Dokter: Pemahaman pemberian MPASI yang benar jadi kunci cegah stunting

Elshinta
Selasa, 11 Oktober 2022 - 18:59 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Dokter: Pemahaman pemberian MPASI yang benar jadi kunci cegah stunting
Tangkapan layar dokter spesialis anak dr. Fitri Hartanto, Sp.A (K) dalam webinar `Kelas Orang Tua Hebat` yang diikuti di Jakarta, Selasa (11/10/2022). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

Elshinta.com - Dokter spesialis anak, Fitri Hartanto mengatakan keberhasilan keluarga dalam memahami kepentingan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang benar merupakan kunci keberhasilan dalam mencegah stunting.

“Anak yang trauma terhadap pembelajaran makan karena kita paksakan, anak yang kurang benar saat kita mengajari makan MPASI, menjadikan anak memiliki gangguan perilaku yang disebut picky eater atau pilih-pilih makanan,” kata dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam webinar “Kelas Orang Tua Hebat” yang diikuti di Jakarta, Selasa.

Fitri mengingatkan bahwa salah satu faktor terjadinya stunting karena asupan nutrisi yang kurang pada anak. Terkait dengan hal tersebut, ayah maupun ibu harus memiliki pemahaman yang sama dalam pemberian nutrisi melalui MPASI sesuai dengan kebutuhan untuk tumbuh kembang anak.

Sebelum memberikan MPASI, kata Fitri, orang tua harus mengetahui prinsip-prinsip pemberian MPASI. Salah satu prinsip utama, yaitu tetap memberikan ASI yang merupakan kebutuhan makronutrien, selain makanan pendamping dengan harapan bisa mendapatkan asupan mikronutrien. Prinsip selanjutnya adalah orang tua mengetahui tujuan awal pemberian MPASI.

Menurut Fitri, pemberian MPASI bertujuan untuk memberi kesempatan anak untuk belajar makan yang benar, menguatkan kemampuan dasar perkembangan serta mempersiapkan pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai kebutuhan anak.

Selanjutnya, orang tua perlu mengetahui waktu yang tepat dalam pemberian ASI. Sebagai contoh, ketika orang tua mengajarkan waktu makan sebanyak tiga kali dalam sehari, anak pun akan merasa bahwa dia harus makan dalam waktu tersebut.

Fitri mengatakan waktu tepat MPASI biasanya diperkenalkan pada anak saat menginjak usia 6 bulan yang ditandai dengan tanda-tanda nuerofisiologi, apakah anak sudah siap MPASI atau belum. Tanda-tanda tersebut termasuk anak bisa duduk tegak, gerakan ekstrusi menghilang, tidak mengeluarkan makanan dari mulut, tertarik makanan orang lain, mulut bergerak melihat orang lain makan, dan mudah lapar.

Selain itu, orang tua juga harus mengetahui apa itu responsive feeding, yaitu ketika anak harus bisa merespons dengan baik setiap makanan yang dimakan. Beberapa panduan responsive feeding, yaitu anak disuapi sambil belajar memegang alat-alat makan dan jangan memaksa jika anak menolak makanan.

Prinsip pemberian MPASI juga termasuk memahami persiapan dan penyimpanan bahan-bahan makanan secara aman. Kemudian tepat jumlah, konsistensi, dan frekuensi.

“Yang harus kita lakukan pada saat memberikan MPASI, berikan jumlah kalori yang konsisten dan frekuensi sesuai dengan kebutuhan dan usia anak. Orang tua juga harus tahu jumlahnya, konsistensi, kalori, frekuensi, ini semua perlu pengetahuan,” kata Fitri.

Prinsip pemberian MPASI lainnya yang tak kalah penting adalah penuhi kebutuhan nutrisi anak, baik makronutrien ataupun mikronutrien. Terakhir, berikan suplementasi vitamin dan mineral.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Anak bisa diedukasi soal area privasi sejak di bawah usia lima tahun
Kamis, 09 Februari 2023 - 19:00 WIB

Anak bisa diedukasi soal area privasi sejak di bawah usia lima tahun

Elshinta.com, Ketua Satgas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Eva Devita, SpA(...
Anak bisa diedukasi soal area privasi sejak di bawah usia lima tahun
Kamis, 09 Februari 2023 - 17:23 WIB

Anak bisa diedukasi soal area privasi sejak di bawah usia lima tahun

Elshinta.com, Ketua Satgas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Eva Devita, SpA(...
Orang tua berperan cegah anak terjerumus pergaulan bebas
Sabtu, 04 Februari 2023 - 10:45 WIB

Orang tua berperan cegah anak terjerumus pergaulan bebas

Elshinta.com, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Satreskrim Polres Sukabumi Ipt...
Disdik Mataram minta orang tua waspada kasus penculikan anak
Kamis, 02 Februari 2023 - 16:41 WIB

Disdik Mataram minta orang tua waspada kasus penculikan anak

Elshinta.com, Dinas Pendidikan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), meminta orang tua dan pihak ...
Anak korban penculikan rawan alami trauma
Rabu, 01 Februari 2023 - 09:35 WIB

Anak korban penculikan rawan alami trauma

Elshinta.com, Psikolog anak dan remaja dari Universitas Indonesia Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengat...
Kemenkes imbau berikan anak porsi makan sesuai kelompok usianya
Selasa, 24 Januari 2023 - 00:59 WIB

Kemenkes imbau berikan anak porsi makan sesuai kelompok usianya

Elshinta.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta orang tua untuk memberikan asupan gizi anak d...
Dokter anak tak sarankan lato-lato dimainkan balita
Minggu, 15 Januari 2023 - 19:45 WIB

Dokter anak tak sarankan lato-lato dimainkan balita

Elshinta.com, Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak DR D. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH tak me...
Psikolog imbau tidak abaikan jika anak enggan masuk sekolah usai liburan
Rabu, 04 Januari 2023 - 02:53 WIB

Psikolog imbau tidak abaikan jika anak enggan masuk sekolah usai liburan

Elshinta.com, Psikolog anak, remaja dan keluarga Rosdiana Setyaningrum MPsi, MHPEd mengingatkan aga...
Penting bagi ibu untuk tak lupa baik pada diri sendiri
Sabtu, 24 Desember 2022 - 12:03 WIB

Penting bagi ibu untuk tak lupa baik pada diri sendiri

Elshinta.com, Psikolog Febria Indra Hastati mengingatkan para ibu untuk tak lupa berbuat baik pada d...
Tips tingkatkan suasana hati ibu demi hindari `bad day`
Rabu, 21 Desember 2022 - 13:15 WIB

Tips tingkatkan suasana hati ibu demi hindari `bad day`

Elshinta.com, Kebahagiaan yang dirasakan seorang ibu dapat memberikan energi positif untuk keluargan...

InfodariAnda (IdA)