PVMBG ungkap potensi pergerakan tanah saat musim hujan

Elshinta
Kamis, 06 Oktober 2022 - 22:24 WIB | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Antara
PVMBG ungkap potensi pergerakan tanah saat musim hujan
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi pergerakan tanah saat musim hujan untuk meminimalkan risiko bencana.

Kepala PVMBG Hendra Gunawan mengatakan Indonesia memiliki curah hujan tinggi dengan kontur tanah bergelombang dan tersusun dari bebatuan lemah sehingga rentan mengalami pelapukan dan longsoran.

"Kami secara rutin sudah menyampaikan peta prakiraan gerakan tanah yang dikirim ke seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Kami berharap dengan adanya penyampaian peta prakiraan gerakan tanah itu menimbulkan kehati-hatian terutama saat hujan," kata Hendra dalam konferensi pers informasi bencana geologi yang dipantau di Jakarta, Kamis (6/10).

Sebagai negara dengan jumlah gunung api aktif terbanyak di dunia mencapai 127 gunung api membuat Indonesia memiliki jenis tanah pelapukan hasil dari letusan gunung api.

Tanah jenis itu memiliki komposisi sebagian besar lempung dengan sedikit pasir dan bersifat subur. Tanah pelapukan yang berada di atas batuan kedap air pada perbukitan maupun pegunungan dengan kemiringan sedang hingga terjal berpotensi mengakibatkan pergerakan tanah saat hujan dengan intensitas tinggi.

Apabila perbukitan dan pegunungan tersebut tidak ditanami pohon dengan akar kuat dan dalam maka daerah itu rawan terjadi gerakan tanah.

Hendra meminta pemerintah daerah menyosialisasikan peta prakiraan pergerakan tanah itu hingga ke tingkat desa agar masyarakat yang bermukim di daerah rawan pergerakan tanah bisa memperoleh informasi.

Selain mengirim peta peringatan dini gerakan tanah secara fisik, peta versi digitalnya juga bisa dilihat langsung melalui laman resmi https://vsi.esdm.go.id/ terkait kebencanaan geologi Kementerian ESDM.

Hendra menuturkan saat ini pihaknya sedang mengakselerasi semua peta kawasan rawan bencana, termasuk gerakan tanah agar bisa diakses secara mudah oleh masyarakat.

"Kami juga selalu menerima kalau ada pertanyaan langsung terhadap fenomena yang dilaporkan oleh masyarakat setempat," ujarnya.

Pada 14 September 2022, hujan dengan intensitas tinggi dan kondisi tanah yang labil memicu fenomena pergerakan tanah di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Gerakan tanah itu menyebabkan 278 kepala keluarga atau 1.020 jiwa terdampak dan tidak ada korban jiwa dalam fenomena geologi tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian PVMBG, Babakan Madang masuk dalam potensi pergerakan tanah tinggi.

Zona itu sering terjadi gerakan tanah terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, sedangkan gerakan tanah lama dan baru masih aktif bergerak akibat curah hujan tinggi dan erosi yang kuat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Yogyakarta dorong pelaku UKM manfaatkan e-katalog produk lokal
Jumat, 09 Desember 2022 - 21:07 WIB

Yogyakarta dorong pelaku UKM manfaatkan e-katalog produk lokal

Elshinta.com, Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong pelaku usaha kecil mikro untuk memanfaatkan pelua...
BPJAMSOSTEK pastikan korban ledakan tambang dapat perawatan maksimal
Jumat, 09 Desember 2022 - 20:31 WIB

BPJAMSOSTEK pastikan korban ledakan tambang dapat perawatan maksimal

Elshinta.com, BPJAMSOSTEK Cabang Solok memastikan tenaga kerja yang menjadi korban ledakan tambang b...
Pemerintah Jayawijaya latih masyarakat produksi ikan asin
Jumat, 09 Desember 2022 - 19:43 WIB

Pemerintah Jayawijaya latih masyarakat produksi ikan asin

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan melatih masyarakat tiga dis...
Pemkab Nagekeo dan BPOLBF bersinergi kembangkan Kampung Adat Kawa
Jumat, 09 Desember 2022 - 18:33 WIB

Pemkab Nagekeo dan BPOLBF bersinergi kembangkan Kampung Adat Kawa

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, bersinergi dengan Badan Pelaksana O...
Polres Pekalongan Kota gagas Jumat Berkah Sarapan Kanggo Warga
Jumat, 09 Desember 2022 - 18:09 WIB

Polres Pekalongan Kota gagas Jumat Berkah Sarapan Kanggo Warga

Elshinta.com, Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Jawa Tengah, menggagas program `Jumat Berkah Sarapan...
Rupiah naik di tengah ekspektasi pelonggaran kebijakan COVID-19 China
Jumat, 09 Desember 2022 - 17:51 WIB

Rupiah naik di tengah ekspektasi pelonggaran kebijakan COVID-19 China

Elshinta.com, Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta jelang akhir pekan ...
Apkasindo siap bantu petani dapatkan dana hibah
Jumat, 09 Desember 2022 - 17:45 WIB

Apkasindo siap bantu petani dapatkan dana hibah

Elshinta.com, Apkasindo (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) Perjuangan se-Kabupaten Ketapang, K...
Asita Bali minta pemerintah keluarkan penjelasan soal KUHP pada wisman
Jumat, 09 Desember 2022 - 17:09 WIB

Asita Bali minta pemerintah keluarkan penjelasan soal KUHP pada wisman

Elshinta.com, Sekretaris Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali I Nyom...
Status Gunung Semeru turun menjadi level Siaga
Jumat, 09 Desember 2022 - 16:21 WIB

Status Gunung Semeru turun menjadi level Siaga

Elshinta.com, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menurunkan statu...
Forum ICAWE di Bali, solusi masa depan Afghanistan 
Jumat, 09 Desember 2022 - 15:57 WIB

Forum ICAWE di Bali, solusi masa depan Afghanistan 

Elshinta.com, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) bersama Qatar telah menggelar Fo...

InfodariAnda (IdA)