Pimpinan adat Kutai respon positif pemindahan ibu kota ke IKN Nusantara
Elshinta.com, Pimpinan adat Kutai merespon positif terhadap rencana pemerintah pusat dalam memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dari Jakarta ke daerah mereka.

Elshinta.com - Pimpinan adat Kutai merespon positif terhadap rencana pemerintah pusat dalam memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dari Jakarta ke daerah mereka.
Pemangku Ketua Adat Kutai Lama Kesultanan Kukar Ing Martadipura, Setia Raja Abdul Munir meyakini, apa yang telah dijalankan oleh pemerintah saat ini bakal berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi dan terlindunginya cagar budaya kearifan lokal di Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Kami mengapresiasi positif dan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang dengan putusan tegasnya telah memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur," kata Raja Abdul Kamis (13/10).
"Sehingga ini memberi kemudahan untuk memperoleh pemerataan pembangunan bagi masyarakat luar Jawa," sambungnya.
Raja Abdul kemudian mengharapkan, kepindahan IKN di Kalimantan Timur tetap konsisten dipertahankan oleh pemerintah sesuai dengan UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN.
"Siapapun yang menjabat Presiden nantinya dan proses pembangunan infrastrukturnya segera terwujud secepatnya," tegasnya.
Lebih lanjut, ia pun menyatakan bahwa kepindahan IKN di Kaltim justru akan melindungi cagar budaya masyarakat lokal setempat, khususnya di Kutai Lama.
"Kami juga mengimbau kepada tokoh masyarakat Kutai Lama agar ikut bersama menjaga IKN dan mematuhi kearifan lokal dengan adat budaya Kutai Lama yang sementara ini masih terpelihara dengan baik," imbaunya dalam keterangan yang diterima Redaksi Elshinta.com, Kamis (13/10).
Selanjutnyta, kondisi progres pembangunan infrastruktur IKN saat ini menurut Raja Abdul, sudah berjalan dengan baik. Namun, dirinya juga tetap berharap agar pembangunan IKN tidak sebatas pembangunan fisik, akan tetapi juga memperhatikan pembangunan sosial budaya, SDM serta kearifan lokal di Kukar.
"Tetap dikembangkan dan dilestarikan keberadaannya," tegasnya.
Tidak hanya itu saja, Raja Abdul juga menambahkan, bahwa selaku ketua Adat Kesultanan Kukar di Kutai Lama, dirinya pun telah mendapat titah atau mandat langsung dari Sultan ke XXI Kukar Ing Martadipura yakni Sultan Aji Muhammad Arifin untuk melestarikan budaya dan situs Kesultanan Lama Kukar.
Kemudian, ia menyatakan bahwa sampai saat ini, beberapa cagar budaya seperti situs makam ulama, situs tepian batu bekas Keraton Lama, masih terjaga dengan baik. Demikian pula di bidang pengembangan Seni Budaya Tari Jepen dan Adat Istiadat Budaya juga masih tetap terpelihara dengan baik