MemoRI 01 Oktober

1 Oktober 1965 : Hari Kesaktian Pancasila

Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Elshinta.Com
1 Oktober 1965 : Hari Kesaktian Pancasila
Sumber foto: https://bit.ly/3dT8gC4/elshinta.com.

Elshinta.com - Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini dimaksudkan untuk mengenang kembali sejarah dalam mempertahankan ideologi bangsa. Selain itu, Hari Kesaktian Pancasila juga sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para Pahlawan Revolusi.

Penetapan Hari Kesaktian Pancasila ini sangat erat kaitannya dengan peristiwa Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia atau G30S/PKI. Peristiwa pemberontakan tersebut, telah menyebabkan 6 perwira tinggi dan 1 perwira menengah TNI AD gugur.

Dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, bangsa Indonesia selalu melakukan upacara. Selain menghargai jasa para pahlawan, peringatan ini juga perlu dilakukan agar bisa menjadi cermin dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah Hari Kesaktian Pancasila? Apa saja kaitannya dengan G30/SPKI?

Tanggal 30 September sampai awal 1 Oktober 1965, menjadi salah satu hari paling kelam bagi bangsa Indonesia. Peristiwa yang sering disebut G30S/PKI atau Gestok (Gerakan Satu Oktober) terjadi ketika sejumlah perwira militer Indonesia dibunuh dalam suatu usaha kudeta.

Hingga kini, penyebab dan latar belakang terjadinya peristiwa G30S/PKI masih menjadi perdebatan. Namun yang jelas, peristiwa pemberontakan tersebut menewaskan enam jenderal dan satu letnan TNI AD. Mereka ditemukan pada 3 Oktober 1965 di sebuah lubang berdiameter 75 sentimeter dan kedalaman 12 meter di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Ketujuh jenazah tersebut ditemukan pada 4 Oktober 1965 dengan posisi kepala berada di bawah dan saling bertumpuk. Ketujuhnya adalah Jenderal TNI (Anumerta) Achmad Yani, Letjen (Anumerta) Suprapto, Meyjen (Anumerta) MT Haryono, dan Letjen (Anumerta) Siswondo Parman. Lalu, Mayjen (Anumerta) DI Pandjaitan, Mayjen (Anumerta) Sutoyo Siswomihardjo, serta Letnan Satu Corps Zeni (Anumerta) Pierre Andreas Tandean.

Setelah berhasil membunuh enam jenderal dan satu perwira pertama, pasukan Letkol Untung keesokan paginya berhasil mengambil alih Radio Republik Indonesia (RRI) dan menyebarkan propagandanya. Namun, perampasan itu hanya terjadi kurang dari satu hari, lantaran Kostrad mampu merebut kembali RRI.

Di bawah perintah Meyjen Soeharto, pemberontakan tersebut berhasil diredam. Di mana sisa-sisa pemberontak diburu ke seluruh penjuru, termasuk Aidit yang diduga dalang dari peristiwa G30S.

Berkat segala perannya dan kerana gugur di medan perang, akhirnya ketujuh orang itu diberi kehormatan dengan menyandang gelar sebagai Pahlawan Revolusi. Kemudian pemerintah Orde Baru menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September. Sedangkan, 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Bawaslu masukkan politik uang lewat `e-wallet` dalam IKP 2024
Senin, 28 November 2022 - 23:49 WIB

Bawaslu masukkan politik uang lewat `e-wallet` dalam IKP 2024

Elshinta.com, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Lolly Suhenty mengatakan pihaknya akan mema...
Para menteri akan keroyokan tindak lanjuti hasil KTT G20
Senin, 28 November 2022 - 21:35 WIB

Para menteri akan keroyokan tindak lanjuti hasil KTT G20

Elshinta.com, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan para menteri akan keroyokan menin...
Anggota DPR: Penunjukan Yudo Margono hak prerogatif presiden
Senin, 28 November 2022 - 21:11 WIB

Anggota DPR: Penunjukan Yudo Margono hak prerogatif presiden

Elshinta.com, Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan penunjukan Kepala Staf TNI Angkatan Laut...
 Golkar Jember evaluasi efektivitas pemekaran dapil
Senin, 28 November 2022 - 12:46 WIB

Golkar Jember evaluasi efektivitas pemekaran dapil

Elshinta.com, Sosialisasi PKPU Nomor 6 Tahun 2022 yang digelar KPU Kabupaten Jember Jawa Timur diren...
Juara Hackathon Sahabat Ganjar di Jawa Barat raih jutaan rupiah 
Senin, 28 November 2022 - 12:35 WIB

Juara Hackathon Sahabat Ganjar di Jawa Barat raih jutaan rupiah 

Elshinta.com, Generasi muda menjadi agen penting dalam mengoptimalkan peran penentu masa depan bangs...
Wapres Ma`ruf Amin akan sambangi 4 provinsi di Papua
Senin, 28 November 2022 - 09:09 WIB

Wapres Ma`ruf Amin akan sambangi 4 provinsi di Papua

Elshinta.com, Sebagai Ketua Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) atau disebut Bad...
Peneliti LSI: Mesin partai Golkar bergerak masif di Jabar
Minggu, 27 November 2022 - 21:25 WIB

Peneliti LSI: Mesin partai Golkar bergerak masif di Jabar

Elshinta.com, Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Ikrama Masloman mengungkapkan penet...
Survei SMRC: Ganjar teratas, Prabowo dan Anies bersaing ketat
Minggu, 27 November 2022 - 20:25 WIB

Survei SMRC: Ganjar teratas, Prabowo dan Anies bersaing ketat

Elshinta.com, Survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan du...
Anggota DPR minta relawan Jokowi jaga kehormatan Presiden
Minggu, 27 November 2022 - 19:41 WIB

Anggota DPR minta relawan Jokowi jaga kehormatan Presiden

Elshinta.com, Anggota DPR RI Deddy Yevri Sitorus meminta para relawan Jokowi mampu menjaga kehorma...
Yaqut Cholil Qoumas sebut politik identitas bahayakan keutuhan bangsa
Minggu, 27 November 2022 - 18:55 WIB

Yaqut Cholil Qoumas sebut politik identitas bahayakan keutuhan bangsa

Elshinta.com, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas meminta masyar...

InfodariAnda (IdA)