Kemenkes: Tekan penyakit tidak menular dengan kontrol konsumsi gula

Elshinta
Rabu, 28 September 2022 - 00:11 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Kemenkes: Tekan penyakit tidak menular dengan kontrol konsumsi gula
Ilustrasi - Gula. (ANTARA/HO-Sutterstock).

Elshinta.com - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu mengajak masyarakat menekan kasus penyakit tidak menular dengan mengontrol konsumsi gula, garam, dan lemak.

"Dalam kurun waktu 5 tahun saja, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terjadi peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia," kata Maxi Rein Rondonuwu yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, baik dari makanan atau minuman berisiko tinggi menyebabkan masalah kesehatan seperti gula darah tinggi, obesitas, dan diabetes melitus.

Berdasarkan data 2013 menunjukkan prevalensi diabetes sebesar 1,5 per mil meningkat pada tahun 2018 menjadi 2 per mil. Demikian juga gagal ginjal kronis dari 2 per mil menjadi 3,8 per mil, sementara stroke meningkat dari 7 per mil menjadi 10,9 per mil.

“Tentunya ini akan meningkatkan beban pembiayaan kesehatan di Indonesia. Terlebih lima penyebab kematian terbanyak di Indonesia didominasi oleh penyakit tidak menular,” katanya.

Data Kemenkes juga menunjukkan bahwa 28,7 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi gula, garam lemak melebih batas yang dianjurkan.

Maxi mengatakan batasan konsumsi gula, garam, dan lemak sudah diatur dalam Permenkes No 30/2013 yang diperbaharui dengan Permenkes 63/2015

Asupan gula, garam dan lemak sesuai dengan rekomendasi maksimum, yaitu gula sebanyak 50 gram per hari (4 sdm), garam sebanyak 2 gram (sdt), dan lemak sebanyak 67 gram (5 sdm).

Sementara sebanyak 61,27 persen penduduk usia 3 tahun ke atas di Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali per hari, dan 30,22 persen orang mengonsumsi minuman manis sebanyak satu hingga enam kali per minggu. Sementara hanya 8,51 persen orang mengonsumsi minuman manis kurang dari 3 kali per bulan (Riskesdas, 2018).

Maxi mengatakan peningkatan prevalensi berat badan berlebih dan obesitas pada anak muda meningkat dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

Data pada 2015, kata Maxi, menunjukkan prevalensi berat badan berlebih pada anak-anak usia 5 hingga 19 tahun dari 8,6 persen pada 2006 menjadi 15,4 persen pada 2016.

Sementara prevalensi obesitas pada anak-anak usia 5 hingga 19 tahun dari 2,8 persen pada 2006 menjadi 6,1 persen pada 2016.

Maxi mengatakan, pemerintah melakukan berbagai upaya dan strategi dalam mengendalikan gula, garam, dan lemak mencakup aspek regulasi, reformulasi pangan, penetapan pajak/cukai, studi/riset, dan edukasi.

Salah satunya adalah Permenkes No 30/2013 yang diperbaharui dengan Permenkes No 63/2015 Tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

Salah satu aspek pengaturannya dalam hal nilai gizi seperti kandungan lemak hingga gula harus tertera pada iklan dan promosi media lainnya seperti leaflet, brosur, buku menu, dan media lainnya.

Kebijakan cukai terhadap Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK) di Indonesia juga sudah diatur dalam UU No. 39 Tahun 2007 Tentang Cukai dan dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan.

Diharapkan dengan pemberlakuan cukai pada produk makanan dan minuman yang tinggi gula, garam dan lemak dapat menginisiasi terciptanya pangan yang lebih sehat dengan reformulasi makanan sehingga menurunkan risiko terjadinya penyakit tidak menular, kata Maxi menambahkan.

Maxi mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan mulai dari diri sendiri. "Lebih bijak dalam memperhatikan asupan makan sesuai dengan program Isi Piringku," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Pelayanan kesehatan Satgas Yonif Mekanis 203/AK di Pegunungan Tengah diserbu warga  
Kamis, 08 Desember 2022 - 14:07 WIB

Pelayanan kesehatan Satgas Yonif Mekanis 203/AK di Pegunungan Tengah diserbu warga  

Elshinta.com, Dengan adanya perubahan cuaca yang terjadi di Pegunungan Tengah, personel Pos Tima Sat...
BPOM cabut izin edar obat sirop produksi PT REMS
Rabu, 07 Desember 2022 - 12:55 WIB

BPOM cabut izin edar obat sirop produksi PT REMS

Elshinta.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mencabut izin edar obat sirop produksi PT Ra...
Cara cegah luka kaki diabetes, hindari benturan hingga cel rutin
Selasa, 06 Desember 2022 - 16:55 WIB

Cara cegah luka kaki diabetes, hindari benturan hingga cel rutin

Elshinta.com, Salah satu risiko komplikasi yang paling umum terjadi pada diabetesi adalah luka pada ...
Menkes: Orang tua tolak imunisasi karena belum tahu bahaya polio
Senin, 05 Desember 2022 - 22:44 WIB

Menkes: Orang tua tolak imunisasi karena belum tahu bahaya polio

Elshinta.com, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa orang tua yang menolak...
 Menkes lakukan pencanangan imunisasi polio di Aceh 
Senin, 05 Desember 2022 - 17:45 WIB

 Menkes lakukan pencanangan imunisasi polio di Aceh 

Elshinta.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasion...
Cegah stunting, BPJS Kesehatan Kudus beri susu dan makanan tambahan
Senin, 05 Desember 2022 - 16:58 WIB

Cegah stunting, BPJS Kesehatan Kudus beri susu dan makanan tambahan

Elshinta.com, Turut membantu dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kudus Jawa Tenga...
Dokter Kandungan sebut rokok dapat menghambat tumbuh kembang janin
Senin, 05 Desember 2022 - 09:33 WIB

Dokter Kandungan sebut rokok dapat menghambat tumbuh kembang janin

Elshinta.com, Dokter Kandungan dr Ryandra Prakasa Tryastama, Sp.OG mengatakan asal rokok yang dihiru...
Dokter sebut deteksi dini gejala kanker ovarium kurangi risiko kematian
Sabtu, 03 Desember 2022 - 20:35 WIB

Dokter sebut deteksi dini gejala kanker ovarium kurangi risiko kematian

Elshinta.com, Mendeteksi dini keberadaan kanker ovarium dengan mengenal enam faktor risiko dan empat...
Guru Besar FKUI ingatkan perokok berisiko lebih besar kena TB
Sabtu, 03 Desember 2022 - 18:59 WIB

Guru Besar FKUI ingatkan perokok berisiko lebih besar kena TB

Elshinta.com, Guru Besar FKUI Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan para perokok berisiko lebih bes...
Toksikolog jelaskan perbedaan nikotin dengan TAR
Sabtu, 03 Desember 2022 - 12:49 WIB

Toksikolog jelaskan perbedaan nikotin dengan TAR

Elshinta.com, Bagi para perokok, istilah nikotin maupun TAR (total aerosol residue) tentunya tidak ...

InfodariAnda (IdA)