Tangkal paham radikal, Bupati Kudus ajak masyarakat bijak bermedsos
Elshinta.com, Masyarakat harus bijak dan teliti dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Karena medsos menjadi lahan favorit bagi penyebaran informasi hoax.

Elshinta.com - Masyarakat harus bijak dan teliti dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Karena medsos menjadi lahan favorit bagi penyebaran informasi hoax. Hal tersebut disampaikan Bupati Kudus Jawa Tengah Hartopo.
"Perlu diketahui, sepanjang tahun 2021 lalu, Kementerian Kominfo mencatat pemutusan akses terhadap 565.449 konten negatif yang ada di medsos. Karena medsos menjadi lahan favorit bagi penyebaran informasi hoax yg tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Parahnya lagi, dibagikan tanpa memperdulikan efek yang ditimbulkan," katanya dalam seminar Wawasan Kebangsaan, Jumat malam (7/10).
Ia mengajak masyarakat untuk mempererat jalinan silaturahmi dan mengembangkan sikap saling menghormati serta membangun semangat toleransi. "Jaga persatuan dan kesatuan bangsa dari ancaman disintegrasi. Apapun perbedaan etnis maupun agama, selama dalam bingkai Pancasila harus kokoh dan terus bersatu," pesan bupati seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Sabtu (8/10).
Wawasan Kebangsaan diperlukan untuk menjaga keutuhan NKRI. Sebagai warga negara, tentu masyarakat harus memahaminya. "Wawasan Kebangsaan bisa diartikan sebagai sebuah pemahaman mengenai semangat kebangsaan dan rasa memiliki bangsa yang utuh dalam persatuan dan kesatuan sebagai sumber keutuhan dan kekuatan bangsa," imbuhnya.