Dokter: Usus buntu pada anak berisiko lebih tinggi dibanding dewasa

Elshinta
Senin, 21 November 2022 - 11:27 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Dokter: Usus buntu pada anak berisiko lebih tinggi dibanding dewasa
Sheila Tri Meilani (tengah) terbaring setelah melakukan tindakan operasi kedua karena penyakit usus buntu di RSUD Luwuk, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (24/8/2022). FOTO ANTARA/HO-Sentra Nipotowe

Elshinta.com - Praktisi kesehatan yang juga dokter spesialis bedah dr Dion Ade Putra, Sp.BS mengatakan usus buntu yang terjadi pada anak bisa berisiko lebih tinggi jika dibandingkan dengan dewasa karena jaringan lemaknya yang masih pendek.

“Untuk terjadinya perforasi atau usus buntu yang pecah itu lebih tinggi dibandingkan orang dewasa karena jaringan lemak di anak itu masih pendek sehingga sulit untuk melokalisasi infeksinya,” katanya dalam diskusi mengenai penanganan usus buntu yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.

Infeksi akibat usus buntu yang pecah pada jaringan lemak perut yang disebut omentum, katanya, akan menyebar lebih cepat pada area perut karena organnya masih pendek pada anak. Sehingga tingkat keparahannya akan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang dewasa.

Ia mengatakan secara teori orang yang mengalami usus buntu biasanya akan terasa nyeri di perut kanan bawah. Selain itu, terdapat risiko untuk terjadinya perforasi atau pecah usus buntu sebesar tujuh sampai delapan persen dalam 12 jam ke depan, sehingga harus cepat ditangani oleh dokter.

“Sebaiknya bila sudah merasakan nyeri yang sangat intens di perut kanan bawah sebaiknya segera periksakan diri ke dokter terdekat,” katanya.

Dijelaskannya usus buntu biasanya terjadi karena ada sumbatan di usus akibat feses yang mengeras, dan mengakibatkan radang usus buntu. Feses yang keras, kata Dion, biasanya disebabkan karena diet yang kurang serat, tidak minum air putih secara teratur dan kurangnya asupan prebiotik untuk melancarkan saluran cerna.

“Usus buntu biasanya karena segala sesuatu yang menyebabkan seseorang mengalami konstipasi atau menyebabkan fesesnya keras sehingga feses tersebut menyumbat di usus buntu tersebut,” kata dokter bedah Rumah Sakit Mayapada ​​​​​.

Pada orang dewasa, kata dia, gejala awal usus buntu bisa dideteksi dari nyeri di sekitar pusar yang akan meningkat dan beralih ke perut kanan bawah. Biasanya juga bisa disertai dengan demam dan kemudian mual dan muntah.

“Ada beberapa kasus bisa dikatakan dengan diare. Tapi gejala yang khas adalah nyeri di perut kanan bawah,” katanya.

Penderita usus buntu secara praktiknya tidak mengenal usia dan jenis kelamin. Namun ia mengatakan orang dengan usia sekitar 20 sampai 30 tahun menjadi yang paling sering mengalami usus buntu.

Sedangkan pada lansia di atas usia 40 sampai 50 tahun, harus dilihat lagi penyakit penyerta lainnya karena pada orang yang lebih tua ada penyakit yang gejalanya mirip usus buntu. Jika sudah merasakan gejala yang khas, ia menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mencegah penyakit semakin berat.

“Sebaiknya periksakan diri langsung ke dokter baik bedah umum maupun bedah digestif, karena apabila ini ditunda maka gejalanya akan makin berat dan penatalaksanaannya juga akan lebih rumit,” demikian Dion Ade Putra.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Peneliti kaji potensi tembakau alternatif bantu perokok dewasa beralih
Minggu, 27 November 2022 - 12:45 WIB

Peneliti kaji potensi tembakau alternatif bantu perokok dewasa beralih

Elshinta.com, Produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, d...
Dukung BIAN, IRRA dan Oneject sediakan ADS yang aman dan nyaman untuk anak
Sabtu, 26 November 2022 - 12:47 WIB

Dukung BIAN, IRRA dan Oneject sediakan ADS yang aman dan nyaman untuk anak

Elshinta.com, Untuk mendukung program BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) yang dijalankan pemerinta...
Pemerintah dorong sistem kesehatan dalam negeri ke arah preventif
Sabtu, 26 November 2022 - 08:59 WIB

Pemerintah dorong sistem kesehatan dalam negeri ke arah preventif

Elshinta.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini pemerintah mendorong agar...
Dokter: Penanganan penyakit jantung harus dilakukan di hulu dan hilir
Jumat, 25 November 2022 - 19:11 WIB

Dokter: Penanganan penyakit jantung harus dilakukan di hulu dan hilir

Elshinta.com, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Nur Haryono, Sp.JP (K) FIHA dari Perhi...
Dinas Kesehatan Majalengka sabet 4 penghargaan bergengsi dari Kemenkes
Kamis, 24 November 2022 - 22:07 WIB

Dinas Kesehatan Majalengka sabet 4 penghargaan bergengsi dari Kemenkes

Elshinta.com, Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat berhasil menyabet empat penghargaan b...
Kiat tetap sehat dan produktif di masa peralihan menuju endemi
Kamis, 24 November 2022 - 21:34 WIB

Kiat tetap sehat dan produktif di masa peralihan menuju endemi

Elshinta.com, Kesehatan merupakan salah satu modal penting masyarakat Indonesia agar dapat bangkit d...
RS Mardi Rahayu, Kudus kembali raih akreditasi paripurna bintang lima
Kamis, 24 November 2022 - 20:58 WIB

RS Mardi Rahayu, Kudus kembali raih akreditasi paripurna bintang lima

Elshinta.com, Sertifikat akreditasi paripurna bintang lima diberikan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sa...
Dokter sebut semua penyakit anak berisiko sebabkan gangguan ginjal
Kamis, 24 November 2022 - 20:23 WIB

Dokter sebut semua penyakit anak berisiko sebabkan gangguan ginjal

Elshinta.com, Semua penyakit yang diderita anak dapat berisiko menyebabkan gangguan ginjal akut, kat...
Penderita diabetes tipe 1 tetap harus terapkan jaga pola makan sehat
Kamis, 24 November 2022 - 16:57 WIB

Penderita diabetes tipe 1 tetap harus terapkan jaga pola makan sehat

Elshinta.com, Pola makan sehat tetap harus diterapkan oleh penderita diabetes tipe 1 di mana tubuh k...
 BKKBN Jateng evaluasi dan audit kasus stunting di Boyolali
Kamis, 24 November 2022 - 15:12 WIB

BKKBN Jateng evaluasi dan audit kasus stunting di Boyolali

Elshinta.com, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, berku...

InfodariAnda (IdA)