`Skincare` saja tak cukup, jaga kesehatan mental demi kulit `glowing`

Elshinta
Jumat, 30 September 2022 - 14:53 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
`Skincare` saja tak cukup, jaga kesehatan mental demi kulit `glowing`
Ilustrasi seseorang merawat kulit wajah. (Pexels)

Elshinta.com - Dr Alia Ahmed, seorang psychodermatologist yang berfokus meneliti efek psikologis atas penyakit kronik kulit dan kaitan antara kulit dan stres menemukan bahwa terdapat hubungan erat antara stres, kesehatan mental, dan kondisi kulit seseorang.

Dr Alia Ahmed memberikan sejumlah tips untuk melindungi dan mempertahankan kulit baik dari luar dan dalam seperti dikutip dari siaran pers The Body Shop, Jumat.

1. Mengaplikasikan ketahanan kulit dari dalam sebagai rutinitas perawatan kulit
Ketika mengalami stres, tubuh secara otomatis menghasilkan hormon kortisol. Proses responsif terhadap stres ini dapat mengubah produksi dan komposisi dari kolagen, proteoglycan, dan elastin pada kulit.

Zat-zat ini adalah komponen penting yang membangun ketahanan kulit. Tanpa dukungan dari zat-zat tersebut, kulit dapat secara cepat kehilangan elastisitas dan kekencangannya.

Stres juga dapat mempengaruhi lapisan penghalang alami kulit sehingga membuat kulit kurang efektif dalam menyebuhkan luka serta proses perbaikan secara umum. Oleh karena itu Stress Management merupakan salah satu kunci utama dalam perawatan kulit dan membangun ketahanannya.

2. Rutinitas tidur yang baik
Ketika kurang tidur, tubuh akan menginterpretasikan hal tersebut sebagai stres. Hal yang selanjutnya terjadi adalah respon terhadap peradangan yang otomatis membuat kulit rusak.

Malam hari adalah waktu ketika hormon kortisol berada di tingkat yang rendah sehingga saat ini merupakan waktu yang tepat untuk tubuh memperbaiki dirinya dari kerusakan yang terjadi selama seseorang beraktivitas di hari tersebut.

Cobalah untuk mematikan gawai satu jam sebelum tidur dan berusaha untuk menenangkan pikiran. Membuat prioritas terhadap jadwal tidur yang teratur merupakan hal yang sangat penting dalam memelihara ketahanan kulit.

3. Self-love tercermin pada kulit
Kita seringkali terlalu berfokus kepada kekurangan pada penampilan. Memasukkan kata-kata negatif kepada diri sendiri merupakan pencetus stres yang terbesar, hingga lagi-lagi dapat mengubah produksi kolagen, proteoglycan, dan elastin pada kulit.

Hilangkan kritik-kritik terhadap diri sendiri itu ketika menggunakan produk perawatan kulit, dan buatlah rutinitas itu sebagai ritual self-love.

Nikmatilah setiap tahapan perawatan kulit, dari mulai pemijatan wajah, merasakan tekstur dan menikmati keharumannya. Hal-hal seperti inilah yang membantu sirkulasi yang baik serta membangun ketahanan kulit yang optimal.

"Ketika kita dapat menyeimbangkan hubungan antara kesehatan emosional dan kesehatan fisik, di situlah kita dapat mencapai kesehatan dan ketahanan kulit yang baik. Proses penuaan pada kulit merupakan hal alami yang terjadi pada semua manusia. Proses ini terkadang menyebabkan ketakutan dan kecemasan, terutama bagi wanita. Oleh karena itu, produk perawatan kulit hendaknya dapat digunakan sebagai salah satu sarana pemberdayaan diri dan membantu kita menjadi lebih percaya diri," kata Dr Alia Ahmed.

Plant-based serum merupakan alternatif yang baik digunakan sehari-hari karena kondisi kulit yang sering terpapar polusi, debu, dan zat-zat kimia berbahaya lain karena mengandung antioksidan tinggi.

Paparan stressor pada kulit dapat menyebabkan oksidasi yang menimbulkan molekul radikal bebas sehingga kondisi kulit terganggu kelembapannya, kulit menjadi lebih sensitif, dan lapisan penghalang kulit (skin barrier) yang semakin lemah. Dalam kondisi seperti ini diperlukan konsumsi antioksidan yang baik sehingga kulit dapat berfungsi optimal kembali.

Guna mengurangi efek-efek dari stressor eksternal, ketahanan kulit (skin resilience) bisa menjadi jawabannya. Ketahanan kulit yang baik berarti lapisan kulit dapat berfungsi secara optimal dalam menangkal stressor. Skin resilience tercermin dari kondisi kulit yang elastis dan mempunyai struktur lebih penuh dengan lapisan penghalang (barrier) kulit yang kuat.

The Body Shop menemukan bahwa bunga Edelweiss yang tumbuh di pegunungan Alpine memiliki kandungan antioksidan alami yang tinggi, termasuk Leontopodic Acid.

Bahkan apabila ekstraknya dijadikan bahan produk perawatan kulit, terbukti mengandung 43 persen lebih banyak antioksidan dari produk-produk yang terbuat dari bahan kimia sintetis seperti Retinol.

Zat-zat yang terkadung dalam bunga Edelweiss telah terbukti dapat menjaga kesehatan lapisan ketahanan kulit dan membuatnya halus dan segar. Temuan terbaru ini membuat Edelweisss menjadi salah satu rahasia kecantikan yang belum terkuak.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Peneliti kaji potensi tembakau alternatif bantu perokok dewasa beralih
Minggu, 27 November 2022 - 12:45 WIB

Peneliti kaji potensi tembakau alternatif bantu perokok dewasa beralih

Elshinta.com, Produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, d...
Dukung BIAN, IRRA dan Oneject sediakan ADS yang aman dan nyaman untuk anak
Sabtu, 26 November 2022 - 12:47 WIB

Dukung BIAN, IRRA dan Oneject sediakan ADS yang aman dan nyaman untuk anak

Elshinta.com, Untuk mendukung program BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) yang dijalankan pemerinta...
Pemerintah dorong sistem kesehatan dalam negeri ke arah preventif
Sabtu, 26 November 2022 - 08:59 WIB

Pemerintah dorong sistem kesehatan dalam negeri ke arah preventif

Elshinta.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini pemerintah mendorong agar...
Dokter: Penanganan penyakit jantung harus dilakukan di hulu dan hilir
Jumat, 25 November 2022 - 19:11 WIB

Dokter: Penanganan penyakit jantung harus dilakukan di hulu dan hilir

Elshinta.com, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Nur Haryono, Sp.JP (K) FIHA dari Perhi...
Dinas Kesehatan Majalengka sabet 4 penghargaan bergengsi dari Kemenkes
Kamis, 24 November 2022 - 22:07 WIB

Dinas Kesehatan Majalengka sabet 4 penghargaan bergengsi dari Kemenkes

Elshinta.com, Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat berhasil menyabet empat penghargaan b...
Kiat tetap sehat dan produktif di masa peralihan menuju endemi
Kamis, 24 November 2022 - 21:34 WIB

Kiat tetap sehat dan produktif di masa peralihan menuju endemi

Elshinta.com, Kesehatan merupakan salah satu modal penting masyarakat Indonesia agar dapat bangkit d...
RS Mardi Rahayu, Kudus kembali raih akreditasi paripurna bintang lima
Kamis, 24 November 2022 - 20:58 WIB

RS Mardi Rahayu, Kudus kembali raih akreditasi paripurna bintang lima

Elshinta.com, Sertifikat akreditasi paripurna bintang lima diberikan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sa...
Dokter sebut semua penyakit anak berisiko sebabkan gangguan ginjal
Kamis, 24 November 2022 - 20:23 WIB

Dokter sebut semua penyakit anak berisiko sebabkan gangguan ginjal

Elshinta.com, Semua penyakit yang diderita anak dapat berisiko menyebabkan gangguan ginjal akut, kat...
Penderita diabetes tipe 1 tetap harus terapkan jaga pola makan sehat
Kamis, 24 November 2022 - 16:57 WIB

Penderita diabetes tipe 1 tetap harus terapkan jaga pola makan sehat

Elshinta.com, Pola makan sehat tetap harus diterapkan oleh penderita diabetes tipe 1 di mana tubuh k...
 BKKBN Jateng evaluasi dan audit kasus stunting di Boyolali
Kamis, 24 November 2022 - 15:12 WIB

BKKBN Jateng evaluasi dan audit kasus stunting di Boyolali

Elshinta.com, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, berku...

InfodariAnda (IdA)