Gelar Doa Bersama, Wadankor Brimob: Penggunaan gas air mata perlu dievaluasi
Elshinta.com, Sebanyak 300 suporter bola dari Bonek, Aremania, Balistik, The Maczman, Persikmania, Sleman Fans, Bartman, Brajamusti, Peccot Mania, Mitra Mania, Setting Dhere, Panser Biru, L.A. Mania, Bubuhan Jakaltim, Viking, Barito Putra menggelar doa bersama Wadankor Brimob Polri, Irjen Pol. Setyo Boedi Moemponi Harso.

Elshinta.com - Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur dan memakan 132 korban meninggal, ratusan lain luka-luka beberapa waktu lalu menjadi kesedihan mendalam dalam hati tiap warga Indonesia khususnya penikmat bola. Sebanyak 300 suporter bola dari Bonek, Aremania, Balistik, The Maczman, Persikmania, Sleman Fans, Bartman, Brajamusti, Peccot Mania, Mitra Mania, Setting Dhere, Panser Biru, L.A. Mania, Bubuhan Jakaltim, Viking, Barito Putra menggelar doa bersama Wadankor Brimob Polri, Irjen Pol. Setyo Boedi Moemponi Harso.
Bertempat di Masjid As-Salam, Komplek Aspol Brimob Stalkuda, Balikpapan, Kalimantan Timur dimulai dengan salat isya berjamaah dan dilanjutkan dengan membacakan surah Yasin untuk korban yang meninggal dan dilanjutkan dengan tausiah.
“Hari ini bersama para suporter yang ada di Balikpapan kami turut berduka dan prihatin terhadap kejadian yang di Kanjuruhan, Malang sehingga kita bersama-sama memanjatkan doa sehingga korban bisa diterima di sisi Allah SWT dan kemudian yang masih dirawat bisa mendapat kesembuhan,” kata Setyo Budi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Rizkia, Rabu (12/10).
Ia mengharapkan kedepannya bisa menjadi bahan evaluasi dan bisa lebih maju lagi di bidang olahraga sepak bola. “Tentu ya kita mengacu dari Fifa dan PSSI dari segi keamanan di stadion, koordinasi antara pengelola dengan petugas juga suporter dan semua itu ada aturan-aturan yang perlu ada regulasi sehingga sepak bola nanti dalam penyelenggaraan nanti tertib dan itu harapan kita kedepannya,” terangnya lagi.
Disinggung penggunaan gas air mata pada pertandingan di Stadion Kanjuruhan lalu ia mengungkapkan pengunaan gas air mata dalam mengurai massa adalah hal yang sering dilakukan selama ini dan tidak ada masalah. “Ini juga sementara ini masih kami kaji kembali tentang penggunaannya dan sebenernya itu tidak mematikan dan sudah disampaikan juga oleh Kadiv Humas dan ahlinya penggunaan gas air mata tidak mematikan dan ini menjadi acuan kami dalam penggunaanya kedepannya nanti,” tutupnya.