Banjir masih rendam sejumlah wilayah Aceh Timur, pengungsi 480 jiwa

Elshinta
Minggu, 06 November 2022 - 07:01 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Banjir masih rendam sejumlah wilayah Aceh Timur, pengungsi 480 jiwa
Banjir yang merendam pemukiman penduduk di salah satu kecamatan di Aceh Timur, Sabtu (5/11/2022). (ANTARA/HO-BPBD Aceh Timur)

Elshinta.com - Sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur masih terendam banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, bahkan 480 warga setempat harus mengungsi, menurut Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).

“Petugas BPBD Aceh Timur terus melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan instansi terkait untuk penanganan banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBA Ilyas melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) di Banda Aceh, Sabtu, malam.

Ia menjelaskan banjir di Aceh Timur terjadi sejak Kamis (3/11) sore, menyusul hujan deras mengguyur kabupaten setempat. Kondisi saat ini, debit air di beberapa tempat sudah mulai surut, namun beberapa lainnya terus bertambah.

Saat ini, kata Ilyas, debit air di beberapa desa sudah mulai surut, namun di Kecamatan Birem Bayeun guyur hujan lebat sehingga diperkirakan debit air akan terus bertambah.

”Hujan dengan intensitas lebat sejak pukul 16.00 WIB tadi diperkirakan air akan terus bertambah. Namun ada beberapa wilayah airnya sudah mulai surut,” katanya.

Ia menjelaskan banjir di wilayah Aceh Timur dengan ketinggian mulai 20-60 centimeter, bahkan lebih.

Data BPBA sementara, ada tujuh kecamatan di Aceh Timur yang terendam, meliputi Kecamatan Birem Bayeun sebanyak tiga desa, Simpang Jernih satu desa, dan Pante Bidari tiga desa, Peunaron empat desa, Ranto Peureulak satu desa, Simpang Ulim satu desa dan Julok satu desa.

Selain itu, juga terjadi bencana tanah longsor di Desa Jambo Labu, Kecamatan Birem Bayeun, sehingga menyebabkan badan jalan antar desa tertimbun sepanjang 5 meter.

“Selain merendam rumah warga, dampak material akibat banjir juga menyebabkan tiga unit rumah rusak ringan,” katanya.

Saat ini, korban terdampak sebanyak 622 jiwa dalam 180 kepala keluarga di Kecamatan Birem Bayeun, sebanyak 160 jiwa dalam 194 kepala keluarga di Pante Bidari, 240 jiwa dalam 65 kepala keluarga di Peunaron.

Selanjutnya 480 jiwa dalam 120 kepala keluarga di Ranto Peureulak, 390 jiwa dalam 100 kepala keluarga di Julok dan 70 kepala keluarga di Kecamatan Simpang Ulim.

“Total korban terdampak sementara sebanyak 1.912 jiwa dalam 733 kepala keluarga. Petugas masih terus melakukan pendataan di setiap wilayah,” katanya.

Namun, menurut dia, tidak semua korban terdampak harus mengungsi. Hanya 480 jiwa dalam 120 kepala keluarga penduduk Ranto Peureulak yang mengungsi ke lima titik posko yang disediakan pemerintah.

“Saat ini total lokasi pengungsian ada lima titik. Untuk kendala di lapangan, perkembangan banjir di Kecamatan Simpang Jernih belum dapat dilaporkan karena terkendala jaringan telepon,” katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Jokowi katakan, tahun ini sangat baik untuk genjot pertumbuhan pariwisata RI
Sabtu, 28 Januari 2023 - 22:56 WIB

Jokowi katakan, tahun ini sangat baik untuk genjot pertumbuhan pariwisata RI

Elshinta.com, Presiden Joko Widodo menyatakan tahun 2023 menjadi waktu yang sangat baik untuk bangki...
Jum`at Curhat, Kapolres Aceh Utara santuni yatim piatu di Paya Bakong
Sabtu, 28 Januari 2023 - 21:56 WIB

Jum`at Curhat, Kapolres Aceh Utara santuni yatim piatu di Paya Bakong

Elshinta.com, Polres Aceh Utara mengelar kegiatan Jum`at curhat dan menyantuni puluhan anak yatim p...
PWI dan Poldasu koordinasi amankan HPN 2023
Sabtu, 28 Januari 2023 - 20:34 WIB

PWI dan Poldasu koordinasi amankan HPN 2023

Elshinta.com, Guna menyukseskan pengamanan Hari Pers Nasional (HPN) 2023, Direktur Intelkam Poldasu ...
Komunikasi publik perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman  
Sabtu, 28 Januari 2023 - 15:46 WIB

Komunikasi publik perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman  

Elshinta.com, Dalam rangka merayakan ulang tahun yang ketiga, Alika Communication menghadirkan acara...
Mendag temui harga beras masih tinggi
Sabtu, 28 Januari 2023 - 15:11 WIB

Mendag temui harga beras masih tinggi

Elshinta.com, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan masih menemui harga beras yang masih tinggi di Pasa...
Lampung sosialisasikan sistem reuse dan refill produk kurangi sampah
Sabtu, 28 Januari 2023 - 14:59 WIB

Lampung sosialisasikan sistem reuse dan refill produk kurangi sampah

Elshinta.com, Pemerintah Provinsi Lampung memberi sosialisasi serta edukasi penggunaan dan isi ulang...
Selamatkan sapi bali dengan pembibitan terencana
Sabtu, 28 Januari 2023 - 14:47 WIB

Selamatkan sapi bali dengan pembibitan terencana

Elshinta.com, Di tengah serbuan daging impor, Indonesia sebetulnya memiliki kekayaan plasma nuftah s...
Sosiolog UMM imbau stop berikan hadiah pada konten eksploitasi
Sabtu, 28 Januari 2023 - 14:35 WIB

Sosiolog UMM imbau stop berikan hadiah pada konten eksploitasi

Elshinta.com, Kepala Program Studi (Prodi) Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Luluk Dw...
Dinkes Kendari ajukan pengadaan stok vaksin dosis penguat kedua
Sabtu, 28 Januari 2023 - 13:59 WIB

Dinkes Kendari ajukan pengadaan stok vaksin dosis penguat kedua

Elshinta.com, Dinas Kesehatan Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan saat ini sedang ...
BMKG keluarkan peringatan dini cuaca di NTB
Sabtu, 28 Januari 2023 - 13:35 WIB

BMKG keluarkan peringatan dini cuaca di NTB

Elshinta.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ...

InfodariAnda (IdA)