Dokter: Belum ada bukti BPA di galon guna ulang pengaruhi kesehatan

Elshinta
Jumat, 30 September 2022 - 21:58 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
Dokter: Belum ada bukti BPA di galon guna ulang pengaruhi kesehatan
Ilustrasi.

Elshinta.com - Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP mengatakan belum ada bukti bahwa bahan Bisfenol A (BPA) yang terdapat dalam kemasan galon guna ulang dapat mempengaruhi kesehatan dan menyebabkan kanker.

"BPA belum bisa dikaitkan dengan kanker karena datanya belum ada, data belum cukup," kata Aru di Jakarta, Jumat.

Aru mengatakan perlu data yang lebih banyak lagi dalam beberapa tahun ke depan sampai bisa disimpulkan apa dampak kesehatan setelah minum air dari galon guna ulang yang berbahan plastik keras polikarbonat.

Belakangan muncul polemik seputar Bisfenol A (BPA) yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan, bahkan kanker dan gangguan hormonal seperti kemandulan.

Sejauh ini belum ada riset yang konklusif terkait dampak BPA terhadap kesehatan, dan belum ada riset yang relevan dengan kondisi di Indonesia.

Sejumlah badan kesehatan terkemuka dari seluruh dunia (termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, Health Canada, Otoritas Keamanan Pangan Eropa dan Standar Makanan Australia Selandia Baru), menyatakan bahwa paparan BPA tidak menimbulkan risiko kesehatan atau masalah keselamatan bagi orang-orang dari segala usia.

BPA adalah zat yang terdapat dalam kemasan, biasanya kaleng atau plastik. Fungsinya untuk memperkuat daya tahan kemasan sehingga bisa digunakan ulang. Komposisi BPA dalam wadah atau kaleng ini sangat kecil dan tidak mudah untuk terurai.

Alih-alih BPA, penyakit kanker lebih banyak disebabkan oleh tiga faktor yang berkaitan dengan gaya hidup dan ini sudah dibuktikan melalui bukti ilmiah, yakni obesitas, gaya hidup kurang olahraga, dan pola makan tidak sehat.

Selain tiga faktor tersebut, faktor lain seperti zat kimiawi dari lingkungan pengaruhnya sangat kecil, hanya sekitar 2 persen.

“Isu rokok lebih penting dikaitkan dengan kanker dibandingkan BPA. Sekali lagi, masih ada konflik data terkait BPA menyebabkan kanker,” kata Aru.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Pelayanan kesehatan Satgas Yonif Mekanis 203/AK di Pegunungan Tengah diserbu warga  
Kamis, 08 Desember 2022 - 14:07 WIB

Pelayanan kesehatan Satgas Yonif Mekanis 203/AK di Pegunungan Tengah diserbu warga  

Elshinta.com, Dengan adanya perubahan cuaca yang terjadi di Pegunungan Tengah, personel Pos Tima Sat...
BPOM cabut izin edar obat sirop produksi PT REMS
Rabu, 07 Desember 2022 - 12:55 WIB

BPOM cabut izin edar obat sirop produksi PT REMS

Elshinta.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mencabut izin edar obat sirop produksi PT Ra...
Cara cegah luka kaki diabetes, hindari benturan hingga cel rutin
Selasa, 06 Desember 2022 - 16:55 WIB

Cara cegah luka kaki diabetes, hindari benturan hingga cel rutin

Elshinta.com, Salah satu risiko komplikasi yang paling umum terjadi pada diabetesi adalah luka pada ...
Menkes: Orang tua tolak imunisasi karena belum tahu bahaya polio
Senin, 05 Desember 2022 - 22:44 WIB

Menkes: Orang tua tolak imunisasi karena belum tahu bahaya polio

Elshinta.com, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa orang tua yang menolak...
 Menkes lakukan pencanangan imunisasi polio di Aceh 
Senin, 05 Desember 2022 - 17:45 WIB

 Menkes lakukan pencanangan imunisasi polio di Aceh 

Elshinta.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasion...
Cegah stunting, BPJS Kesehatan Kudus beri susu dan makanan tambahan
Senin, 05 Desember 2022 - 16:58 WIB

Cegah stunting, BPJS Kesehatan Kudus beri susu dan makanan tambahan

Elshinta.com, Turut membantu dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kudus Jawa Tenga...
Dokter Kandungan sebut rokok dapat menghambat tumbuh kembang janin
Senin, 05 Desember 2022 - 09:33 WIB

Dokter Kandungan sebut rokok dapat menghambat tumbuh kembang janin

Elshinta.com, Dokter Kandungan dr Ryandra Prakasa Tryastama, Sp.OG mengatakan asal rokok yang dihiru...
Dokter sebut deteksi dini gejala kanker ovarium kurangi risiko kematian
Sabtu, 03 Desember 2022 - 20:35 WIB

Dokter sebut deteksi dini gejala kanker ovarium kurangi risiko kematian

Elshinta.com, Mendeteksi dini keberadaan kanker ovarium dengan mengenal enam faktor risiko dan empat...
Guru Besar FKUI ingatkan perokok berisiko lebih besar kena TB
Sabtu, 03 Desember 2022 - 18:59 WIB

Guru Besar FKUI ingatkan perokok berisiko lebih besar kena TB

Elshinta.com, Guru Besar FKUI Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan para perokok berisiko lebih bes...
Toksikolog jelaskan perbedaan nikotin dengan TAR
Sabtu, 03 Desember 2022 - 12:49 WIB

Toksikolog jelaskan perbedaan nikotin dengan TAR

Elshinta.com, Bagi para perokok, istilah nikotin maupun TAR (total aerosol residue) tentunya tidak ...

InfodariAnda (IdA)