Enam vitamin terbaik untuk halau influenza

Elshinta
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 13:26 WIB | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Antara
Enam vitamin terbaik untuk halau influenza
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Cuaca yang tidak menentu memang dapat mempengaruhi suasana hati dan tentu saja kesehatan tubuh. Hujan bisa saja tiba-tiba mengguyur dengan deras, tidak lama berhenti dan berganti dengan teriknya panas matahari.

Cuaca semacam ini tentu dapat membuat daya tahan tubuh melemah dan mudah terserang flu.

Berikut ini adalah sejumlah vitamin yang paling cocok untuk anda konsumsi di saat cuaca pancaroba semacam ini, seperti dilaporkan CNet pada Sabtu. Vitamin-vitamin ini dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh terutama di saat menghadapi cuaca yang terus berubah-ubah.

Vitamin C

Vitamin C dikenal mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh. Saat kekurangan vitamin C, tubuh menjadi lebih mudah terserang penyakit menular dan infeksi.

Kaum perempuan dianjurkan mengonsumsi vitamin C 75mg per hari, sementara laki-laki dianjurkan setidaknya 90mg per hari.

Untuk sumber vitamin C selain suplemen, anda dapat mengonsumsi jeruk, brokoli, stroberi, paprika, bayam serta kale. Sayur dan buah ini memiliki kandungan vitamin C yang baik untuk membantu menjaga daya tahan tubuh anda.

Vitamin B6

Tubuh menggunakan vitamin B6 untuk membantu produksi sel darah merah dan putih, yang mana juga membantu untuk menjaga tubuh dari penyakit menular termasuk influenza.

Selain suplemen, vitamin B6 bisa anda dapatkan dengan mengonsumsi unggas, ikan laut dalam seperti tuna dan salmon, pisang, serta kacang polong. Beberapa sereal yang dijual di supermarket kini juga sudah terfortifikasi dengan vitamin B6.

Vitamin E

Penelitian menunjukkan bahwa vitamin E dapat meningkatkan sistem imun tubuh dan mengurangi risiko terpapar infeksi, sehingga jenis vitamin ini perlu anda konsumsi di saat banyak orang terserang influenza.

Vitamin E bisa anda peroleh dengan mengonsumsi kacang kedelai, kacang tanah, minyak serta biji bunga matahari, sayuran hijau, kacang almond, labu dan alpukat.

Vitamin D

Jenis vitamin ini adalah salah satu yang wajib dikonsumsi untuk meningkatkan tingkat imunitas tubuh dan mencegah terjadinya infeksi akibat penyakit menular.

Vitamin D bisa diperoleh melalui suplemen, serta sejumlah bahan makanan yang tinggi akan kandungan vitamin D seperti hati sapi, minyak ikan kod, serta ikan sarden.

Polifenol

Selain vitamin-vitamin yang telah disebutkan, sejumlah nutrisi juga penting untuk dikonsumsi demi menghalau influenza. Sebut saja polifenol, komponen yang berasal dari tanaman ini mampu mengatur sistem imunitas tubuh, sehingga mempermudah tubuh untuk mengatasi infeksi akibat penyakit menular.

Untungnya, hampir semua sayur dan buah mengandung polifenol. Oleh sebab itu penting untuk memasukkan menu sayur dan buah ke dalam konsumsi harian anda.

Beta-karoten

Nutrisi lain yang berasal dari tumbuhan namun penting untuk menghalau influenza adalah beta-karoten. Beta-karoten pada tanaman menyebabkan buah memiliki semburat warna merah dan oranye.

Anda cukup mengonsumsi buah dan sayur dengan semburat warna merah dan oranye dalam konsumsi harian, untuk mendapatkan manfaat beta-karoten. Sebut saja ubi, wortel, tomat, mangga, hingga bit.

Lantas bagaimana bila anda terlanjur terserang influenza? Untuk mempercepat proses penyembuhan, sangatlah penting untuk anda mengonsumsi banyak makanan bernutrisi dan bervitamin.

Namun ada dua nutrisi penting yang dapat mempercepat proses pemulihan sehingga wajib anda konsumsi yaitu zinc dan vitamin C.

Zinc adalah nutrisi yang sangat penting untuk membantu tubuh dalam memerangi infeksi. Sementara untuk vitamin C dianjurkan untuk dikonsumsi setidaknya 100mg per hari atau kadarnya bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Pelayanan kesehatan Satgas Yonif Mekanis 203/AK di Pegunungan Tengah diserbu warga  
Kamis, 08 Desember 2022 - 14:07 WIB

Pelayanan kesehatan Satgas Yonif Mekanis 203/AK di Pegunungan Tengah diserbu warga  

Elshinta.com, Dengan adanya perubahan cuaca yang terjadi di Pegunungan Tengah, personel Pos Tima Sat...
BPOM cabut izin edar obat sirop produksi PT REMS
Rabu, 07 Desember 2022 - 12:55 WIB

BPOM cabut izin edar obat sirop produksi PT REMS

Elshinta.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mencabut izin edar obat sirop produksi PT Ra...
Cara cegah luka kaki diabetes, hindari benturan hingga cel rutin
Selasa, 06 Desember 2022 - 16:55 WIB

Cara cegah luka kaki diabetes, hindari benturan hingga cel rutin

Elshinta.com, Salah satu risiko komplikasi yang paling umum terjadi pada diabetesi adalah luka pada ...
Menkes: Orang tua tolak imunisasi karena belum tahu bahaya polio
Senin, 05 Desember 2022 - 22:44 WIB

Menkes: Orang tua tolak imunisasi karena belum tahu bahaya polio

Elshinta.com, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa orang tua yang menolak...
 Menkes lakukan pencanangan imunisasi polio di Aceh 
Senin, 05 Desember 2022 - 17:45 WIB

 Menkes lakukan pencanangan imunisasi polio di Aceh 

Elshinta.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasion...
Cegah stunting, BPJS Kesehatan Kudus beri susu dan makanan tambahan
Senin, 05 Desember 2022 - 16:58 WIB

Cegah stunting, BPJS Kesehatan Kudus beri susu dan makanan tambahan

Elshinta.com, Turut membantu dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kudus Jawa Tenga...
Dokter Kandungan sebut rokok dapat menghambat tumbuh kembang janin
Senin, 05 Desember 2022 - 09:33 WIB

Dokter Kandungan sebut rokok dapat menghambat tumbuh kembang janin

Elshinta.com, Dokter Kandungan dr Ryandra Prakasa Tryastama, Sp.OG mengatakan asal rokok yang dihiru...
Dokter sebut deteksi dini gejala kanker ovarium kurangi risiko kematian
Sabtu, 03 Desember 2022 - 20:35 WIB

Dokter sebut deteksi dini gejala kanker ovarium kurangi risiko kematian

Elshinta.com, Mendeteksi dini keberadaan kanker ovarium dengan mengenal enam faktor risiko dan empat...
Guru Besar FKUI ingatkan perokok berisiko lebih besar kena TB
Sabtu, 03 Desember 2022 - 18:59 WIB

Guru Besar FKUI ingatkan perokok berisiko lebih besar kena TB

Elshinta.com, Guru Besar FKUI Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan para perokok berisiko lebih bes...
Toksikolog jelaskan perbedaan nikotin dengan TAR
Sabtu, 03 Desember 2022 - 12:49 WIB

Toksikolog jelaskan perbedaan nikotin dengan TAR

Elshinta.com, Bagi para perokok, istilah nikotin maupun TAR (total aerosol residue) tentunya tidak ...

InfodariAnda (IdA)