Dokter: Angka kematian stroke bisa turun jika pasien cepat tertangani

Elshinta
Selasa, 25 Oktober 2022 - 22:45 WIB | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Antara
Dokter: Angka kematian stroke bisa turun jika pasien cepat tertangani
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Dokter spesialis bedah saraf dr. M. Evodia Slamet Rahardjo mengatakan angka kematian akibat stroke bisa turun jika pasien segera dibawa ke rumah sakit dan lebih cepat tertangani.

“Jadi memang ada istilahnya 'Golden Period' atau waktu emas di mana kalau kita segera bawa itu pasien itu akan lebih cepat tertangani dengan baik dan Insya Allah bisa diselamatkan, bisa menurunkan angka penyakitan dan mortalitas atau angka kematian,” ucapnya dalam diskusi mengenai mitos dan fakta stroke yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (25/10).

Ia menjelaskan stroke secara umum menurut WHO adalah suatu penyakit pembuluh darah otak di mana ada defisit neurologis vokal atau global yang berlangsung secara cepat. Tanda-tanda neurologis tersebut adalah kelemahan anggota gerak.

“Yang dapat memperberat tanda itu yakni berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas itu, adalah definisi menurut WHO,” jelasnya.

Stroke sendiri terdiri dari dua macam yaitu stroke sumbatan atau iskemik yang terjadi karena pembekuan darah di dalam jantung yang terbawa ke otak, dan stroke pendarahan atau hemoragik yaitu pecahnya pembuluh darah di jaringan otak yang menyebabkan kematian sesar otak yang disebut Brain Herniation.

“Ada juga pendarahan subarachnoid, itu pecahnya pembuluh darah pada rongga subarachnoid yaitu salah satu selaput otak. Ini yang disebutkan karena Aneurisma otak,” jelasnya.

Aneurisma adalah suatu kelainan pembuluh darah seperti kantong anorganisme dan terjadi bukan hanya di otak tapi juga bisa di pembuluh darah manapun.

Jika sumbatannya terjadi pada pembuluh darah besar efeknya akan lebih luas, sementara jika terkena pada pembuluh dara cabang kecil dan mengenai daerah yang penting, pasien akan kehilangan beberapa kemampuan fungsi tubuh seperti berbicara dan mulut miring.

Evo mengatakan harapan hidup penderita stroke tergantung dari tingkat keparahan penyakit itu sendiri. Beberapa prosedur bisa dilakukan seperti perawatan pada penderita stroke pendarahan jika jumlah pendarahan kecil dan pembedahan jika sudah mengancam nyawa.

“Kalau misalnya stroke sumbatan pada arteri besar otak bisa dilakukan pemberian trombolitik untuk membuka trombusnya atau sumbatannya, jika belum membaik bisa dilakukan trombektomi yaitu pembedahan supaya aliran darah lancar kembali,” ucap dokter RS Mayapada Bogor ini.

Dukungan dari pendamping pasien, dalam hal ini keluarga sangat penting agar penanganan pada pasien kanker bisa cepat dan kemungkinan sembuh bisa lebih besar, dan perlakukan pasien sebagai orang baru dengan segala keterbatasannya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Tekan angka stunting, Gubernur Jateng libatkan ahli gizi dan Puskesmas
Kamis, 02 Februari 2023 - 11:35 WIB

Tekan angka stunting, Gubernur Jateng libatkan ahli gizi dan Puskesmas

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo berupaya menggenjot penurunan angka stunt...
Ganjar ajak Kades`tancap gas` atasi stunting, gandeng swasta dan perguruan tinggi
Kamis, 02 Februari 2023 - 10:35 WIB

Ganjar ajak Kades`tancap gas` atasi stunting, gandeng swasta dan perguruan tinggi

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak seluruh kepala desa di Kabupaten Banjarne...
Pasien diabetes idealnya periksa gula darah rutin tujuh kali sehari
Rabu, 01 Februari 2023 - 14:23 WIB

Pasien diabetes idealnya periksa gula darah rutin tujuh kali sehari

Elshinta.com, Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr Muham...
Diabetes bisa diawali dari pola makan tinggi karbohidrat
Rabu, 01 Februari 2023 - 13:47 WIB

Diabetes bisa diawali dari pola makan tinggi karbohidrat

Elshinta.com, Dokter spesialis anak Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) mengingatkan orangtua bahwa d...
Dua dokter spesialis undur diri, ini penjelasan Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri
Selasa, 31 Januari 2023 - 13:44 WIB

Dua dokter spesialis undur diri, ini penjelasan Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri

Elshinta.com, RSUD Gambiran Kota Kediri, Jawa Timur saat ini mencari pengganti 2 dokter spesialis ya...
Satgas Yonarmed 1 Kostrad gelar pelayanan kesehatan keliling
Minggu, 29 Januari 2023 - 20:23 WIB

Satgas Yonarmed 1 Kostrad gelar pelayanan kesehatan keliling

Elshinta.com, Kondisi cuaca yang tidak menentu dan tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari te...
Korps Brimob dan BKKBN jalin kerja sama percepat penanganan `stunting`
Sabtu, 28 Januari 2023 - 23:34 WIB

Korps Brimob dan BKKBN jalin kerja sama percepat penanganan `stunting`

Elshinta.com, Korps Brigade Mobile (Brimob) Polri menjalin kerja sama dengan Badan Kependudukan dan ...
Konsumsi suplemen teh hijau dosis tinggi bisa picu kerusakan hati
Sabtu, 28 Januari 2023 - 10:25 WIB

Konsumsi suplemen teh hijau dosis tinggi bisa picu kerusakan hati

Elshinta.com, Antioksidan pada teh hijau dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Kend...
Bolehkah divaksin campak sekaligus booster COVID-19?
Jumat, 27 Januari 2023 - 22:41 WIB

Bolehkah divaksin campak sekaligus booster COVID-19?

Elshinta.com, Pakar kesehatan Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, Sp. A, Subsp. I.P.T., M.TropPae...
Pakar: Kesadaran masyarakat terhadap gizi seimbang harus ditingkatkan
Jumat, 27 Januari 2023 - 09:31 WIB

Pakar: Kesadaran masyarakat terhadap gizi seimbang harus ditingkatkan

Elshinta.com, Pakar pangan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof Hery Winarsi meng...

InfodariAnda (IdA)