PUPR: Kenaikan suku bunga Fed tidak akan pengaruhi rumah subsidi

Elshinta
Selasa, 04 Oktober 2022 - 17:53 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
PUPR: Kenaikan suku bunga Fed tidak akan pengaruhi rumah subsidi
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna di Jakarta, Selasa (4/10/2022). Kementerian PUPR mengungkapkan kenaikan suku bunga The Fed tidak akan mempengaruhi suku bunga rumah subsidi. ANTARA/Aji Cakti

Elshinta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan bahwa kenaikan suku bunga yang dilakukan bank sentral Amerika Serikat yakni Federal Reserve (Fed) tidak akan mempengaruhi suku bunga rumah subsidi di Indonesia.

"Kenaikan suku bunga The Fed tidak akan mempengaruhi rumah subsidi," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna di Jakarta, Selasa.

Menurut Herry, hal tersebut dikarenakan komitmen pemerintah melalui Kementerian PUPR tetap menggunakan suku bunga 5 persen untuk bantuan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Yang bisa dilakukan dari sisi Kementerian PUPR adalah membuat cicilan (rumah) yang terjangkau dalam bentuk bantuan dan kemudahan," katanya.

Kementerian PUPR tetap menggunakan suku bunga untuk FLPP pada angka 5 persen, walaupun untuk membuat suku bunga 5 persen itu, hampir 87,5 persen dari harga rumah harus disediakan di awal. Padahal suku bunga KPR perumahan di pasar bisa mencapai 11 sampai dengan 12 persen.

Dengan demikian, pemerintah sudah memberikan bantuan dan kemudahan sangat besar agar masyarakat bisa memiliki hunian pribadi berupa rumah subsidi.

Bentuk kemudahan lainnya dari Kementerian PUPR kepada masyarakat diberikan melalui program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sehingga cicilan menjadi lebih rendah.

"Program lainnya yang perlu kami eksplorasi kembali adalah subsidi selisih bunga, jadi masyarakat tetap membayar dengan bunga yang terjangkau dan kelebihannya yang diintervensi oleh pemerintah," kata Herry.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri (Menkeu) Mulyani Indrawati mengatakan akan terus mengantisipasi dampak kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed) senilai 75 basis poin (bps) ke kisaran 3,00 sampai 3,25 persen.

Kenaikan suku bunga acuan The Fed berpotensi memperlemah pertumbuhan ekonomi AS yang juga akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dunia, sehingga Menkeu RI akan terus mengantisipasinya.

Sri Mulyani menyebut setiap negara, terutama negara-negara berkembang, perlu memperkuat resiliensi untuk menghadapi risiko capital outflow. Sejak AS menormalisasi kebijakan melalui kenaikan suku bunga acuan The Fed pada 2022, capital outflow sudah terjadi dari negara berkembang sehingga International Monetary Fund (IMF) memprediksi 60 negara akan kesulitan membiayai anggaran atau membayar utang mereka.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Pemkab Malang bantu logistik kebutuhan pengungsi di Pronojiwo Lumajang
Rabu, 07 Desember 2022 - 11:05 WIB

Pemkab Malang bantu logistik kebutuhan pengungsi di Pronojiwo Lumajang

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten Malang membantu penyaluran logistik untuk memenuhi kebutuhan para...
Kemacetan di Bali akibat antrean solar subsidi
Rabu, 07 Desember 2022 - 10:24 WIB

Kemacetan di Bali akibat antrean solar subsidi

Elshinta.com, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bali IGW Samsi Gunarta mengatakan pihaknya mulai mel...
Badan Pangan pastikan Cadangan Beras Pemerintah tersedia
Rabu, 07 Desember 2022 - 08:51 WIB

Badan Pangan pastikan Cadangan Beras Pemerintah tersedia

Elshinta.com, Pemerintah secara penuh menjamin dan memastikan ketersediaan pangan masyarakat secara ...
Dishub Bali sebut ada kemacetan akibat antrean solar subsidi
Rabu, 07 Desember 2022 - 08:27 WIB

Dishub Bali sebut ada kemacetan akibat antrean solar subsidi

Elshinta.com, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bali IGW Samsi Gunarta mengatakan pihaknya mulai mel...
Sebagian besar kota di Indonesia diperkirakan cerah berawan
Rabu, 07 Desember 2022 - 07:31 WIB

Sebagian besar kota di Indonesia diperkirakan cerah berawan

Elshinta.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sebagian besar kota di ...
Puluhan rumah di Waru Sidoarjo rusak diterjang angin kencang
Rabu, 07 Desember 2022 - 00:11 WIB

Puluhan rumah di Waru Sidoarjo rusak diterjang angin kencang

Elshinta.com, Puluhan rumah di Desa Bungurasih dan Desa Medaeng, Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, ...
Warga satu dusun di Desa Jugosari terisolir dampak lahar dingin Semeru
Selasa, 06 Desember 2022 - 23:55 WIB

Warga satu dusun di Desa Jugosari terisolir dampak lahar dingin Semeru

Elshinta.com, Warga satu dusun di Desa Jugosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terisolasi karena sa...
Pemkab Bogor butuh 80 nakes untuk buka layanan RSUD Parung
Selasa, 06 Desember 2022 - 23:41 WIB

Pemkab Bogor butuh 80 nakes untuk buka layanan RSUD Parung

Elshinta.com, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Jawa Barat membutuhkan sekitar 80 tenaga kes...
OJK pantau 22 P2P Lending dengan kredit macet di atas 5 persen
Selasa, 06 Desember 2022 - 23:25 WIB

OJK pantau 22 P2P Lending dengan kredit macet di atas 5 persen

Elshinta.com, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini sedang memantau 22 perusahaan Peer-to-Peer (P2P...
Danrem 172/PWY apresiasi putri Papua di ajang Putri Ekowisata
Selasa, 06 Desember 2022 - 23:11 WIB

Danrem 172/PWY apresiasi putri Papua di ajang Putri Ekowisata

Elshinta.com, Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring menyatakan apresiasi atas prestasi yang diraih...

InfodariAnda (IdA)