Basarnas Bengkulu turunkan 16 personil guna cari nelayan hilang
Elshinta.com, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu menurunkan 16 personil dari tim gabungan untuk melakukan pencarian terhadap nelayan Saiful Bahri (60) warga asal Pondok Besi Kecamatan Teluk Segara yang hilang saat menyelam mencari gurita.
Tim Basarnas Bengkulu sebelum melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang di sekitar Pulau Tikus. ANTARA/Anggi MayasariElshinta.com - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu menurunkan 16 personil dari tim gabungan untuk melakukan pencarian terhadap nelayan Saiful Bahri (60) warga asal Pondok Besi Kecamatan Teluk Segara yang hilang saat menyelam mencari gurita.
Kepala Basarnas Bengkulu Arafah di Kota Bengkulu, Rabu, mengatakan bahwa dalam pencarian hari kedua ini pihaknya membentuk dua tim pencarian.
Untuk tim pertama menggunakan RIB (Rigid Inflatable Boat) milik Basarnas serta perahu milik nelayan dan tim kedua pencarian dengan melakukan penyelaman pada lokasi kejadian.
"Pergerakan pencarian korban sesuai dengan rencana operasi SAR hari kedua dengan membagi dua tim," kata Arafah.
Saat ini, kondisi laut di Bengkulu sedang terjadi gelombang tinggi dan arus laut yang kuat.
Hal tersebut menyebabkan tim mengalami kesulitan, namun pihaknya terus melakukan pencarian agar korban segera ditemukan.
Kata dia, korban dinyatakan hilang di sekitar Pulau Tikus, ketika korban bersama tiga orang rekannya berangkat dari dermaga Pulau Baai ke Pulau Mego untuk mencari ikan.
Namun, tiba-tiba cuaca buruk sehingga keempatnya berlabuh di sekitar perairan Pulau Tikus.
Sekitar pukul 13.00 WIB (26/9) korban mencari gurita dan tetap tinggal di pulau Tikus sedangkan ketiga rekannya kembali ke dermaga pulau Baai.
Keesokan harinya (27/9) ketiga rekan korban kembali ke Pulau Tikus untuk menjemput rekannya tersebut, namun ketika dicari korban tidak ada disana.
Hingga saat ini korban belum ditemukan dan tim Basarnas masih terus melakukan pencarian terhadap korban.




