Terdakwa ujaran kebencian makam keramat di Lombok dituntut satu tahun

Elshinta
Selasa, 15 November 2022 - 16:49 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
Terdakwa ujaran kebencian makam keramat di Lombok dituntut satu tahun
Foto Dokumentasi-Terdakwa Ustaz Mizan Qudsiah (kedua kanan) berjalan menuju kursi pesakitan di hadapan majelis hakim dalam sidang kasus dugaan ujaran kebencian terhadap makam keramat di Pulau Lombok, di Pengadilan Negeri Mataram, NTB, Rabu (2/9/2022). (ANTARA/Elsa)

Elshinta.com - Ustaz Mizan Qudsiah yang menjadi terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian terhadap makam keramat di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dituntut hukuman satu tahun penjara.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Mataram Kelik Trimargo yang dikonfirmasi di Mataram, Selasa, membenarkan perihal tuntutan pidana hukuman satu tahun untuk terdakwa Ustaz Mizan Qudsiah.

"Iya, tuntutan jaksa tadi, dituntut satu tahun penjara dengan perintah terdakwa Ustaz Mizan ditahan," kata Kelik.

Jaksa menyatakan tuntutan itu merujuk pada dakwaan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang mengatur persoalan penyebaran berita bohong yang dapat mengakibatkan keonaran di tengah masyarakat.

Ancaman pidana hukuman dari aturan tersebut dijelaskan dalam Pasal 15 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Jaksa menyatakan tuntutan itu dengan mencantumkan barang bukti berupa video hasil unduhan dari akun YouTube Surabaya Mengaji berdurasi 1 jam 17 menit 15 detik berisi ceramah terdakwa Ustaz Mizan Qudsiah.

Lebih lanjut, Kelik menyampaikan sidang akan berlanjut pada Selasa (22/11) pekan depan dengan agenda pledoi (nota pembelaan) dari terdakwa.

"Pekan depan, 22 November 2022, sidang dilanjutkan ke agenda penyampaian nota pembelaan (pledoi) dari terdakwa," ujarnya.

Kasus Ustaz Mizan ini masuk ke meja persidangan berawal dari adanya laporan kelompok masyarakat perihal dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Laporan yang masuk ke Polda NTB tersebut berkaitan dengan cuplikan video ceramah Ustaz Mizan berdurasi 19 detik.

Dalam penggalan video tersebut, pelapor menduga Ustaz Mizan telah mendiskreditkan makam keramat para leluhur di Pulau Lombok.

Kasus ini pun masuk ke Pengadilan Negeri Mataram dengan majelis hakim yang diketuai Sri Sulastri. Kasus tersebut terdaftar dengan klasifikasi perkara Informasi dan Transaksi Elektronik, Nomor: 475/Pid.Sus/2022/PN Mtr.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Imigrasi Atambua deportasi warga Timor Leste langgar izin tinggal
Senin, 30 Januari 2023 - 19:10 WIB

Imigrasi Atambua deportasi warga Timor Leste langgar izin tinggal

Elshinta.com, Kantor Imigrasi Atambua di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, mendeportasikan seoran...
Kapolrestabes Palembang akan cabut SIM-STNK pelaku balap liar
Senin, 30 Januari 2023 - 18:58 WIB

Kapolrestabes Palembang akan cabut SIM-STNK pelaku balap liar

Elshinta.com, Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Palembang Komisaris Besar Polisi Mokhamad Ngajib m...
Kakak beradik di Mataram terungkap jual narkoba bermodus buka bengkel
Senin, 30 Januari 2023 - 18:46 WIB

Kakak beradik di Mataram terungkap jual narkoba bermodus buka bengkel

Elshinta.com, Sepasang kakak beradik di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, terungkap menjual narkoba...
Sopir sedan mewah resmi ditahan Polres Cianjur
Senin, 30 Januari 2023 - 17:19 WIB

Sopir sedan mewah resmi ditahan Polres Cianjur

Elshinta.com, Polres Cianjur, Jawa Barat, secara resmi menahan sopir sedan mewah atas nama Sugeng Gu...
Jaksa tolak pembelaan Putri Candrawathi
Senin, 30 Januari 2023 - 15:35 WIB

Jaksa tolak pembelaan Putri Candrawathi

Elshinta.com, Tim Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir N...
Polisi jerat empat ABK asal Sulawesi pasal penyelundupan manusia
Senin, 30 Januari 2023 - 14:08 WIB

Polisi jerat empat ABK asal Sulawesi pasal penyelundupan manusia

Elshinta.com, Kepolisian Resor Rote Ndao, Polda Nusa Tenggara Timur menjerat empat anak buah kapal (...
Polda Metro bentuk tim pencari fakta kasus kecelakaan mahasiswa UI
Senin, 30 Januari 2023 - 13:47 WIB

Polda Metro bentuk tim pencari fakta kasus kecelakaan mahasiswa UI

Elshinta.com, Polda Metro Jaya membentuk tim pencari fakta terkait kasus kecelakaan yang menewaskan ...
Enam WNA India yang terdampar di Rote ditempatkan di Rudenim
Senin, 30 Januari 2023 - 12:14 WIB

Enam WNA India yang terdampar di Rote ditempatkan di Rudenim

Elshinta.com, Sebanyak enam orang warga negara asing (WNA) asal India dititipkan di Rumah Detensi Im...
30 Januari 1942: Invasi Jepang atas koloni Belanda di Indonesia
Senin, 30 Januari 2023 - 06:00 WIB

30 Januari 1942: Invasi Jepang atas koloni Belanda di Indonesia

Pada 30 Januari 1942, awal invasi Jepang atas koloni Belanda di Indonesia pada awal Perang Dunia II¬...
Polisi amankan 107 orang usai aksi unjuk rasa ricuh di Kota Malang
Minggu, 29 Januari 2023 - 23:15 WIB

Polisi amankan 107 orang usai aksi unjuk rasa ricuh di Kota Malang

Elshinta.com, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota mengamankan 107 orang usai kericuhan yang...

InfodariAnda (IdA)