Kalbar kembangan bawang merah seluas 57 hektare

Elshinta
Minggu, 13 November 2022 - 07:35 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Kalbar kembangan bawang merah seluas 57 hektare
Ilustrasi - Bawang Merah di pasar. Antara/ Suriani Mappong

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Kalbar melalui intervensi APBD dan didukung APBN telah mengembangkan bawang merah total seluas 57 hektare sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan daerah dan diharapkan ke depan bisa mandiri.

"Budidaya bawang merah di Kalbar sebagian besar masih sebagai  motivasi masyarakat kepada petani untuk menanam melalui bantuan baik APBD maupun APBN. Harapan ke depan lebih banyak lagi petani swadaya melirik untuk menanam karena bawang yang bisa tumbuh baik di Kalbar dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi," ujar Kepala Bidang Hortikultura, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Bader Samsara di Pontianak, Sabtu.

Ia menyebutkan berdasarkan angka statistik September 2022, luas tanam bawang merah di Kalbar adalah 17 hektare dengan produksi sebanyak 29 ton. Untuk bantuan APBD adalah 6 hektare yakni di Kayong Utara 2 hektare, Bengkayang 2 hektare dan masing masing 1 hektare di Singkawang dan Ketapang.

"Sedangkan untuk APBN seluas 20 hektare di Kapuas Hulu, 10 hektare di Singkawang, dan 10 hektare di Sambas. Untuk APBN karena benih dalam bentuk biji masih dalam proses semai, sehingga belum tercatat di statistik," ucapnya.

Menurut dia, menanam bawang memerlukan keuletan, serta biaya yang cukup besar. Tetapi dengan petani atau kelompok tani yang tangguh, ulet, serta didampingi oleh penyuluh pertanian yang mumpuni, suatu saat akan dapat memenuhi kebutuhan bawang merah untuk wilayah Kalbar

"Ke depan kita semua sudah harus berpikir bahwa budidaya komoditi pertanian bukan hanya untuk konsumsi sendiri tetapi ke depan petani sudah berpikir untuk dapat menghasilkan nilai ekonomi bagi petani itu sendiri," jelas dia.

Ia menambahkan petani sudah berpikir untung rugi ketika budidaya tanaman hortikultura dengan kata lain sudah berpikir agribisnis dari mulai budidaya, pasca panen dan pengolahan hasilnya, selain itu petani harus berupaya menjual produk yang dihasilkan bukan berupa produk mentah akan tetapi sudah berbentuk olahan, dengan menjual produk olahan akan jauh meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.

"Pemerintah terus mendorong petani untuk membuat lembaga ekonomi baik melalui koperasi atau lembaga ekonomi petani yang lainnya. Sangat memungkinkan jika pemerintah membuat BUMD Pertanian, dengan adanya BUMD pertanian sebagai mitranya Petani maka kebutuhan petani berupa saprodi selain itu pemasaran hasil komoditi yang dibudidayakan akan lebih terkelola dengan baik sehingga petani mempunyai kepastian harga dengan harga yang layak," jelas dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Pencarian nelayan hilang hari ke lima di Krui terkendala cuaca buruk
Senin, 30 Januari 2023 - 17:31 WIB

Pencarian nelayan hilang hari ke lima di Krui terkendala cuaca buruk

Elshinta.com, Hingga hari ke lima proses pencarian nelayan warga Pesisir Barat Lampung, yang diduga ...
Manado sediakan pos pemantau banjir di Bendungan Kuwil Kawangkoan
Senin, 30 Januari 2023 - 16:25 WIB

Manado sediakan pos pemantau banjir di Bendungan Kuwil Kawangkoan

Elshinta.com, Pemerintah Kota Manado, Sulawesi Utara, menyediakan pos pemantau banjir di Bendungan K...
 34 ASN di Kudus terima SK pensiun, 4 diantaranya meninggal dunia
Senin, 30 Januari 2023 - 14:56 WIB

34 ASN di Kudus terima SK pensiun, 4 diantaranya meninggal dunia

Elshinta.com, Kepala BKPSDM Kabupaten Kudus Jawa Tengah Putut Winarno mengatakan sebanyak 34 pegawai...
KPP Pratama Binjai sosialisasi integrasi NIK menjadi NPWP
Senin, 30 Januari 2023 - 12:26 WIB

KPP Pratama Binjai sosialisasi integrasi NIK menjadi NPWP

Elshinta.com, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai, Sumatera Utara, menggelar sosialisasi implement...
Manfaatkan momentum HPN, Pemprov suarakan DBH sawit dan potensi Sumut 
Senin, 30 Januari 2023 - 11:45 WIB

Manfaatkan momentum HPN, Pemprov suarakan DBH sawit dan potensi Sumut 

Elshinta.com, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memanfaatkan momentum Hari Pers N...
Pohon pengikat jembatan gantung tumbang jadi penyebab insiden Diguel
Senin, 30 Januari 2023 - 10:47 WIB

Pohon pengikat jembatan gantung tumbang jadi penyebab insiden Diguel

Elshinta.com, Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Muhammad Dafi Bustomi mengatakan insiden yang terjadi...
Polres Banjar perkirakan jamaah Haul Guru Sekumpul capai dua juta
Senin, 30 Januari 2023 - 10:23 WIB

Polres Banjar perkirakan jamaah Haul Guru Sekumpul capai dua juta

Elshinta.com, Kepala Kepolisian Resor Banjar Kalimantan Selatan AKBP Ifan Hariyat memperkirakan juml...
Gelombang tinggi hingga enam meter, masyarakat pesisir diimbau waspada
Senin, 30 Januari 2023 - 10:11 WIB

Gelombang tinggi hingga enam meter, masyarakat pesisir diimbau waspada

Elshinta.com, Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat yang beraktivit...
Angin kencang putus layanan listrik tiga kecamatan di Natuna
Senin, 30 Januari 2023 - 09:47 WIB

Angin kencang putus layanan listrik tiga kecamatan di Natuna

Elshinta.com, Layanan listrik tiga kecamatan di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau terputus karena tian...
Pemkot Manado harapkan warga bantaran tinggal di perumahan relokasi
Senin, 30 Januari 2023 - 08:47 WIB

Pemkot Manado harapkan warga bantaran tinggal di perumahan relokasi

Elshinta.com, Pemerintah Kota Manado mengharapkan warga di sejumlah bantaran sungai untuk tinggal d...

InfodariAnda (IdA)