Dokter: Waspadai pneumonia dengan memperhatikan laju napas anak

Elshinta
Sabtu, 12 November 2022 - 08:11 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Dokter: Waspadai pneumonia dengan memperhatikan laju napas anak
Ilustrasi - Pneumonia. (ANTARA/HO-Sutterstock)

Elshinta.com - Dokter spesialis anak dr Miza Dito Afrizal mengingatkan orang tua untuk memperhatikan laju napas anak sebagai salah satu tanda terjadinya infeksi paru-paru atau pneumonia.

“Yang bisa dilihat di rumah adalah tanda-tanda sesak yang bisa dipelajari atau dihafalkan. Tanda sesak yang paling awal biasanya adalah peningkatan laju napas,” ujar Mirza dalam diskusi daring Primaku diikuti di Jakarta, Jumat.

Miza menyampaikan pengecekan laju napas bisa dilakukan dengan menghitung jumlah napas anak dalam rentang waktu 1 menit.

Caranya, pertama, pastikan anak dalam kondisi tenang yang berarti tidak setelah berlarian, tidak setelah bermain maupun tidak sedang tidak sedang dalam keadaan tantrum. Kemudian baringkan anak, lalu letakkan tangan di atas dada anak.

“Satu kali tarikan dan hembusan napas dihitung satu kali napas. Jadi 1 kali napas ini selama 1 menit, nah itu nanti ada urutannya,” ucapnya.

Jumlah laju napas anak pada kondisi yang normal adalah tidak melebihi 60 kali per menit untuk anak usia di bawah 1 tahun, tidak boleh melebihi 50 kali per menit untuk anak usia 1-2 tahun, tidak boleh melebihi 40 kali per menit untuk anak usia 2-3 tahun.

Ciri-ciri lain dari gangguan laju napas yang bisa saja merupakan pneumonia adalah terdapat tarikan yang dalam pada saat anak bernapas hingga membentuk seperti segitiga yang jelas di bagian dada anak.

Selain itu, proses bernapas yang turun melibatkan kepala juga menjadi ciri-ciri terjadinya gangguan pada laju napas.

Begitu ditemukan ciri-ciri gangguan laju napas tersebut, Miza meminta orang tua untuk sesegera mungkin membawa anak ke rumah sakit terdekat untuk diperiksa agar tidak semakin mengganggu pernapasan anak.

Ia menegaskan bahwa jika anak memang memiliki pneumonia, maka anak membutuhkan otot tambahan untuk bernapas. Namun, otot memiliki batasan dan memiliki titik lelah dan tidak mau lagi berusaha agar bisa bernapas dengan normal.

“Pesan saya, bawa ke dokter jangan nunggu-nunggu, jangan dulu suami pulang atau tunggu dulu beberapa jam lagi nanti balik sendiri. Begitu kita lihat tanda-tandanya, langsung bawa saat itu juga ke IGD. Semakin lama kita tunggu, napasnya akan semakin berat," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Kemenkes imbau berikan anak porsi makan sesuai kelompok usianya
Selasa, 24 Januari 2023 - 00:59 WIB

Kemenkes imbau berikan anak porsi makan sesuai kelompok usianya

Elshinta.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta orang tua untuk memberikan asupan gizi anak d...
Dokter anak tak sarankan lato-lato dimainkan balita
Minggu, 15 Januari 2023 - 19:45 WIB

Dokter anak tak sarankan lato-lato dimainkan balita

Elshinta.com, Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak DR D. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH tak me...
Psikolog imbau tidak abaikan jika anak enggan masuk sekolah usai liburan
Rabu, 04 Januari 2023 - 02:53 WIB

Psikolog imbau tidak abaikan jika anak enggan masuk sekolah usai liburan

Elshinta.com, Psikolog anak, remaja dan keluarga Rosdiana Setyaningrum MPsi, MHPEd mengingatkan aga...
Penting bagi ibu untuk tak lupa baik pada diri sendiri
Sabtu, 24 Desember 2022 - 12:03 WIB

Penting bagi ibu untuk tak lupa baik pada diri sendiri

Elshinta.com, Psikolog Febria Indra Hastati mengingatkan para ibu untuk tak lupa berbuat baik pada d...
Tips tingkatkan suasana hati ibu demi hindari `bad day`
Rabu, 21 Desember 2022 - 13:15 WIB

Tips tingkatkan suasana hati ibu demi hindari `bad day`

Elshinta.com, Kebahagiaan yang dirasakan seorang ibu dapat memberikan energi positif untuk keluargan...
Empati kunci tumbuhkan rasa cinta terhadap keragaman
Selasa, 13 Desember 2022 - 08:47 WIB

Empati kunci tumbuhkan rasa cinta terhadap keragaman

Elshinta.com, Analis pendampingan belajar di Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidik...
Program KB harus diimbangi rencana masa depan anak
Selasa, 06 Desember 2022 - 13:46 WIB

Program KB harus diimbangi rencana masa depan anak

Elshinta.com, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan RS Sari Asih Ciputat Kota Tangerang Selatan, ...
Anak tak aktif bisa jadi tanda sistem imunnya lemah
Sabtu, 03 Desember 2022 - 14:11 WIB

Anak tak aktif bisa jadi tanda sistem imunnya lemah

Elshinta.com, Gejala sistem imun anak lemah dapat diketahui misalnya, anak lemas, tidak aktif dan in...
Waspada diabetes jika anak sering mengompol
Sabtu, 03 Desember 2022 - 11:47 WIB

Waspada diabetes jika anak sering mengompol

Elshinta.com, Dokter Spesialis Anak Konsultan Endokrin Ghaisani Fadiana mengingatkan orang tua perlu...
Cara membangun ikatan antara orang tua dan buah hati
Sabtu, 26 November 2022 - 20:01 WIB

Cara membangun ikatan antara orang tua dan buah hati

Elshinta.com, Ikatan atau bonding antara orang tua dan anak sejak lahir merupakan hal penting yang...

InfodariAnda (IdA)