Dokter: Air panas jadi penyebab nomor satu luka bakar pada anak

Elshinta
Kamis, 03 November 2022 - 19:11 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Dokter: Air panas jadi penyebab nomor satu luka bakar pada anak
Tangkapan layar Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekontsruksi (Konsultan) Aditya Wardhana (kiri) dalam Webinar HUT 103 RSCM yang ditayangkan melalui YouTube RSCM, Kamis (3/11/2022). ANTARA/HO-YouTube RSCM

Elshinta.com - Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstruksi (Konsultan) Aditya Wardhana mengingatkan para orang tua untuk menjauhkan air panas dari jangkauan anak-anak karena menjadi penyebab nomor satu luka bakar pada anak.

“Air panas dituangkan dalam ember anaknya bangun lihat ember isi air, anak-anak cenderung senang bermain air ternyata airnya itu panas. Meskipun ada penyebab yang lain tapi air panas ini masih mendominasi,” katanya dalam Webinar HUT 103 RSCM yang ditayangkan melalui YouTube RSCM, Kamis.

Aditya menyampaikan berdasarkan data di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dari tahun 2012-2022, air panas menjadi penyebab utama luka bakar pada anak dengan persentase 32,4 persen. Kemudian diikuti api dengan 29,1 persen, ledakan gas 15,8 persen, zat kimia 11,3 persen dan 6,4 persen penyebab lainnya.

“Begitu juga dengan di luar negeri ya penyebabnya sama rata-rata di kamar mandi dan juga hati-hati dengan dispenser yang ada warna biru merah. Merah menarik perhatian dari anak-anak itu dipencet, keluar panas dan terjadi luka bakar,” ucapnya.

Jika anak mengalami luka bakar akibat air panas, ia meminta para orang tua segera mengaliri luka dengan air mengalir selama 20 menit. Lalu menutup permukaan luka bakar tersebut dengan kain bersih dan segera dibawa ke rumah sakit atau fasilitas layanan kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut oleh dokter.

Ia menuturkan bahwa masyarakat kerap menganggap enteng luka bakar dan hanya memberi salep dan baru ke rumah sakit ketika sudah timbul komplikasi. Akibat dari luka bakar tersebut pun bisa memburuk menjadi keloid, parut dan kontraktur, serta hipertropik.

“Jadi kita ambil kesimpulan, apapun penyebabnya, segera lakukan pertolongan pertama dan segera ke rumah sakit terdekat,” tuturnya.

Sedangkan penyebab luka bakar pada dewasa didominasi oleh ledakan kebocoran kompor gas dengan persentase 46,8 persen. Kemudian api sebanyak 26,2 persen, listrik 13,3 persen, zat kimia 5,6 persen dan air panas 8,1 persen.

Lokasi yang paling mendominasi luka bakar tersebut adalah di dapur dan tempat kerja, terutama yang berkaitan dengan bidang listrik dan api. Guna meminimalisasi dampak lebih luas akibat ledakan kebocoran kompor gas, ia pun menyarankan masyarakat untuk membuka ventilasi, jendela atau pintu ketika memasak.

“Sehingga gas tersebut tidak terkumpul di ruangan atau untuk meminimalisasi resiko trauma inhalasi pada ruangan tertutup,” sebutnya.

Sedangkan untuk pertolongan pertama pada korban yang tersengat listrik tegangan tinggi di atas 1.000 volt adalah dengan mematikan sumber listrik. Namun jika kesulitan menemukan sumber listrik, lepaskan korban tersebut dari sumber listrik dengan menggunakan alat bantu seperti tongkat.

“Dan jangan lupa saat menolong, berdiri di isolator seperti keset supaya kita juga tidak ikut ke setrum. Kalau ke pegang, dua-duanya jadi luka bakar listrik,” ucap dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Kemenkes imbau berikan anak porsi makan sesuai kelompok usianya
Selasa, 24 Januari 2023 - 00:59 WIB

Kemenkes imbau berikan anak porsi makan sesuai kelompok usianya

Elshinta.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta orang tua untuk memberikan asupan gizi anak d...
Dokter anak tak sarankan lato-lato dimainkan balita
Minggu, 15 Januari 2023 - 19:45 WIB

Dokter anak tak sarankan lato-lato dimainkan balita

Elshinta.com, Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak DR D. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH tak me...
Psikolog imbau tidak abaikan jika anak enggan masuk sekolah usai liburan
Rabu, 04 Januari 2023 - 02:53 WIB

Psikolog imbau tidak abaikan jika anak enggan masuk sekolah usai liburan

Elshinta.com, Psikolog anak, remaja dan keluarga Rosdiana Setyaningrum MPsi, MHPEd mengingatkan aga...
Penting bagi ibu untuk tak lupa baik pada diri sendiri
Sabtu, 24 Desember 2022 - 12:03 WIB

Penting bagi ibu untuk tak lupa baik pada diri sendiri

Elshinta.com, Psikolog Febria Indra Hastati mengingatkan para ibu untuk tak lupa berbuat baik pada d...
Tips tingkatkan suasana hati ibu demi hindari `bad day`
Rabu, 21 Desember 2022 - 13:15 WIB

Tips tingkatkan suasana hati ibu demi hindari `bad day`

Elshinta.com, Kebahagiaan yang dirasakan seorang ibu dapat memberikan energi positif untuk keluargan...
Empati kunci tumbuhkan rasa cinta terhadap keragaman
Selasa, 13 Desember 2022 - 08:47 WIB

Empati kunci tumbuhkan rasa cinta terhadap keragaman

Elshinta.com, Analis pendampingan belajar di Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidik...
Program KB harus diimbangi rencana masa depan anak
Selasa, 06 Desember 2022 - 13:46 WIB

Program KB harus diimbangi rencana masa depan anak

Elshinta.com, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan RS Sari Asih Ciputat Kota Tangerang Selatan, ...
Anak tak aktif bisa jadi tanda sistem imunnya lemah
Sabtu, 03 Desember 2022 - 14:11 WIB

Anak tak aktif bisa jadi tanda sistem imunnya lemah

Elshinta.com, Gejala sistem imun anak lemah dapat diketahui misalnya, anak lemas, tidak aktif dan in...
Waspada diabetes jika anak sering mengompol
Sabtu, 03 Desember 2022 - 11:47 WIB

Waspada diabetes jika anak sering mengompol

Elshinta.com, Dokter Spesialis Anak Konsultan Endokrin Ghaisani Fadiana mengingatkan orang tua perlu...
Cara membangun ikatan antara orang tua dan buah hati
Sabtu, 26 November 2022 - 20:01 WIB

Cara membangun ikatan antara orang tua dan buah hati

Elshinta.com, Ikatan atau bonding antara orang tua dan anak sejak lahir merupakan hal penting yang...

InfodariAnda (IdA)