DPD respon positif usulan Mochtar Kusumaatmadja jadi pahlawan nasional
Elshinta.com, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyambut positif usulan Mochtar Kusumaatmadja menjadi pahlawan nasional asal Jawa Barat.

Elshinta.com - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyambut positif usulan Mochtar Kusumaatmadja menjadi pahlawan nasional asal Jawa Barat. Betapa tidak, konsep negara kepulauan yang dibuat Mochtar juga rupanya menjadi pedoman bagi negara-negara kepulauan lainnya di seluruh dunia dan menjadi pertimbangan pengusulan tersebut.
Penguatan usulan dilakukan pada acara riungan para pemangku kepentingan Jawa Barat yang dihadiri Panitia Kongres Sunda 2022 dan Dewan Perwakilan Daerah RI di Kantor Perwakilan Dewan Perwakilan Daerah RI Jawa Barat. Jl.Mundinglaya No. 12 Kota Bandung, Minggu (30/10).
Menurut Eni Sumarni, anggota DPD RI Perwakilan Jawa Barat menjelaskan, pihaknya bersama para tokoh masyarakat dan pemuka Sunda mengawal penetapan tokoh nasional kebanggaan urang Sunda, Prof Dr Mochtar Koesoemaatmadja, SH, LLM (Alm) menjadi Pahlawan Nasional pada tanggal 10 November 2022 nanti.
"Saya berprasangka baik, bahwa usulan ini insyaa Allah akan diterima oleh Pemerintah, betapa tidak saat ini sudah berkumpul para inohong atau tokoh senior Sunda yang sudah dari tahun 2021 mereka mengusulkan agar prof Mochtar menjadi pahlawan nasional dari Jawa Barat untuk tahun 2022 ini," ujar Eni seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Dudi Supriyadi, Senin (31/10).
Sementara itu menurut, Avi Taufik Hidayat, Ketua OC Kongres Sunda 2022 menilai pemerintah harus menghargai jerih payah dari Mochtar Kusumaatmadja yang sudah begitu banyak jasanya kepada pemerintah diantaranya konsep negara kepulauan yang dibuat Mochtar.
"Kan ada proklamasi, sumpah pemuda tapi batasan sampai dimana, nah karya pak Mochtar ini harus diakui, termasuk oleh para pemuda di Indonesia," ujar Avi.
Hadir pada riungan tersebut Ketua DPD RI Ir. Aa LaNyalla Mahmud Matalitti, Dra.Hj.Eni Sumarni, M.kes (Anggota DPD RI Jawa Barat), Andri P.Kantaprawira, S.IP, MM (Ketua SC Kongres Sunda), Prof Dr Reiza D Deinaputra, mantan Rektor Unpad Ganjar Kurnia, seniman Acil Bimbo, Memet Hamdan, pengacara Dindin S. Maolani serta unsur akademisi dan tokoh Jawa Barat lainnya.