekitar 16 warga Desa Petok yang note bene mereka berstatus ibu rumah tangga dan sama sekali belum memiliki keterampilan tata rias kecantikan.
"Sebelumnya mereka sama sekali belum memiliki kemampuan seperti sekarang, bisa dikatakan nol persen. Pelatihan tata rias diberikan selama 25 hari dan allhamdulilah hasilnya hari ini bisa mempraktekkan," kata pria berusia 48 tahun yang hobi menunggangi motor trail ini.
Awalnya ia tidak menyangka jika warganya begitu antusias untuk mengikuti kegiatan. Pelatihan diberikan oleh dua tenaga profesional yang memang ahli dibidangnya.
"Mereka dilatih 2 oleh tenaga ahli dari BLK (Balai Latihan Kerja ) Provinsi Jawa Timur. Warga dilatih setiap hari, cuman libur hari Minggu saja.
Mereka rutin berlatih mulai jam 09.00 -15.30 wib, dilatih selama delapan jam, enam kali pertemuan," paparnya.
Dengan keterampilan yang sudah dimiliki, pihaknya ingin nantinya mereka bisa mendapat income dengan membuka lapangan kerja baik secara individu mau pun berkelompok.
" Ibu ibu mau merencanakan
membentuk grup, dan nanti membuat semacam outlet khusus tata rias," harapnya .
Lilis selaku isteri Kepala Desa ikut menambahkan, ilmu keterampilan tata rias kecantikan apabila ikut kursus secara pribadi diluar, biayanya sangat mahal.
Karena itu ia bersama warga lainya merasa beruntung dapat bekal ilmu secara cuma cuma alias gratis .
Bekal ilmu pelatihan tata rias kecantikan yang diberikan ini bisa dipergunakan untuk semua. Termasuk rias pengantin, mau pun karnaval.
"Terutama dari kalangan bawah kalau ikut latihan tata rias (kursus) ini mungkin mahal.
Karena ada tata rias pelatihan dari BLK Provinsi Jawa Timur secara gratis dari kalangan bawah bisa mengekspresikan diri untuk tampil, apa pun karnaval atau Rias pengantin.
Apalagi sekarang masih pandemi kita bisa buka lapangan kerja sendiri nantinya. Mereka yang ikut latihan ini usianya kisaran 32 -53 tahun, " Ungkapnya.
Sementara itu Sunarti 53 tahun, salah satu peserta pelatihan mengatakan ia merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini. Kedepannya ia ingin mandiri bisa membuka lapangan kerja sendiri