Supertext suguhkan layanan SMSGroup atasi kesenjangan digital di Indonesia
Sumber foto: Izan Rajarjo/elshinta.com.Layanan internet yang belum merata menjadi persoalan yang sampai saat belum terselesaikan. Masalah layanan internet yang tidak merata semakin dirasakan di tengah pembelajaran online disaat pandemi saat ini.
Masalah belum meratanya layanan internet di Indonesia kini terbuka peluang untuk bisa diatasi dengan hadirnya Supertext dengan produk smsgroup. Supertext dengan smsgroup mampu mengatasi sulitnya komunikasi secara digital. Bahkan dipelosok-pelosok dari Sabang sampai Merauke dari Mianggas sampai Rote layanan ini diklaim lancar disaat saat layanan internet susah.
Pendiri layanan Supertext, Martin Jacobson menjelaskan bahwa Supertext berkomitmen membantu masyarakat Indonesia baik itu disektor UMKM, pendidikan, pertanian dan lainya. Kesenjangan digital yang terjadi diberbagai wilayah di Indonesia bisa diatasi dengan layanan Supertext. Bahkan masyarakat bisa menggunakan layanan produk smsgroup dari Supertext ini secara gratis.
"Kita ingin menjembatani kesenjangan digital di Indonesia. Menjalin kerjasama dengan Telkomsel dengan menggunakan operator telkom kita bisa mengupgrade layanan SMS yang dulu hanya text kita upgrade supaya bisa komunikasi di grup, " Ujar Martin Jacobson saat konferensi pers via zoom, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Jumat (9/7).
Layanan ini bisa diakses secara gratis, hal ini tentu memudahkan masyarakat yang akan berkomunikasi digital tanpa direpotkan dengan harga kuota yang mahal. Karena selama ini sering terjadi untuk membeli kuota menjadi hambatan bagi warga.
"Kita adalah solusi untuk membuat mereka terhubung ke sosial media," katanya.
Teknologi dari Swedia ini bisa digunakan di Indonesia dengan kondisi kesenjangan digital yang terjadi saat ini. Layanan ini diklaim bisa menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. Untuk menjembatani kesenjangan digital yang masih dirasakan oleh masyarakat di Indonesia.
Apalagi dimasa pandemi COVID-19 ini, sektor pendidikan saat ini sangat memerlukan layanan internet. Namun sayang, belum meratanya layanan internet menjadi kendala besar untuk pendidikan online saat ini. Kegiatan belajar yang dilakukan secara online sangat butuh internet yang memadai. Sementara di pelosok-pelosok sulitnya mendapat sinyal internet menjadi hambatan dalam pelaksanaan belajar online.
"Akses internet sulit, memang ada subsidi kuota, tapi tidak semua tercover. Kita mengisi yang belum tercover pemerintah itu," tambahnya.
Layanan Supertext saat sudah digunakan lebih dari 7 juta penduduk di Indonesia. Pengguna layanan ini masih akan terus bertambah. Kerjasama dengan pemerintah daerah juga dilakukan agar masyarakat bisa menggunakan layanan komunikasi digital gratis ini.
"Kita sudah lakukan kerjasama dengan Pemkab Purworejo. Bagaimana membantu petani dengan menyediakan platform komunikasi untuk sesama petani atau mentor petani. Informasi terkuat cuaca, atau penanaman yang baik. Jadi mereka lebih update informasi," jelasnya.




