Bedah buku 'Mencintai Munir', Suciwati: Fokus berjuang di pilar-pilar HAM
Elshinta.com, Mencintai hidup itu seperti sesuatu yang tidak bisa dilepaskan apalagi dengan tantangan.

Elshinta.com - Mencintai hidup itu seperti sesuatu yang tidak bisa dilepaskan apalagi dengan tantangan. “Dan hanya orang hidup yang membela orang mati,” demikian diungkapkan istri alm. aktivis HAM, Munir, Suciwati saat memberikan komentar dalam diskusi dan bedah buku berjudul “Mencintai Munir“ yang digelar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang, Jumat (14/10).
"Dan inilah yang menjadi spirit, meski adakalanya ada titik dimana timbul keinginan untuk menyusul suami saya, Munir," ungkap Suciwati seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris.
Suciwati mengakui, dari sinilah menggerakkan dirinya untuk lebih fokus berjuang di pilar-pilar hak asasi manusia, dan dari sinilah semua pihak ikut mendorong baik dari seniman hingga pemerintah setempat hingga terwujud Museum Munir di Kota Batu, Malang.
Sementara itu Al Araf peneliti senior Imprasial mengapresiasi bedah buku Mencintai Munir.
“Ada kritikan cukup pedas dari buku dimana membuat saya luar biasa, dimana Munir hidupnya untuk keadilan korban tetapi yang tidak habis pikir rejekinya dibagikan pada keluarga korban seperti saat mendapat hadiah Rp500 juta justru dikembalikan ke Kontras meski dia sangat membutuhkan,” jelasnya.