Komnas HAM: Ada indikasi pelanggaran HAM saat kerusuhan Kanjuruhan

Elshinta
Senin, 03 Oktober 2022 - 16:05 WIB | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Antara
Komnas HAM: Ada indikasi pelanggaran HAM saat kerusuhan Kanjuruhan
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam menyebut ada indikasi terjadinya pelanggaran HAM saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam, yang mengakibatkan lebih dari 100 korban jiwa.

"Beberapa informasi yang kami dapatkan, kekerasan memang terjadi," kata Choirul Anam saat konferensi pers di kantor manajemen Arema FC di Kota Malang, Senin (3/10).

Beberapa kekerasan yang terbukti dilakukan adalah tendangan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap suporter. Bahkan, ketika suporter Arema sedang berjalan kaki di pinggir lapangan, kekerasan masih dilakukan aparat keamanan.

"Ditendang, kena kungfu di lapangan. Nah, itu tidak hanya Komnas HAM yang melihat, tapi semua juga bisa lihat," ujar Anam.

Anam mengatakan Komnas HAM sedang menelusuri dan melihat kondisi Stadion Kanjuruhan Malang untuk memastikan apa yang terjadi dalam kerusuhan yang menewaskan 125 orang, termasuk dua anggota polisi.

"Kami akan menginvestigasi dengan agak dalam anatomi stadion, cerita saat itu dan pascapertandingan," katanya.

Anam yang mengaku lahir di Malang dan menjadi suporter Arema sejak kecil itu pun meminta untuk dipertemukan dengan para pemain Arema. Dari pertemuan itu diharapkan investigasi bisa dilakukan secara objektif.

"Kalau kasat mata dari video itu, seandainya tidak ada gas air mata, ya mungkin tidak akan hiruk pikuk (terjadi kerusuhan)," imbuhnya.

Ia memastikan bahwa agenda Komnas HAM selama berada di Malang adalah mengunjungi keluarga korban di rumah dan rumah sakit, serta berkoordinasi untuk bisa bertemu pemain Arema.

"Kami dalami apa pun yang terjadi di Kanjuruhan," katanya.

Kasus kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10) malam terjadi beberapa saat setelah pertandingan Liga 1 antara tuan rumah Arema FC versus Persebaya berakhir. Ribuan suporter Arema memasuki area lapangan setelah timnya kalah 2-3 dari "Bajol Ijo".

Dari sejumlah rekaman video amatir yang tersebar di media sosial, terlihat aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk mengendalikan ribuan suporter. Akibatnya, para suporter berlarian menyelamatkan diri menuju pintu keluar yang sempit hingga terjadi desak-desakan dan jatuhnya korban jiwa.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
DVI Polri kembali identifikasi satu jenazah korban gempa Cianjur
Jumat, 02 Desember 2022 - 18:32 WIB

DVI Polri kembali identifikasi satu jenazah korban gempa Cianjur

Elshinta.com, Tim Identifikasi Korban Bencana (Disaster Victim Identification/DVI) Polri kembali ber...
Partisipasi donor darah warga Kumpulrejo, Salatiga cukup tinggi 
Jumat, 02 Desember 2022 - 16:46 WIB

Partisipasi donor darah warga Kumpulrejo, Salatiga cukup tinggi 

Elshinta.com, Kegiatan donor darah di Kelurahan Kumpulrejo,  Salatiga, Jawa tengah, Jumat (2/12) di...
Mitigasi struktural solusi cegah abrasi pantai di Mataram
Jumat, 02 Desember 2022 - 15:29 WIB

Mitigasi struktural solusi cegah abrasi pantai di Mataram

Elshinta.com, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengat...
12 penumpang Bus Shantika luka setelah terguling di Cipali
Jumat, 02 Desember 2022 - 13:48 WIB

12 penumpang Bus Shantika luka setelah terguling di Cipali

Elshinta.com, Kanit Gakkum Satlantas Polres Majalengka, Jawa Barat Ipda Yudi Simanjuntak mengatakan ...
Presiden tekankan sejumlah hal terkait penyelenggaraan pemilu
Jumat, 02 Desember 2022 - 12:24 WIB

Presiden tekankan sejumlah hal terkait penyelenggaraan pemilu

Elshinta.com, Presiden RI Joko Widodo menekankan sejumlah hal yang patut diperhatikan Komisi Pemili...
Pemkot Magelang boyong enam penghargaan STBM Award 2022
Jumat, 02 Desember 2022 - 12:11 WIB

Pemkot Magelang boyong enam penghargaan STBM Award 2022

Elshinta.com, Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang, Jawa Tengah berhasil memboyong enam tanda pengharga...
Gelar Sosialisasi UU Pers, PWI Kudus sasar instansi pemerintah dan masyarakat
Jumat, 02 Desember 2022 - 11:58 WIB

Gelar Sosialisasi UU Pers, PWI Kudus sasar instansi pemerintah dan masyarakat

Elshinta.com, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyelenggarakan sosi...
 Soal video viral utang Pemda Rp28 miliar, Dedi Mulyadi siap lunasi 
Jumat, 02 Desember 2022 - 10:25 WIB

Soal video viral utang Pemda Rp28 miliar, Dedi Mulyadi siap lunasi 

Elshinta.com, Belakangan ini jagat dunia maya dan media massa dihebohkan dengan video viral Bupati P...
Angin kencang rusak rumah warga di Ambon
Jumat, 02 Desember 2022 - 09:11 WIB

Angin kencang rusak rumah warga di Ambon

Elshinta.com, Hujan disertai angin kencang berdampak pada tumbangnya pohon merusak rumah warga di se...
IISIA sebut industri baja nasional meningkat pesat
Jumat, 02 Desember 2022 - 08:11 WIB

IISIA sebut industri baja nasional meningkat pesat

Elshinta.com, Ketua Umum The Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim menyamp...

InfodariAnda (IdA)