Universitas Diponegoro wisuda 2.559 lulusan dalam enam hari
Elshinta.com, Universitas Diponegoro mewisuda 2.559 wisudawan dalam 11 tahap selama enam hari, dimulai 1-4 November 2022 dan dilanjutkan tanggal 7-8 November 2022 di Gedung Prof Soedarto, Kampus Undip Tembalang, Semarang.

Elshinta.com - Universitas Diponegoro mewisuda 2.559 wisudawan dalam 11 tahap selama enam hari, dimulai 1-4 November 2022 dan dilanjutkan tanggal 7-8 November 2022 di Gedung Prof Soedarto, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah.
Faisal selaku Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan menjelaskan rangkaian wisuda ke-168 itu mewisuda lulusan program Doktor 35 orang, Magister 267 orang, Spesialis 52 orang, Profesi 51 orang, Sarjana 2.008 orang, Sarjana Terapan 80 orang dan Diploma III (D3) 66 orang.
"Hingga wisuda periode ini, jumlah lulusan Undip telah mencapai 244.559 orang. Dari jumlah itu 1.401 wisudawan atau 54.75% memperoleh predikat cumlaude," katanya.
Sebagai upaya menjaga sinergi antara Undip dengan para lulusannya, Undip mengharapkan kerjasama dari alumni untuk memberikan umpan balik melalui tracer study Undip di https://tracerstudy.undip.ac.id.
"Semoga semua wisudawan senantiasa sukses dalam meniti karir dan selalu menjadi teladan yang baik bagi masyarakat. Kami sungguh bangga atas capaian prestasi akademik yang diperoleh oleh para wisudawan,” ungkapnya.
Sementara itu Rektor Undip Yos Johan Utama mengatakan Undip adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia dengan prestasi-prestasi di antaranya Ranking 1 Nasional Universitas yang lulusannya paling cepat mendapat pekerjaan berdasar QS Rankings for employability 2021-2022; Ranking 2 nasional dan ranking 30 dunia Sustainable University berdasar UI Greemetric 2020,2021,2022; Ranking 2 Nasional PTNBH Terbaik tahun 2021 dan 5 Besar PTNBH Terbaik 2022; Top 8 National rank for World University Rank 2023 Versi QS WUR; 5 Besar universitas terfavorit 5 tahun berturut turut; dan lebih dari 20 Prodi terakreditasi Internasional, ABEST, FIBAA, dan ASIIN.
“Ilmu yang kita pelajari selama ini sesungguhnya adalah media keterhubungan kita dengan sang Khalik, karena dengan ilmu itulah kita dapat beribadah dalam bentuk ilmu amaliah. Oleh karenanya dalam penguasaan dan pengamalan harus dilandasi dengan integritas yang bersendikan kepada kejujuran, kebenaran, dan keadilan,” tuturnya.
“Ilmu menjadi sesuatu yang barokah jika diamalkan dalam kebaikan, oleh karena itu kita wajib mengamalkan ilmu pengetahuan yang kita miliki untuk kepentingan bangsa dalam pembangunan, kesejahteraan bangsa atau negara dan umat manusia. Menyandang gelar akademik memberi konsekuensi pengampunya untuk mengembangkan ilmu tersebut sampai derajat setinggi tingginya dan mampu mengamalkan dengan sebaik-baiknya. Majulah terus alumni Undip, pantang mundur, sekali layar terkembang surut kita berpantang, Ever Forward Never Retreat,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Rabu (2/11).