Dokter: Pasien diabetes sering merasa lapar karena `neurotransmitter`

Elshinta
Kamis, 10 November 2022 - 11:35 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
Dokter: Pasien diabetes sering merasa lapar karena `neurotransmitter`
Ilustrasi.

Elshinta.com - Orang yang menderita penyakit diabetes kerap mudah lapar dan ingin sering makan dan ini semua berhubungan dengan neurotransmitter dalam otak, kata Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi Dr. dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp.Pd, K-EMD, FINASIM.

"Otak menghasilkan neurotransmitter yang menyebabkan rasa lapar dan kenyang," kata dokter yang akrab disapa Eliana dalam webinar kesehatan, Kamis.

Diabetes membuat neurotransmitter, senyawa kimia pembawa pesan antar sel saraf, terganggu sehingga pasien menjadi mudah lapar dan seakan sulit untuk merasa kenyang.

Untuk mengatasinya, Eliana menyarankan agar pasien mengontrol emosi agar tidak kalap saat makan dan mengonsumsi obat-obatan sesuai yang diresepkan dokter sehingga diabetes dapat dikendalikan.

Eliana menyebut ada obat-obatan yang bisa membuat seseorang bertambah gemuk. Oleh karena itu, konsultasikan kepada dokter agar mendapatkan obat yang sesuai dengan kondisi tubuh. Obat yang cocok untuk seorang pasien belum tentu cocok untuk pasien lain, dia menegaskan.

Penyakit diabetes hingga saat ini tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikontrol dengan baik bahkan tanpa obat bila seseorang menjalankan gaya hidup baik. Sebagian besar penyebab diabetes adalah gaya hidup yang kurang sehat, faktor lainnya adalah genetik, infeksi dan obat-obatan.

Eliana berpesan langkah awal yang harus dilakukan ketika dinyatakan menderita diabetes adalah mengubah perilaku dan menerapkan gaya hidup sehat. Mengatur pola makan dan olahraga teratur menjadi kunci.

Ketika gula darah sudah terkontrol, bukan berarti seseorang terbebas dari diabetes melitus. Gaya hidup harus tetap diatur. Pada usia muda, pengaturan pola hidup sehat bisa dibarengi tanpa obat-obatan. Namun, ada juga pasien diabetes yang harus mengonsumsi obat seumur hidup karena berbagai faktor, termasuk karena usia.

“Diabetes itu tidak bisa disembuhkan tapi dicegah dan jika sudah terdiagnosis harus dijaga supaya tidak memburuk ataupun terjadi komplikasi. Maka mengontrol dan menjaga gula darah tetap normal adalah hal wajib bagi seluruh diabetesi, selain memperhatikan juga gaya hidup. Pahami gejalanya supaya bisa terdiagnosis sejak awal,” ujar dia.

Kerap banyak pasien yang datang dengan berbagai gejala tanpa menyadari bahwa itu adalah ciri-ciri dari diabetes. Menurut dia, gejala yang kerap tidak disadari adalah gangguan penglihatan, gangguan ereksi hingga gangguan jantung yang terjadi akibat komplikasi.

Penyandang diabetes di Indonesia hingga kini terus meningkat, bahkan tahun ini penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini berada di urutan kelima terbanyak di dunia menurut International Diabetes Federation (IDF). Data statistik menunjukan bahwa 1 dari 11 orang dewasa di Indonesia rentang usia 20-79 tahun merupakan penyandang diabetes dan terus diprediksi meningkat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Satgas Yonarmed 1 Kostrad gelar pelayanan kesehatan keliling
Minggu, 29 Januari 2023 - 20:23 WIB

Satgas Yonarmed 1 Kostrad gelar pelayanan kesehatan keliling

Elshinta.com, Kondisi cuaca yang tidak menentu dan tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari te...
Korps Brimob dan BKKBN jalin kerja sama percepat penanganan `stunting`
Sabtu, 28 Januari 2023 - 23:34 WIB

Korps Brimob dan BKKBN jalin kerja sama percepat penanganan `stunting`

Elshinta.com, Korps Brigade Mobile (Brimob) Polri menjalin kerja sama dengan Badan Kependudukan dan ...
Konsumsi suplemen teh hijau dosis tinggi bisa picu kerusakan hati
Sabtu, 28 Januari 2023 - 10:25 WIB

Konsumsi suplemen teh hijau dosis tinggi bisa picu kerusakan hati

Elshinta.com, Antioksidan pada teh hijau dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Kend...
Bolehkah divaksin campak sekaligus booster COVID-19?
Jumat, 27 Januari 2023 - 22:41 WIB

Bolehkah divaksin campak sekaligus booster COVID-19?

Elshinta.com, Pakar kesehatan Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, Sp. A, Subsp. I.P.T., M.TropPae...
Pakar: Kesadaran masyarakat terhadap gizi seimbang harus ditingkatkan
Jumat, 27 Januari 2023 - 09:31 WIB

Pakar: Kesadaran masyarakat terhadap gizi seimbang harus ditingkatkan

Elshinta.com, Pakar pangan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof Hery Winarsi meng...
Manfaat suplemen fiber untuk diet
Jumat, 27 Januari 2023 - 09:19 WIB

Manfaat suplemen fiber untuk diet

Elshinta.com, Suplemen serat diklaim mampu memberikan manfaat bagi tubuh, terutama membantu menurunk...
Pakar ingatka konsumsi ikan yang cukup pada ibu hamil bisa cegah stunting
Jumat, 27 Januari 2023 - 02:23 WIB

Pakar ingatka konsumsi ikan yang cukup pada ibu hamil bisa cegah stunting

Elshinta.com, Guru Besar Ilmu Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Hardinsyah mengatakan b...
Dokter ingatkan masyarakat agar makan jangan asal kenyang
Kamis, 26 Januari 2023 - 20:53 WIB

Dokter ingatkan masyarakat agar makan jangan asal kenyang

Elshinta.com, Pakar gizi dr Ida Gunawan, M.S, Sp.GK (K), FINEM mengingatkan masyarakat agar makan ta...
Jaga kekebalan tubuh usai divaksin dengan cukupi nutrisi
Kamis, 26 Januari 2023 - 17:42 WIB

Jaga kekebalan tubuh usai divaksin dengan cukupi nutrisi

Elshinta.com,
Protein hewani penting untuk pertumbuhan optimal anak
Kamis, 26 Januari 2023 - 09:47 WIB

Protein hewani penting untuk pertumbuhan optimal anak

Elshinta.com, Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia atau Pergizi Pangan Indonesia menyampaik...

InfodariAnda (IdA)