Pentingnya menahan diri dalam berekspresi di media sosial

Elshinta
Sabtu, 08 Oktober 2022 - 11:34 WIB | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Antara
Pentingnya menahan diri dalam berekspresi di media sosial
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung Rita Gani menekankan pentingnya menahan diri dalam berekspresi di media sosial untuk menghindari timbulnya masalah.

"Sebaiknya kita perlu menahan diri dalam berekspresi di media sosial karena memang ada batasannya,” ujar Rita dalam rilis pers yang diterima, Jumat (7/10).

Hal itu disampaikannya dalam webinar bertema “Etika Penyampaian Opini & Kritik di Ruang Digital” di Makassar, Sulawesi Selatan, yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Gita mengatakan perkembangan teknologi digital saat ini tumbuh begitu pesat. Pengguna internet di Indonesia pada awal 2022 tercatat sebanyak 210 juta pengguna atau sekitar 77 persen dari populasi Indonesia.

Namun, tingginya penetrasi penggunaan internet di Indonesia menyisakan masalah, salah satunya adalah ekspresi di dunia digital yang berlebihan.

“Hal yang berlebihan itu mencakup komentar, maupun memposting segala sesuatu, bahkan yang sifatnya pribadi sekalipun di media sosial," kata dia.

Rita mengatakan, ketika seseorang tak mampu menahan diri, kerap kali apa yang disampaikan di media sosial berujung pada masalah.

Dia mencontohkan cara memberi kritikan pada pihak lain di media sosial yang buruk, seperti menggunakan kata kasar atau memaki yang berpotensi disomasi.

Kritik, menurut dia, tidaklah terlarang, tetapi sebaiknya diberikan dengan cara yang positif dan konstruktif. Cara menyampaikan kritik di media sosial bisa diawali dengan pernyataan maaf, lalu menyebutkan hal-hal yang dirasa sudah baik.

"Kemudian, kritiklah pada hal-hal yang konkret dan bisa diperbaiki. Hindari pernyataan yang bersifat asumsi dan tambahkan kata-kata motivasi,” ucapnya.

Sementara itu, CTO MEC Indonesia, Dedy Triawan yang juga menjadi pembicara dalam webinar, mengutarakan pentingnya menggunakan bahasa yang santun dalam bermedia sosial.

Menurut dia, penggunaan bahasa yang baik dan benar harus berpatokan pada etika dan tata krama yang ada. Selain itu, sebelum mengunggah atau memberi komentar di media sosial, saring terlebih dahulu apakah ada kata atau kalimat yang kurang tepat.

“Hindari kata-kata atau kalimat yang berpotensi menyeret ke ranah hukum. Gunakan bahasa yang sopan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ucapnya.

Dedy menambahkan, hal penting dalam penggunaan bahasa di dunia digital adalah menggunakan kata yang sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Lalu, hindari bahasa yang diskriminatif dan rasis. Terakhir, hindari konten yang mengandung hoaks atau kabar bohong.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kemenkominfo, diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.

Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Sulawesi dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan komunitas cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Aplikasi RUTENA, cara cepat pendataan kerusakan rumah akibat bencana
Sabtu, 21 Januari 2023 - 14:45 WIB

Aplikasi RUTENA, cara cepat pendataan kerusakan rumah akibat bencana

Elshinta.com, Negara Indonesia berada di daerah rawan bencana karena berada di wilayah lingkaran api...
Panduan Feng Shui untuk obrolan yang lebih baik di WhatsApp
Selasa, 17 Januari 2023 - 12:56 WIB

Panduan Feng Shui untuk obrolan yang lebih baik di WhatsApp

Elshinta.com, Dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek menyambut Tahun Kelinci, WhatsApp berbincang d...
Perkuat komitmen sebagai partai modern, PDIP luncurkan aplikasi MPP
Senin, 09 Januari 2023 - 20:11 WIB

Perkuat komitmen sebagai partai modern, PDIP luncurkan aplikasi MPP

Elshinta.com, Jelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50, PDI Perjuangan (PDIP) memegang teguh ide...
Raih 3 juta subcribers, ini kata Youtuber muda William GZ
Rabu, 04 Januari 2023 - 20:58 WIB

Raih 3 juta subcribers, ini kata Youtuber muda William GZ

Elshinta.com, Menjadi Youtuber sukses menjadi impian bagi banyak orang. Dikenal sebagai public figur...
26 Jenis Invoice Pembelian yang Umum Beserta Rekomendasi Invoice Generator
Rabu, 28 Desember 2022 - 17:07 WIB

26 Jenis Invoice Pembelian yang Umum Beserta Rekomendasi Invoice Generator

Elshinta.com, Banyak bisnis menggunakan sistem invoice faktur yang kemungkinan besar akan menyertaka...
Bagaimana Cara Software Payroll Indonesia Dapat Membantu Kendala HR Terpecahkan?
Rabu, 28 Desember 2022 - 17:03 WIB

Bagaimana Cara Software Payroll Indonesia Dapat Membantu Kendala HR Terpecahkan?

Elshinta.com, Dengan software payroll Indonesia manajemen karyawan akan lebih baik lagi. Dengan SDM...
 Permudah nelayan lewat sistem informasi terintegrasi, Ganjar siapkan aplikasi Siandin 
Sabtu, 24 Desember 2022 - 16:32 WIB

Permudah nelayan lewat sistem informasi terintegrasi, Ganjar siapkan aplikasi Siandin 

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyiapkan aplikasi Sistem Informasi Kela...
Telkom kenalkan teknologi digital sektor peternakan
Kamis, 01 Desember 2022 - 23:25 WIB

Telkom kenalkan teknologi digital sektor peternakan

Elshinta.com, Perusahaan telekomunikasi nasional PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui ...
Google Maps punya fitur mencari stasiun isi ulang EV di AS
Sabtu, 19 November 2022 - 11:45 WIB

Google Maps punya fitur mencari stasiun isi ulang EV di AS

Elshinta.com, Seiring berkembangnya dunia elektrifikasi di industri otomotif, Google Maps menghadirk...
Kecanggihan medsos dikhawatirkan degradasi budaya bangsa
Sabtu, 19 November 2022 - 09:24 WIB

Kecanggihan medsos dikhawatirkan degradasi budaya bangsa

Elshinta.com, Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad mengkhawatirkan kecanggihan media sosial (medsos) da...

InfodariAnda (IdA)