Kejagung koordinasikan keamanan jaksa di kasus Ferdy Sambo

Elshinta
Senin, 03 Oktober 2022 - 08:35 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Kejagung koordinasikan keamanan jaksa di kasus Ferdy Sambo
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI Ketut Sumedana, menyampaikan konferensi pers di Gedung Kejaksaan, Jakarta, (ANTARA/HO-Puspenkum Kejaksaan Agung)

Elshinta.com - Kejaksaan Agung berkoordinasi dengan kepolisian dalam rangka memastikan keamanan jaksa penuntut umum (JPU) yang bertugas menuntaskan kasus Brigadir J dengan tersangka Ferdy Sambo dan kawan-kawan agar terhindar dari ancaman ataupun teror.

"Teknis nanti Pak Jampidum akan berkoordinasi dengan kepolisian," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI Ketut Sumedana dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Ketut setuju dengan pendapat Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD yang menyarankan agar jaksa yang menangani kasus Ferdy Sambo adalah jaksa terpilih dan dikarantina guna menghindari teror.

Menurut Ketut, untuk pemilihan jaksa terbaik dalam menangani perkara tersebut memang diharuskan.

“Jaksa harus mempunyai pengalaman, kapasitas dan integritas sehingga mempunyai sikap profesionalisme,” katanya.

Terkait pengamanan jaksa, lanjut Ketut, hal itu juga penting dipertimbangkan mengingat kasus tersebut menarik perhatian masyarakat sehingga perlu dipastikan jaksa penuntut umum yang mengawal pembuktian kasus tersebut bisa bekerja secara nyaman tanpa intervensi dan ancaman.

“Dalam rangka pengamanan jaksa juga usulan yang sangat penting mengingat bukan saja menarik dari perhatian masyarakat, sehingga JPU yang menangani juga lebih nyaman begitu juga keluarganya sehingga tidak ada tekanan dalam proses persidangan,” kata Ketut.

Untuk itu, kata Ketut, pihak Jampidum akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk proses pengamanan di persidangan.

“Kalau safe house (penjagaan rumah) belum diperlukan,” ujar Ketut.

Kejaksaan Agung telah menunjuk jaksa penuntut umum untuk menyelesaikan perkara tindak pidana (P-16A) pembunuhan berencana Brigadir J sebanyak 30 orang, yang menangani lima berkas perkara. Sedangkan untuk kasus obstrucktion of justice ada 43 JPU yang akan menangani tujuh berkas perkara.

Sebelumnya, Rabu (28/9) Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) menyatakan berkas perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J (Pasal 340) dan menghalangi penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J (obstruction of justice) telah lengkap secara formil maupun materiil atau P-21.

Jampidum meminta penyidik Bareskrim Polri untuk melimpahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti kedua perkara tersebut kepada jaksa penuntut umum untuk segera bisa disidangkan.

Polri mengagendakan pelimpahan tahap II tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) pada Rabu (5/10) mendatang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Polda Jabar tegaskan tindak pengadang bantuan gempa Cianjur
Senin, 28 November 2022 - 00:11 WIB

Polda Jabar tegaskan tindak pengadang bantuan gempa Cianjur

Elshinta.com, Kapolda Jabar Irjen Pol. Suntana menegaskan menindak tegas pelaku pengadangan bantuan ...
Tersangka mantan Kadispora Papua Barat terbebas dari jerat hukum
Minggu, 27 November 2022 - 12:57 WIB

Tersangka mantan Kadispora Papua Barat terbebas dari jerat hukum

Elshinta.com, Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua Barat berinisial HLM yang menj...
27 November 2020: Pembunuhan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah
Minggu, 27 November 2022 - 06:00 WIB

27 November 2020: Pembunuhan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah

Polri menyatakan, terjadi pembunuhan terhadap empat orang warga di Dusun lima Lewonu, Desa Lemban To...
Empat tersangka kasus akses kartu kredit terancam denda Rp1 miliar
Jumat, 25 November 2022 - 22:41 WIB

Empat tersangka kasus akses kartu kredit terancam denda Rp1 miliar

Elshinta.com, Sebanyak empat orang warga Bogor, Jawa Barat terancam denda senilai Rp1 miliar atau di...
BNPT: Kelompok ekstremisme menyalahgunakan internet untuk propaganda
Jumat, 25 November 2022 - 21:11 WIB

BNPT: Kelompok ekstremisme menyalahgunakan internet untuk propaganda

Elshinta.com, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Poli...
Polres Dompu ungkap kasus rudapaksa ayah terhadap anak kandung
Jumat, 25 November 2022 - 19:41 WIB

Polres Dompu ungkap kasus rudapaksa ayah terhadap anak kandung

Elshinta.com, Aparat Kepolisian Resor Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengungkap kasus dugaan rudapaksa ...
Imigrasi deportasi tiga WNA Timor Leste saat hadiri pemakaman di Belu
Jumat, 25 November 2022 - 18:48 WIB

Imigrasi deportasi tiga WNA Timor Leste saat hadiri pemakaman di Belu

Elshinta.com, Kantor Imigrasi Atambua mendeportasikan sebanyak tiga orang warga negara asing (WNA) a...
PJR Polda Metro tangkap buronan Bareskrim di Tol JORR
Jumat, 25 November 2022 - 17:47 WIB

PJR Polda Metro tangkap buronan Bareskrim di Tol JORR

Elshinta.com, Tim Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jay...
Komnas Perempuan terima 3.081 aduan kekerasan terhadap perempuan
Jumat, 25 November 2022 - 17:25 WIB

Komnas Perempuan terima 3.081 aduan kekerasan terhadap perempuan

Elshinta.com, Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyebutkan telah...
Polri bantah Baintelkam Mabes Polri kebakaran melainkan korsleting
Jumat, 25 November 2022 - 16:52 WIB

Polri bantah Baintelkam Mabes Polri kebakaran melainkan korsleting

Elshinta.com, Kepala Pelayanan Mabes Polri (Kayanma Polri) Kombes Pol. Yudhi Sulistianto Wahid memba...

InfodariAnda (IdA)