Majalengka optimistis raih status Swasti Saba Wiwerda 

Elshinta
Sabtu, 12 November 2022 - 21:24 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Radio Elshinta
Majalengka optimistis raih status Swasti Saba Wiwerda 
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.

Elshinta.com - Kabupaten Majalengka, Jawa Barat optimistis dapat meningkatkan status kab/kota sehat dari Swasti Saba Padapa menjadi Swasti Saba Wiwerda tahun 2023 mendatang.

Guna mendukung terwujudnya kab/kota sehat kualifikasi Swasti Saba Wiwerda tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka telah membentuk forum kab/kota sehat.

"Kab/kota sehat sendiri merupakan suatu kondisi kabupaten yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni penduduk yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan yang terintegrasi, yang dianggap aman dan nyaman untuk tinggal suatu penduduk," jelas Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kab. Majalengka, Evi Fachlaeli seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Sabtu (12/11). 

Dijelaskan Evi, Dinas kesehatan kab. Majalengka mencatat tahun 2021 Majalengka telah berhasil menjadi kab/kota sehat dalam tahap Swasti Saba padapa.

Dan tahun 2023 mendatang sambung Evi, Majalengka optimistis dapat meningkatkan status dari Swasti Saba Padapa menjadi Swasti Saba Wiwerda. 

"Berdasarkan tingkatan penghargaan ada 3 tatanan kab/kota sehat yaitu, Padapa  (kualifikasi pemantapan), Wiwerda (kualifikasi pembinaan) dan Wistara (kualifikasi pengembangan), dan tahun 2021 hasil penilaian verifikasi provinsi dan pusat Majalengka berhasil menjadi kab/kota sehat (KKS) dalam tahap padapa," urainya.

Menjelang verifikasi KKS tahun 2023 lanjut Evi, Bupati telah menginstruksikan Sekda dan tim Pembina KKS untuk mendorong terwujudnya status kab/kota sehat menjadi Swasti Saba Wiwerda.

"Kami telah melakukan pertemuan dengan forum kab/kota sehat untuk menggalang komitment  bahwa kita sepakat akan mengikuti penilaian tahun 2023, itu perlu pemantapan lebih matang sehingga kriteria-kriteria atau indikator dalam memenuhi penilaian Swasti Saba Wiwerda terpenuhi," tandas Evi

Adapun beberapa indikator yang perlu diperhatikan kata Evi, yakni 10 kawasan atau tatanan yang harus memenuhi kriteria, ada tatanan wajib dan tatanan pilihan.

"Untuk tatanan wajib ada 4, untuk memenuhi kriteria sehat dalam indikator KKS yaitu pertama kawasan pemukiman dan sarana prasarana umum, kedua kawasan masyarakat sehat yang mandiri dan ketahanan pangan, ketiga kawasan pasar dan ke empat kawasan pendidikan," ungkapnya.

"Selain 4 kawasan wajib, yang harus dipersiapkan, untuk kualifikasi Wiwerda harus ditambah dengan jumlah tatanan wajibnya 5 - 7 tatanan. Jadi dari 4 yang wajib harus ditambah 2 - 3 tatanan lagi," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
 Warga Desa Sugihmas lepas dari kesulitan air bersih
Sabtu, 28 Januari 2023 - 20:05 WIB

Warga Desa Sugihmas lepas dari kesulitan air bersih

Elshinta.com, Kini tak ada lagi masyarakat Desa Sugihmas, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa...
 1.500 pohon ditanam di area rawan longsor dan banjir bandang di Jateng
Sabtu, 28 Januari 2023 - 18:24 WIB

1.500 pohon ditanam di area rawan longsor dan banjir bandang di Jateng

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, melakukan penanaman pohon di lahan kritis yang be...
Bantul kembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis desa/kelurahan
Kamis, 26 Januari 2023 - 12:23 WIB

Bantul kembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis desa/kelurahan

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten Bantul di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berupaya mengembang...
 Ganjar optimalkan lahan tidur jadi lahan produktif untuk perkuat ketahanan pangan
Selasa, 24 Januari 2023 - 12:44 WIB

Ganjar optimalkan lahan tidur jadi lahan produktif untuk perkuat ketahanan pangan

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, bersama Kapolda Jayeng Irjen Pol Ahmad L...
DLH Bekasi angkut puluhan ton sampah di Sungai Cikarang Hilir
Senin, 16 Januari 2023 - 10:35 WIB

DLH Bekasi angkut puluhan ton sampah di Sungai Cikarang Hilir

Elshinta.com, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat kembali melakukan aksi bersi...
HBKB, Sudin Lingkungan Hidup Jakut pantau kualitas udara
Minggu, 15 Januari 2023 - 17:25 WIB

HBKB, Sudin Lingkungan Hidup Jakut pantau kualitas udara

Elshinta.com, Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Freeday di Jl Danau Sunter Slatan, Tj P...
 Atasi banjir dan longsor di Grobogan, Ganjar akan pulihkan lahan kritis dengan penanaman pohon
Jumat, 13 Januari 2023 - 22:05 WIB

Atasi banjir dan longsor di Grobogan, Ganjar akan pulihkan lahan kritis dengan penanaman pohon

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menggalakkan penanaman pohon di Pegunungan Kende...
Sahabat Ganjar bersih-bersih pantai dan lingkungan di Pekalongan, Demak hingga Rembang
Jumat, 13 Januari 2023 - 20:47 WIB

Sahabat Ganjar bersih-bersih pantai dan lingkungan di Pekalongan, Demak hingga Rembang

Elshinta.com, Sahabat Ganjar menggelar kegiatan menjalankan sunnah di hari baik, dengan melangsungk...
Minimalisir banjir, Sungai Wulan sepanjang 47 km bakal dinormalisasi
Kamis, 12 Januari 2023 - 18:10 WIB

Minimalisir banjir, Sungai Wulan sepanjang 47 km bakal dinormalisasi

Elshinta.com, Pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Wulan sepanjang 47 kilometer sebagai up...
Walhi pastikan kondisi Sungai Batanghari semakin tercemar
Senin, 09 Januari 2023 - 13:47 WIB

Walhi pastikan kondisi Sungai Batanghari semakin tercemar

Elshinta.com, Walhi Jambi memberikan catatan penting tentang kondisi Sungai Batanghari kepada pemer...

InfodariAnda (IdA)