Pengamat: Festival Lima Gunung tumbuh dari kekuatan budaya warga desa

Elshinta
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 10:15 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Pengamat: Festival Lima Gunung tumbuh dari kekuatan budaya warga desa
Seorang pengunjung menggunakan telepon pintar untuk mendokumentasikan pementasan grup kesenian dalam Festival Lima Gunung XXI/2022 di kawasan Gunung Andong, Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (30/9/2022). (ANTARA/Hari Atmoko)

Elshinta.com - Festival Lima Gunung di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, bisa berkembang menjadi besar dan dikenal luas karena tumbuh dari kekuatan budaya warga desa, kata pengamat seni dan budaya dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Memet Chairul Slamet.

"Saya yakin (Festival Lima Gunung) akan tetap berlanjut karena kekuatannya ada di masyarakat. Dengan kesadaran masyarakat yang makin tinggi, maka festival ini akan tambah kuat, karena srawung-nya tetap dipertahankan, ini ada kesadaran masyarakat," kata dia di Magelang, Sabtu.

Festival Lima Gunung (FLG) diprakarsai dan diselenggarakan secara mandiri, tanpa sponsor, oleh para seniman petani Komunitas Lima Gunung (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh).

Tahun ini festival mengangkat tema "Wahyu Rumagang". Puncak festival ke-21 digelar di kawasan Gunung Andong di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, dari 30 September sampai 2 Oktober 2022.

Panitia FLG XXI/2022 mencatat festival melibatkan sedikitnya 63 kelompok kesenian dari daerah setempat, luar kota, hingga luar negeri yang mencakup sekitar 1.300 personel.

Tari-tarian, musik, teater, performa seni, kirab budaya, pameran seni rupa, pidato kebudayaan, dan instalasi seni lingkungan desa ditampilkan dalam festival tersebut.

Warga dusun sebagai tuan rumah festival menyediakan rumah mereka secara gratis bagi para tamu dari luar kota untuk menginap dan transit sebelum pentas. Mereka juga menyediakan makanan dan minuman gratis untuk para tamu festival.

Namun demikian, suasana dusun tuan rumah festival juga menjadi semarak karena datangnya para pedagang kaki lima yang menjajakan aneka makanan, minuman, hingga jasa permainan anak selama festival.

Memet mengemukakan bahwa FLG bukan hanya kebanggaan masyarakat dusun tuan rumah festival, Komunitas Lima Gunung yang dibangun dan dihidupi oleh budayawan Magelang, Sutanto Mendut.

Festival tersebut, menurut Memet​​, juga menjadi kebanggaan bagi para seniman dari luar daerah maupun pengisi acara.

"Para pengisi, seniman dari luar pun punya kebanggaan juga, bagaimana dia masuk ke sebuah festival di mana semua masyarakat mendukung, semua elemen kampung ikut. Kita tidak tahu siapa produksinya, tetapi (festival) berjalan mengalir begitu saja, dahsyat," kata Memet, komponis dan pengajar Program Pascasarjana ISI Yogyakarta.

Menurut dia, festival tersebut mendapat dukungan masyarakat dusun sebagai tuan rumah sehingga semua elemen bekerja untuk menyemarakkan dan menyukseskan perhelatan tahunan Komunitas Lima Gunung.

Ia mengemukakan bahwa tidak mudah menyelenggarakan perhelatan seni budaya sebagaimana Festival Lima Gunung, yang tidak mengandalkan bantuan dana dari pemerintah dan sponsor dari pengusaha atau kalangan elite.

"Ini tidak mudah memang, memberikan motivasi di mana teman-teman di sini bisa mempunyai kesadaran, motivasi," katanya.

Mereka yang bekerja untuk menyukseskan festival itu, Memet menuturkan, mengerjakan berbagai hal dengan kesadaran dan tanpa pamrih sehingga merasakan kebersamaan dalam hajatan seni budaya tersebut.

Ia juga mengemukakan bahwa Festival Lima Gunung XXI/2022 akan lebih bermakna karena dua tahun sebelumnya ada pembatasan kegiatan masyarakat akibat pandemi COVID-19.

Selama pandemi, Komunitas Lima Gunung tetap melaksanakan festival, tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan penyakit tersebut.

"Mungkin (FLG tahun ini) akan lebih bermakna, terutama pada masyarakat di mana selama ini kita selalu dibatasi. (Setelah penularan COVID-19 reda) ada kerinduan untuk hadir pada sebuah peristiwa besar. Festival ini sebuah peristiwa yang sangat langka dan langgeng," kata dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Berjalan kaki menikmati peninggalan sejarah Kota Lama Semarang
Minggu, 27 November 2022 - 15:35 WIB

Berjalan kaki menikmati peninggalan sejarah Kota Lama Semarang

Elshinta.com, Berkunjung ke Semarang tidak lah lengkap sebelum mengunjungi ikon Kota Lumpia ini, yak...
Sandiaga ajak wisatawan lestarikan keindahan pantai Pulau Dodola 
Sabtu, 26 November 2022 - 13:24 WIB

Sandiaga ajak wisatawan lestarikan keindahan pantai Pulau Dodola 

Elshinta.com, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan Pulau Dodola di Morotai...
Pabrik Semen Indarung I didukung jadi World Heritage
Sabtu, 26 November 2022 - 09:45 WIB

Pabrik Semen Indarung I didukung jadi World Heritage

Elshinta.com, Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka mendukung Pabrik Semen Indarung I dan PL...
Pascapandemi kawasan Indonesia Timur jadi buruan untuk berlibur
Selasa, 22 November 2022 - 20:07 WIB

Pascapandemi kawasan Indonesia Timur jadi buruan untuk berlibur

Elshinta.com, Kawasan Indonesia Timur, menjadi salah satu destinasi wisata yang sibuk melayani para ...
Prediksi tren wisata akhir tahun dan tips liburan jelang 2023
Senin, 21 November 2022 - 11:03 WIB

Prediksi tren wisata akhir tahun dan tips liburan jelang 2023

Elshinta.com, Akhir tahun menjadi momen yang paling dinantikan pelancong untuk menyambut momen Natal...
Pengunjung mulai datangi TMII pada hari pertama pembukaan
Minggu, 20 November 2022 - 13:23 WIB

Pengunjung mulai datangi TMII pada hari pertama pembukaan

Elshinta.com, Sejumlah pengunjung mulai mendatangi Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur,...
Menparekraf siapkan Palembang jadi pusat pariwisata olahraga nasional
Sabtu, 19 November 2022 - 18:10 WIB

Menparekraf siapkan Palembang jadi pusat pariwisata olahraga nasional

Elshinta.com, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno menyatakan saat ini Kota Palemb...
Banjarmasin gelar festival jukung untuk bangkitkan pariwisata
Sabtu, 19 November 2022 - 15:37 WIB

Banjarmasin gelar festival jukung untuk bangkitkan pariwisata

Elshinta.com, Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menggelar festival jukung (sampan), ya...
Menparekraf: Perhelatan KTT G20 jadi awal kebangkitan pariwisata Bali
Kamis, 17 November 2022 - 22:23 WIB

Menparekraf: Perhelatan KTT G20 jadi awal kebangkitan pariwisata Bali

Elshinta.com, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menilai, rangkaian perhelatan Kon...
Rekomendasi tempat liburan `Long Stay` di Bandung
Kamis, 17 November 2022 - 14:23 WIB

Rekomendasi tempat liburan `Long Stay` di Bandung

Elshinta.com, Bandung merupakan salah satu destinasi favorit bagi masyarakat yang ingin berlibur tap...

InfodariAnda (IdA)