ECB perkirakan aktivitas ekonomi melambat, suku bunga terus naik

Elshinta
Selasa, 27 September 2022 - 08:59 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
ECB perkirakan aktivitas ekonomi melambat, suku bunga terus naik
Christine Lagarde, presiden Bank Sentral Eropa (ECB) berpidato pada konferensi pers setelah pertemuan kebijakan moneter ECB di Frankfurt, Jerman, 8 September 2022. ANTARA/REUTERS/Kai Pfaffenbach

Elshinta.com - Bank Sentral Eropa (ECB) memperkirakan aktivitas ekonomi di Eropa akan melambat secara substansial dalam beberapa bulan mendatang, karena meroketnya harga-harga, penurunan daya beli dan ketidakpastian secara keseluruhan, kata Presiden ECB Christine Lagarde, Senin (26/9/2022).

Berbicara pada sidang Komite Urusan Ekonomi dan Moneter Parlemen Eropa, Lagarde mengatakan: "Kami berharap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut selama beberapa pertemuan berikutnya, guna meredam permintaan dan menjaga risiko pergeseran ekspektasi inflasi yang terus-menerus."

"Keputusan suku bunga kebijakan kami di masa depan akan terus bergantung pada data dan mengikuti pendekatan pertemuan demi pertemuan," tambahnya.

Ekonomi kawasan euro tumbuh sebesar 0,8 persen pada kuartal kedua 2022, Lagarde menjelaskan, terutama karena belanja konsumen yang kuat untuk jasa-jasa saat ekonomi dibuka kembali.

Namun, pertumbuhan diperkirakan akan melambat secara substansial. Hal ini terutama disebabkan oleh inflasi yang tinggi, permintaan jasa-jasa yang lebih lambat, permintaan global yang melemah, dan persyaratan perdagangan yang memburuk.

Selain itu, turunnya kepercayaan rumah tangga dan bisnis karena tingkat ketidakpastian yang tinggi juga menjadi faktor penyebabnya.

Konflik Rusia-Ukraina telah "membayangi Eropa" dengan konsekuensi ekonomi, kata Lagarde. "Prospek semakin suram," sementara inflasi tetap "terlalu tinggi" dan "kemungkinan akan tetap di atas target kami untuk waktu yang lama."

"Risiko terhadap prospek inflasi terutama naik, terutama mencerminkan kemungkinan gangguan besar lebih lanjut dalam pasokan energi," kata ketua ECB. "Sementara faktor-faktor risiko ini sama untuk pertumbuhan, efeknya akan sebaliknya: mereka akan meningkatkan inflasi tetapi mengurangi pertumbuhan."

Perkembangan ini telah menyebabkan revisi turun dari proyeksi staf ECB terbaru untuk pertumbuhan ekonomi selama sisa tahun ini, dan sepanjang tahun 2023. Staf sekarang memperkirakan ekonomi akan tumbuh sebesar 3,1 persen pada tahun 2022, sebesar 0,9 persen pada tahun 2023 dan 1,9 persen pada tahun 2024.

Lagarde mengatakan adalah "penting" bahwa dukungan fiskal "sementara dan tertarget" digunakan untuk melindungi rumah tangga dari dampak harga yang lebih tinggi, karena hal ini membatasi risiko memicu tekanan inflasi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
TNI AU kirim bantuan untuk warga terdampak erupsi Gunung Semeru
Rabu, 07 Desember 2022 - 23:41 WIB

TNI AU kirim bantuan untuk warga terdampak erupsi Gunung Semeru

Elshinta.com, TNI Angkatan Udara mengirimkan bantuan logistik untuk masyarakat yang terdampak erupsi...
Beijing dan 50 kota lain di China hapus syarat tes PCR
Rabu, 07 Desember 2022 - 11:35 WIB

Beijing dan 50 kota lain di China hapus syarat tes PCR

Elshinta.com, Otoritas Kota Beijing dan 50 kota lain di China menghapus persyaratan tes PCR bagi wa...
Dolar naik tipis, prospek pertumbuhan yang kian gelap rusak sentimen
Rabu, 07 Desember 2022 - 09:15 WIB

Dolar naik tipis, prospek pertumbuhan yang kian gelap rusak sentimen

Elshinta.com, Dolar merayap sedikit lebih tinggi di awal sesi Asia pada Rabu (7/12) pagi, karena pa...
Indonesia catat potensi transaksi Rp203 miliar di Food Africa 2022
Rabu, 07 Desember 2022 - 09:03 WIB

Indonesia catat potensi transaksi Rp203 miliar di Food Africa 2022

Elshinta.com, Paviliun Indonesia mencatatkan potensi transaksi senilai 13 juta dolar AS (sekitar Rp2...
Dubes Heri saksikan MoU PT Pertamina International Shipping dengan Nippon Yusen Kaisha
Selasa, 06 Desember 2022 - 16:36 WIB

Dubes Heri saksikan MoU PT Pertamina International Shipping dengan Nippon Yusen Kaisha

Elshinta.com, Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi menyaksikan penanda...
IFD Okinawa tutup rangkaian promosi dan pelayanan terpadu KBRI Tokyo
Selasa, 06 Desember 2022 - 13:15 WIB

IFD Okinawa tutup rangkaian promosi dan pelayanan terpadu KBRI Tokyo

Elshinta.com, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menyelenggarakan kegiatan Indonesia Fri...
Jutaan warga Ukraina terancam kedinginan di tengah serangan Rusia
Selasa, 06 Desember 2022 - 11:55 WIB

Jutaan warga Ukraina terancam kedinginan di tengah serangan Rusia

Elshinta.com, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (5/12) memperingatkan bahwa serangan rudal...
Jenazah Jiang Zemin selesai dikremasi
Senin, 05 Desember 2022 - 20:11 WIB

Jenazah Jiang Zemin selesai dikremasi

Elshinta.com, Jenazah mantan Presiden China Jiang Zemin dikremasi di area Pemakaman Revolusi Babaosh...
Panglima TNI harap kerja sama dengan Australia terus berkembang
Minggu, 04 Desember 2022 - 21:11 WIB

Panglima TNI harap kerja sama dengan Australia terus berkembang

Elshinta.com, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa berharap kerja sama antara Indonesia dengan A...
LSM sebut pemberian konsesi ke Vietnam berpotensi ganggu kedaulatan
Minggu, 04 Desember 2022 - 13:23 WIB

LSM sebut pemberian konsesi ke Vietnam berpotensi ganggu kedaulatan

Elshinta.com, Koalisi NGO untuk perikanan dan kelautan berkelanjutan (KORAL) menilai pemberian konse...

InfodariAnda (IdA)