Keberadaan museum era digital belum jadi perhatian publik
Elshinta.com, Akademisi IAIN Lhokseumawe, Dr Muhammad Saleh, MA, menilai Keberadaan museum Lhokseumawe di era digital nampaknya masih belum menjadi perhatian masyarakat luas termasuk kaum milenial.

Elshinta.com - Akademisi IAIN Lhokseumawe, Dr Muhammad Saleh, MA, menilai Keberadaan museum Lhokseumawe di era digital nampaknya masih belum menjadi perhatian masyarakat luas termasuk kaum milenial.
“Pemerintah Lhokseumawe harus melakukan pembenahan terkait informasi-informasi yang ada di museum Lhokseumawe, sehingga mudah diakses oleh masyarakat maupun kaum milenial dengan mudah, supaya tertarik berkunjung ke museum,” kata Dr Muhammad Saleh seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani, Selasa (1/11).
Menurunya, media sosial merupakan kunci pengembangan museum era digita, maka pemerintah Lhokseumawe harus merekrut staf khusus di bidang publik relation/ humas atau marketing yang memiliki skil di bidang itu, sehingga apa yang di promosi bisa diketahui oleh masyarakat luas baik nasional maupun internasional.
“Kota Lhokseumawe merupakan salah satu daerah di tengah-tengah kerajaan samudera pasai, merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia, sehingga harus bekerjasama dengan Pemerintah Aceh Utara, selain itu juga harus merangkul akademi. pakar maupun peneliti. untuk membangun citra sultan malikussaleh ini,“ pungkasnya.