Menko PMK: Tragedi Kanjuruhan segera diinvestigasi

Elshinta
Minggu, 02 Oktober 2022 - 17:22 WIB | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Antara
Menko PMK: Tragedi Kanjuruhan segera diinvestigasi
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Efendi menyatakan bahwa tragedi yang hingga saat ini merenggut 130 nyawa akibat kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, akan segera diinvestigasi.

Muhadjir, di Kabupaten Malang, Minggu mengatakan bahwa, proses investigasi tersebut sesuai dengan perintah dari Presiden Joko Widodo. Pelaksanaan investigasi untuk mengungkap kejadian yang mengakibatkan ratusan nyawa melayang itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Presiden juga memerintahkan untuk dilakukan investigasi. Secepat mungkin dan harus ada yang bertanggungjawab," kata Muhadjir.

Muhadjir menjelaskan, pemerintah menyesalkan peristiwa yang terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang digelar pada 1 Oktober 2022 tersebut. Peristiwa kericuhan itu, terjadi setelah laga tersebut berakhir.

Ia menambahkan, pemerintah juga memastikan akan memberikan santunan kepada para korban yang meninggal dunia maupun yang saat ini masih menjalani perawatan untuk pemulihan.

"Presiden sudah meminta ke gubernur untuk koordinasikan dan termasuk Mensos untuk santunan," ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, masih berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo, kompetisi Liga 1 2022-2023 dihentikan sementara untuk batas waktu yang belum ditentukan. Selain itu, pihaknya juga belum bisa mengambil kesimpulan siapa yang bertanggung jawab atas insiden itu.

"Untuk sementara pertandingan liga dihentikan. Berapa lama, dihentikan dulu. Belum tahu untuk siapa yang paling bertanggungjawab, masih (akan) diinvestigasi," ujarnya.

Sebelumnya, kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.

Petugas pengamanan, kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak masuk ke dalam lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

Ditembakkanya gas air mata tersebut dikarenakan para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

Data terakhir menyebutkan bahwa korban meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur sebanyak 130 orang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Basarnas evakuasi jenazah WNA asal Inggris di hutan Ternate
Sabtu, 26 November 2022 - 16:43 WIB

Basarnas evakuasi jenazah WNA asal Inggris di hutan Ternate

Elshinta.com, Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate , Maluku Utara (Malut) mengevakuasi ...
Aksi pertandingan tinju, aktivis: KPK harus menang lawan koruptor Formula E
Sabtu, 26 November 2022 - 10:45 WIB

Aksi pertandingan tinju, aktivis: KPK harus menang lawan koruptor Formula E

Elshinta.com, Kelompok aktivis tergabung dalam Satgas Pemburu Koruptor menggelar kegiatan aksi teatr...
Presiden sampaikan pentingnya fondasi infrastruktur di hadapan relawan
Sabtu, 26 November 2022 - 10:27 WIB

Presiden sampaikan pentingnya fondasi infrastruktur di hadapan relawan

Elshinta.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pentingnya fondasi infrastruktur yang selam...
Aksi alumni Akpol 1996 bantu korban gempa Cianjur
Jumat, 25 November 2022 - 17:14 WIB

Aksi alumni Akpol 1996 bantu korban gempa Cianjur

Elshinta.com, Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur pada Senin, 21 November 2022 lalu mengak...
Ibu pembuang bayi di toilet pabrik, menikah di Rutan Polres Majalengka
Kamis, 24 November 2022 - 20:07 WIB

Ibu pembuang bayi di toilet pabrik, menikah di Rutan Polres Majalengka

Elshinta.com, DSA (19) warga Kecamatan Ligung, Kabupatenn Majalengka, Jawa Barat yang tersandung ka...
Ratusan warga serbu Stasiun Delanggu manfaatkan Railclinic PT KAI Daop 6 Yogyakarta
Senin, 21 November 2022 - 20:05 WIB

Ratusan warga serbu Stasiun Delanggu manfaatkan Railclinic PT KAI Daop 6 Yogyakarta

Elshinta.com, Lima ratusan warga memanfaatkan layanan Rail Clinic yang dirangkaikan dengan Rail Libr...
Aksi teatrikal tarik tambang, massa  ingatkan KPK tuntaskan kasus Duriangate
Senin, 21 November 2022 - 18:05 WIB

Aksi teatrikal tarik tambang, massa ingatkan KPK tuntaskan kasus Duriangate

Elshinta.com, Para aktivis  AGAMIS menggelar aksi teatrikal dengan tarik tambang digantungin duria...
Gempa bumi dengan magnitudo 5,6 melanda barat daya Cianjur
Senin, 21 November 2022 - 13:50 WIB

Gempa bumi dengan magnitudo 5,6 melanda barat daya Cianjur

Elshinta.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa gempa bumi den...
Kapolres Lampung Tengah: Situasi di Padang Ratu aman dan terkendali
Minggu, 20 November 2022 - 17:33 WIB

Kapolres Lampung Tengah: Situasi di Padang Ratu aman dan terkendali

Elshinta.com, Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya mengatakan bahwa saat ini kondisi...
 Ribuan warga antusias ikuti gerak jalan santai HUT ke-51 Korpri 
Minggu, 20 November 2022 - 15:56 WIB

Ribuan warga antusias ikuti gerak jalan santai HUT ke-51 Korpri 

Elshinta.com, Pemko Lhokseumawe menggelar kegiatan gerak jalan santai dalam rangka memeriahkan Hari ...

InfodariAnda (IdA)