Pengamat puji sikap MA, dorong terus berbenah pulihkan wibawa lembaga 

Elshinta
Kamis, 29 September 2022 - 20:12 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Elshinta.Com
Pengamat puji sikap MA, dorong terus berbenah pulihkan wibawa lembaga 
Sumber foto: https://bit.ly/3prLxiz/elshinta.com.

Elshinta.com - Respon Mahkamah Agung (MA) dalam menyikapi terbongkarnya dugaan korupsi yang melibatkan Hakim Agung non-aktif Sudrajat Dimyati dan sejumlah pegawai dipuji. 

Alih-alih bersikap reaktif atau membela diri, MA secara serius langsung berbenah dengan mengambil langkah-langkah konkret dan terukur. 

Pengamat hukum Masriadi Pasaribu menilai, sikap MA mencerminkan semangat reformasi hukum di lembaga peradilan sebagaimana diharapkan masyarakat. 

“MA tidak melakukan pembelaan atau memberi bantuan hukum pada hakim dan pegawai yang jadi tersangka KPK," kata Masriadi, Kamis (29/9), saat keterangan.

Menurut Masri yang pernah mengabdi di Universitas Assyafiiyah mengatakan,  melalui kekuasaan yang dimiliki, MA bisa saja menempuh cara lain semisal mencari-cari celah hukum dari kasus yang terjadi. Namun rupanya, kehendak untuk melakukan perbaikan internal tampak begitu kuat di antara pimpinan dan petinggi MA. 

Dia pun menilai tepat langkah-langkah seperti pemberhentian sementara seluruh tersangka, pemeriksaan terhadap atasan langsung para tersangka, peningkatan kerja satuan Tugas Khusus (Satgas) Pengawasan, dan ikrar penguatan Pakta Integritas. 

“Khususnya penerapan rotasi dan mutasi besar-besaran, saya kira ini kabar baik luar biasa dan memang harus dilakukan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kasus suap penguruan perkara kasasi gugatan pailit Koperasi Simpan Pinjam Intidana melibatkan banyak orang di MA. Pegawai mulai staf kepaniteraan, hakim yustisial atau panitera pengganti sampai Hakim Agung jadi tersangka KPK. 

“Ini kan kelihatan seperti kelompok ya, mulai dari bawah, tengah sampai atas terlibat, maka harus dipangkas,” ungkap Masri.

Dia mendukung kebijakan rotasi dan mutasi pegawai diterapkan secara reguler melalui proses yang transparan dan akuntabel. 

Bersamaan itu, upaya pembenahan sistemik dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan lembaga-lembaga yang terkait perlu terus dijalankan. 

“Saya kira sejauh ini MA sungguh-sungguh menjadikan kasus itu momentum perbaikan, tinggal kita lihat sejauhmana konsistensinya,” tegasnya. 

Masri meyakini, jika berhasil menjaga konsistensi kelembagaan di bawah semangat reformasi hukum, maka tak butuh waktu lama bagi MA mengembalikan wibawa dan kepercayaan publik. 

“Harus dikawal semua pihak dari aspek sistem kelembagaan maupun kualitas putusan hakim,” tutupnya. 

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Agung M Syarifuddin langsung tancap gas mengambil sejumlah langkah perbaikan internal kelembagaan pasca OTT KPK. Di antaranya, melakukan rotasi dan mutasi massal pegawai bagi panitera pengganti, ASN, dan staf non-ASN. 

Kebijakan tersebut sejalan dengan saran Ketua KPK Firli Bahuri dalam rangka memutus mata rantai korupsi di lingkungan MA.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Kejaksanaan tahan tersangka korupsi saluran pembuangan air limbah
Jumat, 02 Desember 2022 - 18:24 WIB

Kejaksanaan tahan tersangka korupsi saluran pembuangan air limbah

Elshinta.com, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang Hari setelah memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)...
570 Lembar kulit ular dimusnahkan Balai Karantina Pertanian Lampung
Jumat, 02 Desember 2022 - 18:09 WIB

570 Lembar kulit ular dimusnahkan Balai Karantina Pertanian Lampung

Elshinta.com, Balai Karantina Pertanian Lampung, Jumat, memusnahkan 570 lembar kulit ular dan 300 ki...
Polres Bengkulu Tengah OTT oknum mengaku wartawan
Jumat, 02 Desember 2022 - 16:37 WIB

Polres Bengkulu Tengah OTT oknum mengaku wartawan

Elshinta.com, Satuan Reskrim Polres Bengkulu Tengah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap ...
5 Pelaku bom ikan di Ujung Kulon ditangkap  Polres Pandeglang
Jumat, 02 Desember 2022 - 15:56 WIB

5 Pelaku bom ikan di Ujung Kulon ditangkap Polres Pandeglang

Elshinta.com, Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Pandeglang, Jawa Barat, mena...
Kapolda Babel lepas jenazah korban Helikopter P-1103 ke Jakarta
Jumat, 02 Desember 2022 - 14:00 WIB

Kapolda Babel lepas jenazah korban Helikopter P-1103 ke Jakarta

Elshinta.com, Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Drs Yan Sultra m...
Jenazah anggota Brimob Polda Lampung disemayamkan di kampung halaman
Jumat, 02 Desember 2022 - 13:36 WIB

Jenazah anggota Brimob Polda Lampung disemayamkan di kampung halaman

Elshinta.com, Kepolisian Polda Lampung mengatakan bahwa jenazah anggota Satuan Brimob Polda Lampung ...
Bendahara Baznas Bengkulu Selatan ditetapkan tersangka kasus korupsi
Jumat, 02 Desember 2022 - 13:24 WIB

Bendahara Baznas Bengkulu Selatan ditetapkan tersangka kasus korupsi

Elshinta.com, Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan menetapkan Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional (Baz...
Mendag Zulkifli Hasan tegaskan tak punya keponakan mendaftar Unila
Jumat, 02 Desember 2022 - 13:12 WIB

Mendag Zulkifli Hasan tegaskan tak punya keponakan mendaftar Unila

Elshinta.com, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menegaskan tidak memiliki keponakan yang m...
10 Kapal patroli disiapkan atasi kejahatan lintas negara
Jumat, 02 Desember 2022 - 12:48 WIB

10 Kapal patroli disiapkan atasi kejahatan lintas negara

Elshinta.com, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenku...
559 korban investasi bodong PT DOK kerugian capai Rp55,8 miliar
Jumat, 02 Desember 2022 - 09:23 WIB

559 korban investasi bodong PT DOK kerugian capai Rp55,8 miliar

Elshinta.com, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Bali menyebutkan set...

InfodariAnda (IdA)