Top
Begin typing your search above and press return to search.

Peringati Hari Stroke Sedunia, RSU Cut Meutia beri penyuluhan kepada pasien penderita stroke

Elshinta.com, Tim poli saraf dan tim promosi kesehatan, Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia Aceh Utara, memberikan penyuluhan kepada pasien penderita stroke rawat jalan di rumah sakit tersebut.

Peringati Hari Stroke Sedunia, RSU Cut Meutia beri penyuluhan kepada pasien penderita stroke
X
Sumber foto: Hamdani/elshinta.com.

Elshinta.com - Tim poli saraf dan tim promosi kesehatan, Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia Aceh Utara, memberikan penyuluhan kepada pasien penderita stroke rawat jalan di rumah sakit tersebut.

Ketua staf medis fungsional (SMF) Neurologis RSU Cut Meutia, dr. Basli Muhammad, mengatakan penyuluhan maupun edukasi ini tersebut dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia yang jatuh setiap 29 Oktober.

Empat dokter spesialis saraf yang hadir dalam kegiatan tersebut yaitu dr. Basli Muhammad (Ketua SMF Neurologi), dr. Ikhwanuddin, dr Herlina dan dr. Intan Zahara serta turut hadir Humas RSU Cut Meutia, dr Harry Laksamana.

dr.Basli Muhammad, mengatakan penyuluhan maupun edukasi ini diberikan untuk menurunkan resiko stroke, karena dinilai berpengaruh terhadap penyakit-penyakit lainnya yang memiliki faktor umum diantaranya penyakit jantung dan diabetes.

“Aceh merupakan peringkat pertama memiliki kasus stroke tertinggi di Indonesia, di RSU Cut Meutia setiap tahun ada sekitar 4200 kasus Stroke, kasus ini juga disebabkan akibat pola makan yang cenderung mengkonsumsi makanan berminyak dan santan,” kata dr Basli seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani, Rabu (2/11).

Menurut dr Basli, ada sekiktar 50 persen, masyarakat masih dominan melakukan pengobatan secara tradisional maupun spiritual, hal tersebut menjadi tantangan bagi pihak perhimpunan dokter saraf Indonesia, atau perdossi Aceh.

“Penyuluhan ini tidak hanya kita berikan kepada pasien penderita stroke, Namun kepada tim medis yang berada di Puskesmas, karena jika ada kendala bias segera melakukan konsultasi dengan dokter spesialis, sehingga bias dilakukan pencegahan adanya kecacatan yang dominan kepada pasien.” pungkasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire