KPK eksekusi penyuap eks Wali Kota Yogyakarta ke Lapas Sukamiskin

Elshinta
Senin, 21 November 2022 - 16:35 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
KPK eksekusi penyuap eks Wali Kota Yogyakarta ke Lapas Sukamiskin
Vice President Real Estate PT Summarecon Agung (SA) Tbk. Oon Nusihono (kanan/rompi jingga). ANTARA/Benardy Ferdiansyah

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi Oon Nusihono selaku Vice President Real Estate PT Summarecon Agung (SA) Tbk. ke Lapas Kelas IA Sukamiskin Bandung berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Oon merupakan pemberi suap kepada mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan kawan-kawan dalam perkara suap pengurusan perizinan di wilayah Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.

"Jaksa Eksekutor Andry Prihandono, Kamis (17/11), telah selesai melaksanakan eksekusi putusan Pengadilan Tipikor pada PN Yogyakarta yang berkekuatan hukum tetap dengan terpidana Oon Nusihono," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin.

Ali mengatakan bahwa eksekusi pidana badan tersebut di Lapas Sukamiskin. Oon menjalani pidana penjara selama 3 tahun dengan dikurangi lamanya masa penahanan.

"Ditambah dengan adanya kewajiban membayar pidana denda Rp200 juta," ucap Ali.

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Yogyakarta dalam putusan yang dibacakan pada hari Senin (31/10) menyatakan bahwa terdakwa Oon bersalah secara meyakinkan dan sah melakukan tindak pidana korupsi terkait dengan perizinan pembangunan apartemen Royal Kedhaton dengan menyuap Haryadi Suyuti.

Ia menilai perbuatan Oon memenuhi unsur dakwaan Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan bahwa pada tahun 2019 Oon melalui Dandan Jaya Kartika selaku Direktur Utama PT Java Orient Property (JOP), anak perusahaan PT SA, mengajukan permohonan izin mendirikan bangunan (IMB) dengan mengatasnamakan PT JOP untuk pembangunan apartemen Royal Kedhaton di kawasan Malioboro.

Meski rencana pembangunan itu bertentangan dengan Peraturan Gubernur Nomor 75/KEP/2017 dan Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 53 Tahun 2017 karena masuk kawasan cagar budaya, Oon didakwa melakukan berbagai upaya suap agar IMB apartemen Royal Kedhaton tetap bisa terbit.

Oon didakwa memberikan suap berupa 1 unit sepeda elektrik, uang 20.450 dolar AS, Rp20 juta atau sekitar jumlah itu, 1 unit mobil Volkswagen Scirocco 2.000 CC warna hitam tahun 2010 untuk mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Berbagai pemberian itu, baik yang diterima secara langsung maupun melalui Triyanto Budi Yuwono selaku sekretaris pribadi dan orang kepercayaan Haryadi.

Selain kepada Haryadi, Oon didakwa memberikan uang sebesar 6.808 dolar AS kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPMP) Pemkot Yogyakarta Nurwidihartana dengan maksud agar mempercepat penerbitan IMB apartemen Royal Kedhaton.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Polres Siak selidiki ledakan pipa minyak PT BSP tewaskan satu pekerja
Selasa, 31 Januari 2023 - 18:32 WIB

Polres Siak selidiki ledakan pipa minyak PT BSP tewaskan satu pekerja

Elshinta.com, Kepolisian Resor Siak, Riau, menyelidiki peristiwa ledakan pipa minyak milik badan usa...
Kepala divisi keuangan PT Amarta Karya dipanggil sebagai saksi oleh KPK
Selasa, 31 Januari 2023 - 18:24 WIB

Kepala divisi keuangan PT Amarta Karya dipanggil sebagai saksi oleh KPK

Elshinta.com, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil kepala divisi keuangan PT Amarta...
Polisi tangkap satu DPO pengeroyokan terhadap pengojek di Taman Sari
Selasa, 31 Januari 2023 - 18:08 WIB

Polisi tangkap satu DPO pengeroyokan terhadap pengojek di Taman Sari

Elshinta.com, Jajaran Polsek Metro Taman Sari kembali menangkap satu orang berstatus Daftar Pencaria...
Pelaku pembunuhan sadis bunuh dan setubuhi korban yang sudah meninggal
Selasa, 31 Januari 2023 - 16:34 WIB

Pelaku pembunuhan sadis bunuh dan setubuhi korban yang sudah meninggal

Elshinta.com, Aparat Kepolisian Resor Tulungagung, Polda Jawa Timur mengungkapkan bahwa Mustakim (26...
Polisi selidiki percobaan penculikan anak di Semarang
Selasa, 31 Januari 2023 - 16:22 WIB

Polisi selidiki percobaan penculikan anak di Semarang

Elshinta.com, Polisi menyelidiki upaya dugaan percobaan penculikan terhadap seorang anak berusia 11 ...
Polres Indramayu bekuk pencuri lintas daerah beraksi 14 kali
Selasa, 31 Januari 2023 - 15:07 WIB

Polres Indramayu bekuk pencuri lintas daerah beraksi 14 kali

Elshinta.com, Kepolisian Resor (Polres) Indramayu, Jawa Barat, menangkap dua pelaku pencurian kendar...
Polres Pamekasan periksa tiga orang terkait laporan ujaran kebencian
Selasa, 31 Januari 2023 - 12:32 WIB

Polres Pamekasan periksa tiga orang terkait laporan ujaran kebencian

Elshinta.com, Polres Pamekasan, Jawa Timur memeriksa sebanyak tiga orang terkait laporan kasus dugaa...
Polda Metro Jaya kembali temukan korban penipuan komplotan Wowon
Selasa, 31 Januari 2023 - 12:20 WIB

Polda Metro Jaya kembali temukan korban penipuan komplotan Wowon

Elshinta.com, Polda Metro Jaya kembali menemukan salah seorang korban penipuan komplotan Wowon yang...
 Bos Duta Palma nyatakan serius urus dan perolah ijin HGU sawit
Selasa, 31 Januari 2023 - 10:17 WIB

Bos Duta Palma nyatakan serius urus dan perolah ijin HGU sawit

Elshinta.com, Memasuki sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan terdakwa, Bos PT Duta Palma Group, ...
Dua pemuda diciduk Polres Tabalong karena miliki ribuan obat terlarang
Selasa, 31 Januari 2023 - 09:23 WIB

Dua pemuda diciduk Polres Tabalong karena miliki ribuan obat terlarang

Elshinta.com, Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Tabalong bersama jajaran Polsek Muara Uya Provi...

InfodariAnda (IdA)