DLH Mataram alihkan jalur pengangkutan sampah selama WSBK

Elshinta
Jumat, 11 November 2022 - 19:06 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
DLH Mataram alihkan jalur pengangkutan sampah selama WSBK
Ilustrasi: sebuah truk pengangkut sampah melintas di Jalan Sriwijaya Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Elshinta.com - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mulai Jumat mengalihkan jalur pengangkutan sampah selama kegiatan WSBK (Wolrd Superbike) 11-13 November 2022, agar tidak mengganggu aktivitas tamu dan penonton WSBK yang melintas di jalur kota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Jumat, mengatakan jalur pengangkutan sampah yang selama ini melintasi jalan protokol dan "bypass" dialihkan melewati jalur bawah atau wilayah Parampuan.

"Untuk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, truk-truk pengangkut sampah kita bagi dua yakni bagian timur dan barat dan mengambil arah jalur Parampuan. Jadi tidak melewati jalur utama," katanya.

Pengalihan arus pengangkutan sampah tersebut dilakukan karena dikhawatirkan ketika bus-bus yang mengangkut penonton WSBK, atau mobil-mobil tamu melintas beriringan dengan truk pengangkut sampah.

"Bukan apa-apa sih, tapi kita khawatir aroma tak sedap mengganggu kenyamanan penonton atau tamu yang datang atau akan pergi ke Sirkuit Mandalika," katanya.

Menurutnya, upaya pengalihan jalur untuk pengangkutan sampah tersebut dinilai lebih baik daripada harus menahan sampah tidak terangkut atau merubah jam buang yang butuh sosialisasi lagi.

"Kita tidak bisa menahan sampah dan mengubah jam buang, sebab itu bisa memicu peningkatan volume sampah di tempat pembuangan sementara (TPS)," katanya.

Oleh karenanya, kata Kemal, pengalihan jalur pengangkutan sampah tersebut dinilai lebih efektif sebab pengangkutan di sembilan TPS bisa berjalan seperti biasa dan tidak ada penumpukan sampah.

"Selain itu, para tamu WSBK bisa lebih merasa aman dan nyaman selama berada di Kota Mataram khususnya," katanya.

Kemal mengatakan, volume pembuangan sampah ke TPA setiap harinya mencapai sekitar 180 ton, atau berkurang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 200 ton per hari.

Berdasarkan hasil evaluasi, pengurangan volume sampah itu salah satunya dipicu karena program pemilahan sampah di tingkat lingkungan yang dinilai efektif mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat.

Menurutnya, penurunan volume sampah harian itu dipengaruhi beberapa hal yakni program pilah sampah dari rumah tangga yang sudah sudah gencar mulai membuahkan hasil dan jumlah produksi sampah yang menurun karena penurunan aktivitas masyarakat.

"Tapi saya lebih melihat pilah sampah di tingkat lingkungan yang sudah mulai maksimal," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
 Warga Desa Sugihmas lepas dari kesulitan air bersih
Sabtu, 28 Januari 2023 - 20:05 WIB

Warga Desa Sugihmas lepas dari kesulitan air bersih

Elshinta.com, Kini tak ada lagi masyarakat Desa Sugihmas, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa...
 1.500 pohon ditanam di area rawan longsor dan banjir bandang di Jateng
Sabtu, 28 Januari 2023 - 18:24 WIB

1.500 pohon ditanam di area rawan longsor dan banjir bandang di Jateng

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, melakukan penanaman pohon di lahan kritis yang be...
Bantul kembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis desa/kelurahan
Kamis, 26 Januari 2023 - 12:23 WIB

Bantul kembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis desa/kelurahan

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten Bantul di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berupaya mengembang...
 Ganjar optimalkan lahan tidur jadi lahan produktif untuk perkuat ketahanan pangan
Selasa, 24 Januari 2023 - 12:44 WIB

Ganjar optimalkan lahan tidur jadi lahan produktif untuk perkuat ketahanan pangan

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, bersama Kapolda Jayeng Irjen Pol Ahmad L...
DLH Bekasi angkut puluhan ton sampah di Sungai Cikarang Hilir
Senin, 16 Januari 2023 - 10:35 WIB

DLH Bekasi angkut puluhan ton sampah di Sungai Cikarang Hilir

Elshinta.com, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat kembali melakukan aksi bersi...
HBKB, Sudin Lingkungan Hidup Jakut pantau kualitas udara
Minggu, 15 Januari 2023 - 17:25 WIB

HBKB, Sudin Lingkungan Hidup Jakut pantau kualitas udara

Elshinta.com, Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Freeday di Jl Danau Sunter Slatan, Tj P...
 Atasi banjir dan longsor di Grobogan, Ganjar akan pulihkan lahan kritis dengan penanaman pohon
Jumat, 13 Januari 2023 - 22:05 WIB

Atasi banjir dan longsor di Grobogan, Ganjar akan pulihkan lahan kritis dengan penanaman pohon

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menggalakkan penanaman pohon di Pegunungan Kende...
Sahabat Ganjar bersih-bersih pantai dan lingkungan di Pekalongan, Demak hingga Rembang
Jumat, 13 Januari 2023 - 20:47 WIB

Sahabat Ganjar bersih-bersih pantai dan lingkungan di Pekalongan, Demak hingga Rembang

Elshinta.com, Sahabat Ganjar menggelar kegiatan menjalankan sunnah di hari baik, dengan melangsungk...
Minimalisir banjir, Sungai Wulan sepanjang 47 km bakal dinormalisasi
Kamis, 12 Januari 2023 - 18:10 WIB

Minimalisir banjir, Sungai Wulan sepanjang 47 km bakal dinormalisasi

Elshinta.com, Pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Wulan sepanjang 47 kilometer sebagai up...
Walhi pastikan kondisi Sungai Batanghari semakin tercemar
Senin, 09 Januari 2023 - 13:47 WIB

Walhi pastikan kondisi Sungai Batanghari semakin tercemar

Elshinta.com, Walhi Jambi memberikan catatan penting tentang kondisi Sungai Batanghari kepada pemer...

InfodariAnda (IdA)