Aksi teatrikal tarik tambang, massa ingatkan KPK tuntaskan kasus Duriangate

Elshinta
Senin, 21 November 2022 - 18:05 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Elshinta.Com
Aksi teatrikal tarik tambang, massa  ingatkan KPK tuntaskan kasus Duriangate
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com -  Para aktivis  AGAMIS menggelar aksi teatrikal dengan tarik tambang digantungin durian saat unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin (21/10).

Aksi ini merupakan bentuk dukungan kepada KPK agar tidak mengulur-ulur waktu untuk menuntaskan kasus kardus durian.

"Aksi tarik tambang ini sebagai simbol agar KPK tidak tarik ulur memproses kasus durian gate yang diduga melibatkan Cak Imin," tegas Koordinator Aksi Lukman.

"Kami akan terus kawal kasus kardus durian ini hingga tuntas sampai koruptornya dijembloskan ke hotel prodeo," katanya.

Menurutnya, kode dari pimpinan KPK ini menjadi momentum tepat untuk membongkar kasus kardus durian tersebut. Pihaknya menyakini upaya tersebut akan didukung semua elemen masyarakat dan memberikan apresiasi kepada KPK yang berani membuka lagi PR lama yang belum tuntas.

Para pendemo mendesak KPK agar konsisten atas komitmennya sebagai lembaga negara dengan motto Berani, Jujur dan Hebat serta tidak tebang pilih pada pejabat publik dalam pemberantasan korupsi.

"Kasus itu sudah menguap di Persidangan, pastinya berkas di KPK masih tersimpan rapi jadi tinggal eksekusi saja," ujarnya.

Massa AGAMIS juga menggelar aksi melintasi kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Kerbangkitan Bangsa (PKB) dengan membawa durian. 

Sementara seperti diketahui, pada 2018, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin menegaskan bahwa dirinya merasa aneh karena kasus tersebut telah selesai pada 2012 lalu. Terlebih para saksi juga tidak ada yang menyebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi itu.

“Itu kasus sudah selesai, orang yang mentasnamakan saya sudah dibantah di pengadilan,” ujar Cak Imin di kediaman politikus senior Golkar Akbar Tandjung, kawasan Kebayoran, Jakarta.

Oleh sebab itu apabila kasus 2012 lalu kembali diungkit saat ini, Cak Imin menduga itu hanya untuk menyerangnya lewat kampanye hitam. Hal itu karena dirinya ingin maju di Pilpres 2019.

“Kalau hari ini muncul tidak lebih dari black campaign saja,” tegas Cak Imin.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Massa minta KPK tindaklanjuti dugaan ketidakprofesionalan Deputi Penindakan & Direktur Penyelidikan
Jumat, 27 Januari 2023 - 14:25 WIB

Massa minta KPK tindaklanjuti dugaan ketidakprofesionalan Deputi Penindakan & Direktur Penyelidikan

Elshinta.com, Aktivis Satgas Pemburu Koruptor (SPK) kembali menyambangi Gedung Dewas (Dewan Pengawas...
Harga beras naik lagi, emak-emak di Mataram minta Firli usut dugaan permainan mafia
Kamis, 26 Januari 2023 - 23:15 WIB

Harga beras naik lagi, emak-emak di Mataram minta Firli usut dugaan permainan mafia

Elshinta.com, Sejumlah `emak-emak` di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat mengungkapkan keresahan mere...
Tembok penahan tanah ambrol, satu rumah di Majalengka rusak parah
Rabu, 25 Januari 2023 - 19:35 WIB

Tembok penahan tanah ambrol, satu rumah di Majalengka rusak parah

Elshinta.com, Hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat menyebabkan satu r...
 Aksi cepat tanggap Satgas Yonif Mekanis 203/AK bantu pendeta yang sakit
Rabu, 25 Januari 2023 - 16:33 WIB

Aksi cepat tanggap Satgas Yonif Mekanis 203/AK bantu pendeta yang sakit

Elshinta.com, Aksi cepat tanggap dilakukan oleh Pos Pirime Satgas Yonif Mekanis 203/AK dalam memberi...
Siswi SMP ditemukan meninggal dunia di kebun kosong
Selasa, 24 Januari 2023 - 19:25 WIB

Siswi SMP ditemukan meninggal dunia di kebun kosong

Elshinta.com, Sesosok mayat perempuan muda ditemukan warga di kebun kosong di belakang sebuah tempat...
Gempa Cianjur magnitudo 4,3 dirasakan hingga Sukabumi
Selasa, 24 Januari 2023 - 06:11 WIB

Gempa Cianjur magnitudo 4,3 dirasakan hingga Sukabumi

Elshinta.com, Gempa dengan magnitudo (M)4,3 yang berpusat Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Selasa,...
Densus sita bom rakitan dari tersangka teroris ISIS di Yogyakarta
Senin, 23 Januari 2023 - 20:35 WIB

Densus sita bom rakitan dari tersangka teroris ISIS di Yogyakarta

Elshinta.com, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyita dua bom rakitan dari tersangk...
Megawati Soekarnoputri ulang tahun ke-76
Senin, 23 Januari 2023 - 17:11 WIB

Megawati Soekarnoputri ulang tahun ke-76

Elshinta.com, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berulang tahun ke-76 pada Seni...
Dampak kericuhan di Mapia, ratusan warga mengungsi ke Nabire
Senin, 23 Januari 2023 - 16:21 WIB

Dampak kericuhan di Mapia, ratusan warga mengungsi ke Nabire

Elshinta.com, Kapolres Dogiyai Kompol Samuel Tatiratu mengakui sebanyak 150 warga telah mengungsi ke...
Basarnas Sulsel cari korban tenggelam di Sungai Jeneberang
Minggu, 22 Januari 2023 - 22:34 WIB

Basarnas Sulsel cari korban tenggelam di Sungai Jeneberang

Elshinta.com, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulsel menurunkan tim SAR untuk me...

InfodariAnda (IdA)