Kota Tua jadi lokasi untuk pelestarian permainan tradisional

Elshinta
Sabtu, 12 November 2022 - 18:24 WIB | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Antara
Kota Tua jadi lokasi untuk pelestarian permainan tradisional
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Pengelola Kota Tua memfasilitasi kegiatan permainan tradisional di Taman Fatahillah Jakarta Barat pada Sabtu dan Minggu sebagai upaya melestarikan budaya di tengah masyarakat.

"Ya kami memfasilitasi supaya komunitas permainan tradisional bisa melaksanakan acaranya pada hari ini (Sabtu) dan besok (Minggu)," kata Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Dedy Tarmizi saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Sabtu (12/11).

Terdapat sejumlah stan yang berdiri di Taman Fatahillah tepatnya areal Plaza Lada, untuk mewadahi pengunjung mengenal sembilan permainan tradisional dan dapat memainkannya secara gratis, di antaranya Gasing, Engklek, Congkak, Lompat Tali, Rangku Alu, Bola Bekel, Kapal Otok-Otok, Petak Umpet, dan Petak Jongkok.

Koordinator acara Ahmad Fadli di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu, menjelaskan untuk menarik minat anak bermain permainan tersebut, mereka menggunakan makanan ringan sebagai 'pancingan'.

Sebelum bermain, pengunjung akan diarahkan petugas untuk mengisi identitas nama, nomor telepon, dan alamat email di stan pendaftaran agar mendapat izin (pass) yang berisi daftar permainan untuk nantinya akan distempel petugas setiap satu kali permainan tradisional dimainkan.

"Setelah itu, minimal lima stempel dalam list (permainan) didapatkan, bisa ditukar dengan satu bungkus makanan ringan," kata Fadli.

Menurut Fadli, interaksi sosial antara orang tua dan anak atau antara anak dengan anak lainnya terjadi sangat intens dalam setiap permainan.

Misalnya petak umpet atau petak jongkok, kata Fadli, tentu membutuhkan tim.

"Minimal tiga orang baru kami mulai," katanya.

Sasarannya adalah anak usia 5 hingga 10 tahun, namun tidak menutup kemungkinan juga boleh dimainkan peserta dengan usia 18 tahun ke atas.

Karena tujuannya adalah mengenalkan permainan tersebut kepada sebanyak-banyaknya orang.

Setiap peserta yang tidak mengenal permainan tradisional tersebut bisa menanyakan kepada panitia, orang tua atau peserta lain yang mengetahui supaya mereka bisa sukses bekerja sama memainkan permainan tersebut.

"Kegiatan di Kota Tua ini kali kedua kami laksanakan, kegiatan pertama di Lapangan Banteng waktu itu bulan Agustus. Nah di Lapangan Banteng itu kami adakan permainan benteng yang awalnya kurang terdengar familiar. Tapi akhirnya peserta memahami sendiri permainan tadi berkat interaksi yang intensif di antara mereka," kata Fadli.

Selain untuk mengenalkan permainan tradisional, Fadli dan tim juga mencoba membangkitkan nostalgia para orang tua yang sudah lama tidak memainkan permainan tradisional tersebut.

"Tadi kita lihat ada orang tua juga yang ikut bermain congklak, permainan memindahkan biji-biji ke lobang begitu. Dengan memainkan permainan itu, mereka jadi teringat lagi cara memainkannya," kata Fadli.

Pihaknya juga menyediakan stan mewarnai sebagai kegiatan tambahan yang ternyata cukup menarik minat anak-anak untuk berpartisipasi.

Fadli mengatakan sebagai suvenir kegiatan, pihaknya mempersiapkan ratusan produk makanan ringan untuk apresiasi bagi peserta yang sudah berpartisipasi baik untuk kegiatan permainan maupun kegiatan tambahan.

"Kegiatan tambahannya selain mewarnai, juga ada tur sejarah Jakarta di Kota Tua. Kami bekerja sama dengan 'Jakarta Good Guide' mengajak peserta mengenal sejarah di Kota Tua. Kami siapkan suvenir makanan ringan untuk setiap peserta yang ikutan," kata Fadli.

Hingga pukul 15.24 WIB tadi tercatat sudah 233 orang pengunjung Kota Tua yang mendaftar menjadi peserta setiap kegiatan yang disediakan oleh panitia, baik permainan tradisional maupun kegiatan tambahannya. Acara tersebut berlangsung dari jam 08.00 sampai 20.00 WIB.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Urgensi Piagam PBB dalam Islam di Muktamar Internasional Fikih Peradaban
Sabtu, 28 Januari 2023 - 17:43 WIB

Urgensi Piagam PBB dalam Islam di Muktamar Internasional Fikih Peradaban

Elshinta.com, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Muktamar Internasional Fikih Pera...
Ini Lagu yang akan dibawakan Maher Zain di puncak resepsi Harlah 1 Abad NU
Sabtu, 28 Januari 2023 - 17:35 WIB

Ini Lagu yang akan dibawakan Maher Zain di puncak resepsi Harlah 1 Abad NU

Elshinta.com, Penyanyi religi asal Swedia berdarah Lebanon, Maher Zain, sangat antusias dan ingin ta...
BPKN RI nilai usulan biaya kenaikan BPIH terlalu tinggi
Sabtu, 28 Januari 2023 - 16:04 WIB

BPKN RI nilai usulan biaya kenaikan BPIH terlalu tinggi

Elshinta.com, Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) menilai biaya perj...
Umat Islam di Manokwari meriahkan Karnaval Harlah Satu Abad NU
Sabtu, 28 Januari 2023 - 10:41 WIB

Umat Islam di Manokwari meriahkan Karnaval Harlah Satu Abad NU

Elshinta.com, Umat Islam di Kabupaten Manokwari memeriahkan Karnaval harlah Satu Abad (100 Tahun) Na...
Kemenag jelaskan hukum mengemis daring dalam Islam
Kamis, 26 Januari 2023 - 20:29 WIB

Kemenag jelaskan hukum mengemis daring dalam Islam

Elshinta.com, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag) Adib men...
26 Januari 1950: Legenda seksofonis Indonesia, Embong Rahardjo
Kamis, 26 Januari 2023 - 06:00 WIB

26 Januari 1950: Legenda seksofonis Indonesia, Embong Rahardjo

Joseph Embong Rahardjo atau biasa dikenal dengan Embong Rahardjo, lahir pada 26 Januari 1950 merup...
Soal kenaikan BIPIH, Kemenag Sumut tunggu keputusan DPR 
Rabu, 25 Januari 2023 - 11:42 WIB

Soal kenaikan BIPIH, Kemenag Sumut tunggu keputusan DPR 

Elshinta.com, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil  Kementerian Agama Sumut, H. Ahmad Qosbi maupun Kepal...
Wakil Ketua MPR RI minta calon haji tidak risau ongkos berhaji
Rabu, 25 Januari 2023 - 00:31 WIB

Wakil Ketua MPR RI minta calon haji tidak risau ongkos berhaji

Elshinta.com, Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto meminta calon jamaah haji untuk tidak risau dengan ...
Pemkab Badung dukung masyarakat lestarikan seni budaya
Senin, 23 Januari 2023 - 20:26 WIB

Pemkab Badung dukung masyarakat lestarikan seni budaya

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, terus mendukung upaya-upaya pelestarian seni dan bu...
LPOI dan LPOK kutuk keras aksi pembakaran Al Quran di Swedia
Senin, 23 Januari 2023 - 19:13 WIB

LPOI dan LPOK kutuk keras aksi pembakaran Al Quran di Swedia

Elshinta.com, Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (...

InfodariAnda (IdA)