UTA `45 Jakarta dan mahasiswa apoteker gugat SK PN UKAI ke PTUN 

Elshinta
Kamis, 17 November 2022 - 19:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Elshinta.Com
UTA `45 Jakarta dan mahasiswa apoteker gugat SK PN UKAI ke PTUN 
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Universitas 17 Agustus 1945 (UTA `45) Jakarta bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Korban UKAI Indonesia dan Aliansi Apoteker dan Apoteker Peduli Negeri, menggugat keberadaan Panitia Nasional Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (PN UKAI) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Mereka meminta SK Komite Farmasi Nasional (KFN) yang menjadi dasar pembentukan PN UKAI, dibatalkan lantaran tak memiliki dasar hukum. 

Selain mendaftarkan gugatan, mereka berunjuk rasa di depan kantor pengadilan, Kementerian Kesehatan dan kantor PP IAI. Mereka menuntut adanya tindak lanjut atau perhatian terhadap persoalan ini. 

"PN UKAI diduga telah melakukan tindakan yang merugikan ribuan calon apoteker yang dianggap gagal dalam uji kompetensi tersebut," kata tim kuasa hukum mereka, Anton Sudanto dalam keterangan yang diterima redaksi elshinta.com, Kamis (17/11). 

Selain itu, kata dia ada dugaan korupsi proyek PN UKAI yang diduga didirikan serta dijalankan secara ilegal dan diduga memanipulasi seluruh peraturan pemerintah yang ada terkait dengan uji kompetensi apoteker. Yakni penarikan uang mahasiswa dan perguruan tinggi yang jumlahnya diperkirakan mencapai belasan triliun rupiah. 

"Ini dilakukan seolah-olah atas dasar mandat negara. Dugaan korupsi ini diduga bukan sekedar cerita isapan jempol belaka," kata Anton. 

Dugaan manipulasi peraturan pemerintah yang digunakan Komite Farmasi Nasional (KFN) dalam mengeluarkan SK yang menjadi dasar pembentukan PN UKAI, kata Anton, mulai dari PP 51 Tahun 2009 pasal 37, Permenkes 889 No. 322 Tahun 2011 pasal 10, 11 dan 26, sampai Permendikbud No. 2 Tahun 2020. Ketentuan itu semua, dijadikan dasar dari pembentukan berdirinya PN UKAI, oleh KFN maupun alasan dari PN UKAI sendiri.

"Padahal secara jelas tertulis pada seluruh peraturan pemerintah maupun peraturan menteri kesehatan tersebut, tidak satu pun yang memberikan kewenangan kepada KFN maupun badan apa pun untuk mengadakan uji kompetensi kepada para calon apoteker yang telah menyelesaikan pendidikan profesinya sebagai apoteker," tutur Anton. 

Hal ini, lanjut Anton, sesuai Permenkes 889 No.322 tahun 2011 pasal 10 (1), yang berbunyi "Dinyatakan telah lulus uji kompetensi setelah menyelesaikan pendidikan profesi dan dapat diberikan sertifikasi apotekernya secara langsung". 

"Sehingga tidak perlu melalui uji kompetensi yang dilakukan oleh PN UKAI," kata Anton. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Massa minta KPK tindaklanjuti dugaan ketidakprofesionalan Deputi Penindakan & Direktur Penyelidikan
Jumat, 27 Januari 2023 - 14:25 WIB

Massa minta KPK tindaklanjuti dugaan ketidakprofesionalan Deputi Penindakan & Direktur Penyelidikan

Elshinta.com, Aktivis Satgas Pemburu Koruptor (SPK) kembali menyambangi Gedung Dewas (Dewan Pengawas...
Harga beras naik lagi, emak-emak di Mataram minta Firli usut dugaan permainan mafia
Kamis, 26 Januari 2023 - 23:15 WIB

Harga beras naik lagi, emak-emak di Mataram minta Firli usut dugaan permainan mafia

Elshinta.com, Sejumlah `emak-emak` di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat mengungkapkan keresahan mere...
Tembok penahan tanah ambrol, satu rumah di Majalengka rusak parah
Rabu, 25 Januari 2023 - 19:35 WIB

Tembok penahan tanah ambrol, satu rumah di Majalengka rusak parah

Elshinta.com, Hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat menyebabkan satu r...
 Aksi cepat tanggap Satgas Yonif Mekanis 203/AK bantu pendeta yang sakit
Rabu, 25 Januari 2023 - 16:33 WIB

Aksi cepat tanggap Satgas Yonif Mekanis 203/AK bantu pendeta yang sakit

Elshinta.com, Aksi cepat tanggap dilakukan oleh Pos Pirime Satgas Yonif Mekanis 203/AK dalam memberi...
Siswi SMP ditemukan meninggal dunia di kebun kosong
Selasa, 24 Januari 2023 - 19:25 WIB

Siswi SMP ditemukan meninggal dunia di kebun kosong

Elshinta.com, Sesosok mayat perempuan muda ditemukan warga di kebun kosong di belakang sebuah tempat...
Gempa Cianjur magnitudo 4,3 dirasakan hingga Sukabumi
Selasa, 24 Januari 2023 - 06:11 WIB

Gempa Cianjur magnitudo 4,3 dirasakan hingga Sukabumi

Elshinta.com, Gempa dengan magnitudo (M)4,3 yang berpusat Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Selasa,...
Densus sita bom rakitan dari tersangka teroris ISIS di Yogyakarta
Senin, 23 Januari 2023 - 20:35 WIB

Densus sita bom rakitan dari tersangka teroris ISIS di Yogyakarta

Elshinta.com, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyita dua bom rakitan dari tersangk...
Megawati Soekarnoputri ulang tahun ke-76
Senin, 23 Januari 2023 - 17:11 WIB

Megawati Soekarnoputri ulang tahun ke-76

Elshinta.com, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berulang tahun ke-76 pada Seni...
Dampak kericuhan di Mapia, ratusan warga mengungsi ke Nabire
Senin, 23 Januari 2023 - 16:21 WIB

Dampak kericuhan di Mapia, ratusan warga mengungsi ke Nabire

Elshinta.com, Kapolres Dogiyai Kompol Samuel Tatiratu mengakui sebanyak 150 warga telah mengungsi ke...
Basarnas Sulsel cari korban tenggelam di Sungai Jeneberang
Minggu, 22 Januari 2023 - 22:34 WIB

Basarnas Sulsel cari korban tenggelam di Sungai Jeneberang

Elshinta.com, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulsel menurunkan tim SAR untuk me...

InfodariAnda (IdA)