KPPPA: Usut kasus kekerasan seksual atlet gulat Bantul dengan UU TPKS

Elshinta
Minggu, 30 Oktober 2022 - 19:45 WIB | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Antara
KPPPA: Usut kasus kekerasan seksual atlet gulat Bantul dengan UU TPKS
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus kekerasan seksual yang dialami seorang atlet gulat di Bantul sesuai dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

“Kami akan terus memantau jalannya proses hukum sampai pelaku dapat dihukum sesuai dengan perbuatannya dan korban mendapat keadilan,” kata Menteri PPPA Bintang Puspayoga dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Ia menekankan pengesahan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang TPKS pada 9 Mei 2022 membuat para korban bisa segera mendapatkan perlindungan.

Undang-undang itu sudah dapat diterapkan untuk kasus-kasus kekerasan seksual, termasuk yang dialami atlet gulat A yang diduga dilakukan pelatihnya.

Menurut Bintang, penting bagi kepolisian untuk mengusut  tuntas kasus dengan UU TPKS karena seringkali peristiwa seperti yang dialami sang atlet, menunjukkan adanya relasi kuasa antara korban dan pelaku. Hal itu biasanya dijadikan pelaku sebagai alasan mengancam korban.

Ia menyebut perbuatan pelaku dapat dikenakan pasal 4 ayat (1) huruf b juncto pasal 6 dengan pidana penjara paling lama 12 tahun penjara dan/atau pidana denda paling banyak Rp300 juta atau dapat dikaitkan juga dengan pasal 4 ayat (2) huruf b undang-undang tersebut.

PIhaknya akan terus mendukung Kepolisian Polres Bantul untuk selalu sigap menerima berbagai laporan dari korban kekerasan seksual dan menindaklanjuti laporan tersebut.

Ia turut mendesak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bertanggung jawab mengelola, membina, dan mengoordinasikan ke seluruh pelaksanaan kegiatan olahraga, untuk mengawal dan memastikan korban tetap bisa melakukan aktivitas dan prestasinya sebagai atlet tanpa ada hambatan dan menciptakan lingkungan dan suasana yang melindungi dan ramah perempuan, memastikan tidak ada lagi kekerasan seksual.

Bintang meminta semua pihak untuk berani melaporkan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan melalui call center Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 dan WhatsApp 08111-129-129. Pelayanan Perempuan Korban Kekerasan juga telah berkoordinasi dengan UPTD PPA Kabupaten Bantul untuk memberikan layanan pendampingan bagi korban.

Kekerasan seksual diduga berawal saat korban dihubungi pelatih untuk melakukan latihan secara mandiri di luar jam latihan di sebuah sasana yang sepi di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul.

Di tempat itu, pelaku diduga melancarkan aksi kejam dan membuat korban tidak berani segera melaporkan kejadian tersebut lalu memilih berlatih di Bandung untuk menghindari pelaku. Akibatnya, dilaporkan bahwa kondisi psikologis korban terganggu dan sering melukai diri sendiri.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Menteri PPPA imbau orang tua awasi anak agar tidak terpapar pornografi
Minggu, 29 Januari 2023 - 20:34 WIB

Menteri PPPA imbau orang tua awasi anak agar tidak terpapar pornografi

Elshinta.com, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengimba...
Polda Jatim akan periksa lagi Venna Melinda terkait KDRT
Rabu, 11 Januari 2023 - 17:23 WIB

Polda Jatim akan periksa lagi Venna Melinda terkait KDRT

Elshinta.com, Penyidik Ditreksrimum Polda Jawa Timur berencana memeriksa lagi artis Venna Melinda te...
Tips dan info kesehatan anak agar terhindar dari risiko sakit parah
Jumat, 30 Desember 2022 - 22:34 WIB

Tips dan info kesehatan anak agar terhindar dari risiko sakit parah

Elshinta.com, Anak-anak merupakan kelompok rentan yang mudah terkena berbagai penyakit, menular maup...
Begini cara rayakan Hari Ibu ala dua komunitas ibu di WhatsApp
Rabu, 21 Desember 2022 - 16:35 WIB

Begini cara rayakan Hari Ibu ala dua komunitas ibu di WhatsApp

Elshinta.com, Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember setiap tahunnya merupakan hari untuk merayakan pe...
Adakah sisi positif merasa jadi ibu tak sempurna?
Minggu, 18 Desember 2022 - 17:58 WIB

Adakah sisi positif merasa jadi ibu tak sempurna?

Elshinta.com, Psikolog Keluarga Ajeng Raviando Psi mengatakan seorang wanita terkadang merasa diriny...
Menteri PPPA sebut Hari Ibu kenang perjuangan Kongres Perempuan Indonesia
Jumat, 16 Desember 2022 - 08:01 WIB

Menteri PPPA sebut Hari Ibu kenang perjuangan Kongres Perempuan Indonesia

Elshinta.com, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyatak...
Literasi digital buat perempuan penting guna hindari kejahatan
Senin, 28 November 2022 - 20:23 WIB

Literasi digital buat perempuan penting guna hindari kejahatan

Elshinta.com, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menyatakan literasi keuangan digital di kalangan ...
Ulama perempuan 31 negara bertemu di Jateng bahas peran dan perlindungan hak perempuan
Rabu, 23 November 2022 - 22:05 WIB

Ulama perempuan 31 negara bertemu di Jateng bahas peran dan perlindungan hak perempuan

Elshinta.com, Para ulama perempuan dari 31 negara bertemu di Semarang dan Jepara, Jawa Tengah pada 2...
Psikolog tekankan pentingnya dua jenis apresiasi untuk anak
Sabtu, 12 November 2022 - 20:23 WIB

Psikolog tekankan pentingnya dua jenis apresiasi untuk anak

Elshinta.com, Psikolog anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI) Ver...
KPPPA: Usut kasus kekerasan seksual atlet gulat Bantul dengan UU TPKS
Minggu, 30 Oktober 2022 - 19:45 WIB

KPPPA: Usut kasus kekerasan seksual atlet gulat Bantul dengan UU TPKS

Elshinta.com, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mendesak kepolisian m...

InfodariAnda (IdA)