Ekonom: Pemangkasan biaya aplikasi bisa berdampak pada ekosistem ojol

Elshinta
Rabu, 28 September 2022 - 19:47 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
Ekonom: Pemangkasan biaya aplikasi bisa berdampak pada ekosistem ojol
Pengemudi ojek online membawa penumpang di depan Stasiun Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Senin (5/9/2022). ANTARA FOTO/Fauzan

Elshinta.com - Pemotongan biaya sewa aplikasi ojek online (ojol) dinilai tidak hanya berdampak pada perusahaan aplikator, tetapi juga mitra driver dan ekosistem ojol secara keseluruhan.

Hal itu dikarenakan sebagian komponen dari biaya sewa aplikasi, juga dikembalikan ke mitra driver dalam bentuk insentif di luar tarif ojol, kata ekonom Universitas Airlangga Rumayya Batubara dikutip di Jakarta, Rabu.

"Seharusnya aplikator diberikan kebebasan untuk menentukan berapa biaya sewa aplikasinya. Sebelum membuat keputusan, pemerintah seharusnya mempertimbangkan dengan baik, apakah penetapan biaya sewa aplikasi itu akan berdampak pada kesehatan keuangan aplikator,” kata Rumayya.

Tak hanya aplikator, lanjutnya, dalam jangka panjang pemotongan biaya sewa aplikasi juga akan berdampak pada berkurangnya insentif mitra pengemudi.

"Insentif untuk mitra driver berkurang, kemudian program marketing untuk konsumen nggak ada, nantinya merugikan ekosistem. Pendapatan mitra driver bukan cuma dari tarif, tapi juga dari komponen-komponen seperti insentif. Biaya pemasaran digunakan untuk meningkatkan demand. Nah, semua itu kan butuh biaya untuk pengelolaan aplikasinya,” jelas Rumayya.

Karena itu, saat biaya sewa aplikasi dipangkas, aplikator harus mengambil jalan lain untuk menutup biaya pengelolaan aplikasi. Selain itu, aplikator juga berpotensi menaikkan tarif ojol di luar tarif yang telah ditetapkan Kemenhub.

“Sebenarnya pemerintah bisa memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk para mitra driver ojol tanpa harus memotong biaya sewa aplikasi. Jadi aplikator tidak dirugikan, sementara mitra driver juga tetap memperoleh kesejahteraan,” ujar Rumayya yang juga peneliti di Research Institute of Socio-Economic Development (RISED).

Penyesuaian biaya sewa aplikasi, sambung Rumayya, ke depannya juga dikhawatirkan berimbas kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu dikarenakan banyak pelaku UMKM yang menjual dagangannya dengan aplikasi ojol.

“Biasanya konsumen membeli karena ada banyak inisiatif pemasaran. Nah, kalau biaya pemasaran tersebut berkurang akibat pemangkasan biaya untuk pengelolaan aplikasi tentu dampaknya juga akan mereka rasakan,” bebernya.

Kenaikan tarif ojol berlaku sejak 11 September 2022 lalu. Tarif ojol yang baru tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 667 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi. Dalam keputusan tersebut, juga ditetapkan biaya sewa penggunaan aplikasi ditetapkan paling tinggi 15 persen dari sebelumnya 20 persen.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Rupiah Senin pagi melemah 55 poin
Senin, 28 November 2022 - 10:31 WIB

Rupiah Senin pagi melemah 55 poin

Elshinta.com, Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi mel...
IHSG Senin dibuka melemah 0,79 poin
Senin, 28 November 2022 - 10:20 WIB

IHSG Senin dibuka melemah 0,79 poin

Elshinta.com, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka melema...
Perkuat perdagangan dengan Arab Saudi, Kadin Jatim ikuti Indonesian Week 2022 di Riyadh
Minggu, 27 November 2022 - 18:32 WIB

Perkuat perdagangan dengan Arab Saudi, Kadin Jatim ikuti Indonesian Week 2022 di Riyadh

Elshinta.com, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mendukung penuh atas upaya percepatan pem...
Pemerintah diminta maksimalkan komersialisasi Bandara Kertajati  
Sabtu, 26 November 2022 - 19:16 WIB

Pemerintah diminta maksimalkan komersialisasi Bandara Kertajati  

Elshinta.com, Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, kembali melayani penerbangan umrah bagi m...
Inkrispena: Penambang nikel dinilai belum penuhi hak pekerja dan warga terdampak
Sabtu, 26 November 2022 - 18:37 WIB

Inkrispena: Penambang nikel dinilai belum penuhi hak pekerja dan warga terdampak

Elshinta.com, Direktur Eksekutif Inkrispena, Y Wasi Gede Puraka, menjelaskan bahwa Morowali dipilih ...
PLN optimalkan penyerapan tingkat komponen dalam negeri 
Sabtu, 26 November 2022 - 15:12 WIB

PLN optimalkan penyerapan tingkat komponen dalam negeri 

Elshinta.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonominan) Airlangga Hartarto mendu...
Buruh minta Gubsu tetapkan upah 2023 naik 13 persen
Sabtu, 26 November 2022 - 14:16 WIB

Buruh minta Gubsu tetapkan upah 2023 naik 13 persen

Elshinta.com, Ketua Exco Partai Buruh dan elemen organisasi buruh Sumatera Utara (Sumut), Willy Agu...
 YKAN dukung perikanan berkelanjutan di Indonesia 
Sabtu, 26 November 2022 - 12:56 WIB

YKAN dukung perikanan berkelanjutan di Indonesia 

Elshinta.com, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) merupakan organisasi nirlaba berbasis ilmiah ...
Begini cara lebih menghemat biaya transfer uang ke luar negeri 
Jumat, 25 November 2022 - 17:58 WIB

Begini cara lebih menghemat biaya transfer uang ke luar negeri 

Elshinta.com, Di era globalisasi, baik perusahaan maupun perorangan kerap membutuhkan fasilitas tran...
Hadapi resesi global, Ketua DPD minta produksi komoditas lokal ditingkatkan
Jumat, 25 November 2022 - 15:46 WIB

Hadapi resesi global, Ketua DPD minta produksi komoditas lokal ditingkatkan

Elshinta.com, Ancaman resesi global harus menjadi prioritas program kerja pemerintah di akhir dan aw...

InfodariAnda (IdA)