Waspada pneumonia jika frekuensi nafas balita lebih 40 kali per menit

Elshinta
Jumat, 18 November 2022 - 00:11 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Waspada pneumonia jika frekuensi nafas balita lebih 40 kali per menit
Ilustrasi pemeriksaan rontgen toraks, salah satu pemeriksaan pneumonia. (ANTARA/Pexels)

Elshinta.com - Dokter Spesialis Paru RSUD Cilincing Jakarta Agung Prasetyo mengingatkan para orang tua untuk mewaspadai gejala pneumonia jika frekuensi nafas bayi usia 1-5 tahun lebih dari 40 kali per menit.

“Bayi 1-2 bulan kalau frekuensi nafasnya lebih dari 60 kali per menit itu kita curigai ada pneumonia. Usia 2-12 bulan frekuensi nafasnya di atas 50 kali per menit dan usia di atas 12 bulan hingga kurang dari 5 tahun frekuensinya lebih dari 40 kali per menit kita curiga ada pneumonia,” kata Agung Prasetyo dalam Talkshow Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang disiarkan secara daring, Kamis.

Agung menyampaikan keluhan yang sering timbul pada pasien pneumonia adalah gangguan respirasi yang bisa dalam bentuk batuk atau nyeri di salah satu bagian tertentu di dada. Batuknya juga beragam, mulai dari batuk berdahak dengan dahak kental berwarna hijau, kuning hingga bening atau dahak yang berbau. Kemudian demam dan perubahan pada cara bernafas dan frekuensi nafas yang meningkat.

“Kemudian, gerakan nafasnya tidak sinkron, saat tarik nafas malah ada tarikan bidang dada ke dalam, sehingga nafasnya tidak sinkron dan itu kita harus curiga sebagai orang tua,” ucapnya.

Sedangkan gejala pneumonia pada orang lanjut usia sering kali tidak khas, karena adanya perbedaan sistem imun, sehingga fungsi saluran nafas dalam merespons batuk tidak terlalu baik. Kendati demikian, jika terjadi perbedaan cara bernafas pada orang tua lanjut usia, harus segera diperiksakan ke fasilitas layanan kesehatan terdekat sebagai upaya mencegah terjadinya pneumonia.

Lebih lanjut, Agung menyampaikan bahwa pneumonia merupakan penyakit akibat infeksi dengan angka kematian paling tinggi nomor satu di kalangan orang tua, dewasa maupun anak.

Pada orang tua dan dewasa, paparan asap rokok dan asap kendaraan bermotor menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya pneumonia, karena asap tersebut dapat mengganggu fungsi dari silia. Silia bertugas untuk mengeluarkan dahak atau kotoran yang terhirup oleh hidung dan dikeluarkan dengan refleks batuk, sehingga tidak tertelan ke dalam paru-paru.

“Fungsi itu rusak, menjadi rentan sekali debu dan asap mengakibatkan kolonisasi dari bakteri, sehingga makin banyak dan terjadi pneumonia,” tuturnya.

Selain itu, penyakit lain yang diderita seperti diabetes melitus, penyakit auto imun seperti lupus dan penderita HIV juga meningkatkan peluang terjadinya pneumonia.

Adapun pengobatan untuk penderita pneumonia bisa dilakukan melalui rawat inap dan rawat jalan. Bagi pasien rawat inap, dokter akan melakukan pemeriksaan dahak untuk menentukan penyebab pneumonia berasal dari kuman, virus atau bakteri, lalu memberikan obat sesuai pemeriksaan hasil kultur dahak dan disertai obat-obatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Sedangkan untuk pneumonia ringan bisa diobati dengan rawat jalan. Begitu diagnosisnya telah ditegakkan, dokter akan memberikan antibiotik sesuai indikasi dan memberikan obat simtomatik dan obat penguat imun.

“Jika ada permasalahan di saluran nafas seperti dahak susah dikeluarkan, kita beri pengencer dahak dan obat-obat pendukung yang juga didukung oleh perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker, mengurangi interaksi dan nutrisi yang seimbang,” ujar dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Orang tua berperan cegah anak terjerumus pergaulan bebas
Sabtu, 04 Februari 2023 - 10:45 WIB

Orang tua berperan cegah anak terjerumus pergaulan bebas

Elshinta.com, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Satreskrim Polres Sukabumi Ipt...
Disdik Mataram minta orang tua waspada kasus penculikan anak
Kamis, 02 Februari 2023 - 16:41 WIB

Disdik Mataram minta orang tua waspada kasus penculikan anak

Elshinta.com, Dinas Pendidikan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), meminta orang tua dan pihak ...
Anak korban penculikan rawan alami trauma
Rabu, 01 Februari 2023 - 09:35 WIB

Anak korban penculikan rawan alami trauma

Elshinta.com, Psikolog anak dan remaja dari Universitas Indonesia Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengat...
Kemenkes imbau berikan anak porsi makan sesuai kelompok usianya
Selasa, 24 Januari 2023 - 00:59 WIB

Kemenkes imbau berikan anak porsi makan sesuai kelompok usianya

Elshinta.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta orang tua untuk memberikan asupan gizi anak d...
Dokter anak tak sarankan lato-lato dimainkan balita
Minggu, 15 Januari 2023 - 19:45 WIB

Dokter anak tak sarankan lato-lato dimainkan balita

Elshinta.com, Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak DR D. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH tak me...
Psikolog imbau tidak abaikan jika anak enggan masuk sekolah usai liburan
Rabu, 04 Januari 2023 - 02:53 WIB

Psikolog imbau tidak abaikan jika anak enggan masuk sekolah usai liburan

Elshinta.com, Psikolog anak, remaja dan keluarga Rosdiana Setyaningrum MPsi, MHPEd mengingatkan aga...
Penting bagi ibu untuk tak lupa baik pada diri sendiri
Sabtu, 24 Desember 2022 - 12:03 WIB

Penting bagi ibu untuk tak lupa baik pada diri sendiri

Elshinta.com, Psikolog Febria Indra Hastati mengingatkan para ibu untuk tak lupa berbuat baik pada d...
Tips tingkatkan suasana hati ibu demi hindari `bad day`
Rabu, 21 Desember 2022 - 13:15 WIB

Tips tingkatkan suasana hati ibu demi hindari `bad day`

Elshinta.com, Kebahagiaan yang dirasakan seorang ibu dapat memberikan energi positif untuk keluargan...
Empati kunci tumbuhkan rasa cinta terhadap keragaman
Selasa, 13 Desember 2022 - 08:47 WIB

Empati kunci tumbuhkan rasa cinta terhadap keragaman

Elshinta.com, Analis pendampingan belajar di Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidik...
Program KB harus diimbangi rencana masa depan anak
Selasa, 06 Desember 2022 - 13:46 WIB

Program KB harus diimbangi rencana masa depan anak

Elshinta.com, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan RS Sari Asih Ciputat Kota Tangerang Selatan, ...

InfodariAnda (IdA)