Kemendikbudristek: Ancaman kepunahan bahasa daerah sangat besar

Elshinta
Selasa, 04 Oktober 2022 - 17:29 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Kemendikbudristek: Ancaman kepunahan bahasa daerah sangat besar
Tangkapan layar Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudrisek) E. Aminudin Aziz dalam webinar `Menjaga Bahasa Memuliakan Bangsa`, Jakarta, Selasa (04/10/2022). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

Elshinta.com - Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) E. Aminudin Aziz mengatakan Indonesia akan mendapatkan ancaman kepunahan bahasa daerah yang sangat besar.

Hal tersebut ia katakan berdasarkan pada hasil kajian yang dilakukan badan itu pada 2021, menunjukkan bahwa jumlah bahasa daerah yang rentan bertambah empat bahasa, mengalami kemunduran bertambah 14 bahasa, dan terancam punah bertambah tiga bahasa.

“Artinya bahwa kita akan mendapatkan ancaman kepunahan bahasa daerah kita itu sangat besar. Oleh karena itu, kita perlu melakukan upaya,” kata Aminudin dalam webinar “Menjaga Bahasa Memuliakan Bangsa” secara virtual, di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan sebelumnya pihaknya telah melakukan kajian pada 2019 yang menemukan terdapat 11 bahasa daerah yang punah. Pada kajian tahun 2019 itu pula disebutkan terdapat 27 bahasa daerah yang rentan, 29 bahasa daerah yang mengalami kemunduran, dan 26 bahasa daerah terancam punah.

Sementara itu, bahasa daerah yang dikategorikan masih aman atau masih dipakai oleh semua orang dalam etnik berjumlah 18 bahasa serta yang mengalami kondisi kritis atau dituturkan hanya kelompok masyarakat berusia 40 tahun ke atas sebanyak delapan bahasa.

“Kepunahan ini terjadi terutama karena penutur bahasa tidak lagi menggunakan atau mewariskan bahasa tersebut ke generasi berikutnya,” kata Aminudin.

Menurut Data Pokok Kebahasaan dan Kesastraan, Indonesia memiliki 718 bahasa daerah yang teridentifikasi. Aminudin mengatakan wilayah Barat memiliki jumlah bahasa daerah yang sedikit, namun penduduknya banyak. Sementara wilayah Timur mempunyai jumlah bahasa daerah yang banyak akan tetapi jumlah penduduknya sedikit.

“Ini berbanding terbalik dan ini tentu saja akan menjadikan upaya untuk melestarikan bahasa-bahasa dan sastra daerah ini menjadi berat kalau melihat fakta seperti ini,” katanya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Ganjar Harimansyah menambahkan sejumlah bahasa atau sastra terancam punah atau mengalami kemunduran menandakan terjadinya gangguan dalam pewarisan, terutama generasi muda yang enggan lagi menggunakan bahasa tersebut.

“Oleh karena itu Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melakukan upaya agar eksistensi bahasa dan sastra itu tetap ada dengan melakukan revitalisasi bahasa daerah yang pada tahun ini dilakukan di 12 provinsi,” kata Ganjar.

Adapun revitalisasi bahasa terbagi menjadi tiga model, yaitu model A, B, dan C. Ia menjelaskan model A lebih cenderung kepada bahasa daerah yang memang sudah masuk dalam kurikulum sekolah atau revitalisasi berbasis sekolah.

Berbeda dengan revitalisasi model A, pada model B dan C mengadaptasi basis komunitas atau campuran, seperti komunitas dan sekolah atau komunitas dan kelompok tertentu seperti gereja, masjid, dan sebagainya.

“Untuk terutama di kalangan penutur generasi muda, baik penutur sastra lisan maupun bahasanya, kami melakukan revitalisasi dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama pemerintah daerah,” katanya.

Ganjar juga mengatakan bahwa peraturan perundang-undangan telah mengamanatkan revitalisasi bahasa dan sastra daerah merupakan wewenang pemerintah daerah, sedangkan Badan Bahasa sebagai refleksi dari pemerintah pusat melakukan koordinasi, fasilitasi, serta mendorong untuk ikut serta dalam melestarikan bahasa dan sastra daerah sehingga eksistensinya tetap terjaga.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Kemacetan di Bali akibat antrean solar subsidi
Rabu, 07 Desember 2022 - 10:24 WIB

Kemacetan di Bali akibat antrean solar subsidi

Elshinta.com, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bali IGW Samsi Gunarta mengatakan pihaknya mulai mel...
Badan Pangan pastikan Cadangan Beras Pemerintah tersedia
Rabu, 07 Desember 2022 - 08:51 WIB

Badan Pangan pastikan Cadangan Beras Pemerintah tersedia

Elshinta.com, Pemerintah secara penuh menjamin dan memastikan ketersediaan pangan masyarakat secara ...
Dishub Bali sebut ada kemacetan akibat antrean solar subsidi
Rabu, 07 Desember 2022 - 08:27 WIB

Dishub Bali sebut ada kemacetan akibat antrean solar subsidi

Elshinta.com, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bali IGW Samsi Gunarta mengatakan pihaknya mulai mel...
Sebagian besar kota di Indonesia diperkirakan cerah berawan
Rabu, 07 Desember 2022 - 07:31 WIB

Sebagian besar kota di Indonesia diperkirakan cerah berawan

Elshinta.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sebagian besar kota di ...
Puluhan rumah di Waru Sidoarjo rusak diterjang angin kencang
Rabu, 07 Desember 2022 - 00:11 WIB

Puluhan rumah di Waru Sidoarjo rusak diterjang angin kencang

Elshinta.com, Puluhan rumah di Desa Bungurasih dan Desa Medaeng, Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, ...
Warga satu dusun di Desa Jugosari terisolir dampak lahar dingin Semeru
Selasa, 06 Desember 2022 - 23:55 WIB

Warga satu dusun di Desa Jugosari terisolir dampak lahar dingin Semeru

Elshinta.com, Warga satu dusun di Desa Jugosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terisolasi karena sa...
Pemkab Bogor butuh 80 nakes untuk buka layanan RSUD Parung
Selasa, 06 Desember 2022 - 23:41 WIB

Pemkab Bogor butuh 80 nakes untuk buka layanan RSUD Parung

Elshinta.com, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Jawa Barat membutuhkan sekitar 80 tenaga kes...
OJK pantau 22 P2P Lending dengan kredit macet di atas 5 persen
Selasa, 06 Desember 2022 - 23:25 WIB

OJK pantau 22 P2P Lending dengan kredit macet di atas 5 persen

Elshinta.com, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini sedang memantau 22 perusahaan Peer-to-Peer (P2P...
Danrem 172/PWY apresiasi putri Papua di ajang Putri Ekowisata
Selasa, 06 Desember 2022 - 23:11 WIB

Danrem 172/PWY apresiasi putri Papua di ajang Putri Ekowisata

Elshinta.com, Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring menyatakan apresiasi atas prestasi yang diraih...
BPBD Bantul sebut terjangan puting beliung berdampak di 142 titik
Selasa, 06 Desember 2022 - 22:55 WIB

BPBD Bantul sebut terjangan puting beliung berdampak di 142 titik

Elshinta.com, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meny...

InfodariAnda (IdA)