Imigrasi: Pemohon paspor harus berikan keterangan jujur cegah penipuan

Elshinta
Kamis, 06 Oktober 2022 - 22:36 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Imigrasi: Pemohon paspor harus berikan keterangan jujur cegah penipuan
Ilustrasi tim Penyidik Polresta Surakarta saat memperlihatan seratusan buku paspor milik jemaah yang dijadikan barang bukti kasus penipuan Biro Umrah PT Utsmaniyah Hannien Tour di Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah, Senin. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Elshinta.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mengatakan pemohon pengajuan pembuatan paspor harus memberikan keterangan yang jujur kepada petugas guna mencegah terjadinya penipuan di luar negeri.

"Sangat penting bagi pemohon paspor untuk memberikan keterangan yang jujur dan benar dalam pengurusan paspor," kata Subkoordinator Humas Ditjen Imigrasi Achmad Nur Saleh di Jakarta, Kamis.

Ia mengemukakan hal itu menyusul adanya pengaduan yang masuk ke Ditjen Imigrasi tentang warga negara Indonesia yang mengaku jadi korban penipuan di luar negeri.

Pengadu tersebut menceritakan suami dan beberapa orang lainnya tiba di Kamboja untuk sebuah pekerjaan. Namun, setibanya di sana yang bersangkutan tidak diberikan pekerjaan dan justru disekap.

Selain paspornya disita, pihak yang mengaku korban penipuan juga harus bayar sejumlah uang agar bisa keluar dari negara tersebut.

Saleh mengatakan bahwa persoalan itu menjadi keprihatinan bersama. Namun, sayangnya penyelesaiannya bukan perkara mudah sebab pada tahap ini imigrasi Indonesia tidak bisa berbuat banyak karena sudah masuk ke ranah perlindungan WNI di luar negeri.

Menurut dia, biasanya saat pengurusan paspor akan dimintakan dokumen tambahan bergantung pada tujuan penggunaan paspor. Misalnya, untuk umrah atau haji pemohon akan dimintakan surat rekomendasi dari Kementerian Agama. Demikian juga bagi yang akan bekerja.

"Pada sesi wawancara petugas juga biasanya akan menggali lebih dalam terkait dengan tujuan pembuatan paspor," kata dia.

Biasanya, kata dia, pemohon yang memberikan keterangan palsu atau tidak benar terlihat dari bahasa tubuh, seperti gelisah dan gagap. Bila ditemukan hal demikian, petugas tidak akan menerbitkan paspornya.

Pada kesempatan itu, dia memberikan tips bagi calon pemohon pengajuan paspor saat wawancara dengan petugas. Pertama, memastikan memiliki dokumen pendukung yang lengkap sebelum datang ke kantor imigrasi.

Kedua, memberikan keterangan secara jujur dan tidak bertele-tele mengenai tujuan penggunaan paspor, serta berbicara dengan artikulasi yang jelas dan yakin.

"Persiapkan diri bila petugas meminta bukti pendukung dari pernyataan Anda pada saat wawancara," tambah dia.

Perlu diketahui, pemohon yang memberikan data tidak sah atau keterangan yang tidak benar untuk memperoleh paspor terancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp500 juta.

"Sesi wawancara pada penerbitan paspor menjadi upaya Imigrasi dalam perlindungan WNI serta pencegahan dari hulu berbagai macam modus perdagangan manusia," jelas dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Imigrasi tahan seorang WNA pengguna paspor palsu
Senin, 28 November 2022 - 19:02 WIB

Imigrasi tahan seorang WNA pengguna paspor palsu

Elshinta.com, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandara Internasional Soeka...
Tim SAR Babel evakuasi 17 serpihan helikopter milik Polri
Senin, 28 November 2022 - 16:03 WIB

Tim SAR Babel evakuasi 17 serpihan helikopter milik Polri

Elshinta.com, Tim SAR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengevakuasi 17 serpihan kecelakaa...
Kasus perundungan siswi SD di Ternate berakhir damai
Senin, 28 November 2022 - 14:41 WIB

Kasus perundungan siswi SD di Ternate berakhir damai

Elshinta.com, Kasus seorang siswi SD di Ternate, Maluku Utara (Malut), dengan video terkait perundun...
Basarnas pindahkan posko pencarian helikopter Polri di Belitung Timur
Senin, 28 November 2022 - 14:19 WIB

Basarnas pindahkan posko pencarian helikopter Polri di Belitung Timur

Elshinta.com, Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) memindahkan posko pencarian Helikopter NBO-105 Polri...
Tim SAR Babel evakuasi 17 serpihan helikopter milik Polri
Senin, 28 November 2022 - 14:07 WIB

Tim SAR Babel evakuasi 17 serpihan helikopter milik Polri

Elshinta.com, Tim SAR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengevakuasi 17 serpihan kecelakaa...
Polri: Helikopter P-1103 jatuh karena cuaca
Senin, 28 November 2022 - 13:55 WIB

Polri: Helikopter P-1103 jatuh karena cuaca

Elshinta.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad R...
KPK panggil Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai tersangka
Senin, 28 November 2022 - 13:42 WIB

KPK panggil Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai tersangka

Elshinta.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai tersang...
Helikopter Polri hilang kontak di Belitung Timur layak terbang
Senin, 28 November 2022 - 13:09 WIB

Helikopter Polri hilang kontak di Belitung Timur layak terbang

Elshinta.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad R...
Polres Kupang duga tiga jasad yang ditemukan meninggal saat panah ikan
Senin, 28 November 2022 - 11:40 WIB

Polres Kupang duga tiga jasad yang ditemukan meninggal saat panah ikan

Elshinta.com, Kepolisian Resor Kupang Polda Nusa Tenggara Timur menduga tiga jasad yang ditemukan da...
Polisi selidiki kebakaran puluhan kios di Pasar Cinde Palembang
Senin, 28 November 2022 - 11:28 WIB

Polisi selidiki kebakaran puluhan kios di Pasar Cinde Palembang

Elshinta.com, Aparat kepolisian menyelidiki peristiwa kebakaran yang menghanguskan puluhan kios peda...

InfodariAnda (IdA)