Pengamat IPB University: Green industry cluster berperan penting dorong dekarbonisasi

Elshinta
Selasa, 22 November 2022 - 12:05 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Elshinta.Com
Pengamat IPB University: Green industry cluster berperan penting dorong dekarbonisasi
Ilustrasi Green Industry, Sumber foto: Istimewa/elshinta.com

Elshinta.com - Pengamat ekonomi lingkungan IPB University Aceng Hidayat menilai positif upaya Pertamina dalam pengembangan kawasan industri hijau atau green industry cluster. Menurut Aceng, kawasan industri hijau memiliki peran penting dalam mendorong dekarbonisasi.

“Itu bagus, karena kesadaran dari pihak industri untuk mengurangi high emison (tinggi karbon) dengan cara perbaikan proses sehingga menghasilkan rendah emisi (low emision) karbon. Kita sambut baik hal tersebut,” tegas Aceng kepada media hari ini, Selasa (22/11). 

Aceng menjelaskan, banyak faktor yang mempengaruhi emisi karbon pada kawasan industri.  Salah satu faktor adalah input. “Jika inputnya menggunakan bahan boros energi maka akan menghasilkan karbon yang tinggi. Begitu pula sebaliknya,” kata Aceng.

Faktor lain adalah proses. Jika prosesnya menggunakan teknologi ramah lingkungan, maka otomatis akan menghasilkan output yang juga ramah lingkungan dan rendah karbon. 

Aceng mencontohkan penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Menurut Aceng, pemakaian PLTS pada kawasan industri merupakan salah satu langkah untuk mengurangi karbon. “Karena input-nya yaitu tenaga surya, kemudian diproses dan simpan dalam suatu baterai lalu digunakan. Selain itu, prosesnya juga ramah lingkungan. Jadi penggunaan PLTS termasuk salah satu langkah pengurangan emisi karbon,” jelas Aceng.

Menurut Aceng, penggunaan PLTS berbeda dengan batubara, dimana input-nya memang mengandung karbon. Dalam hal ini, harus melalui proses penghilangan karbon sebanyak mungkin. “Jadi input-nya kotor, lalu melalui proses pembersihan, baru bisa menghasilkan energi bersih. Ini berbeda dengan matahari, yang inputnya sendiri sudah bersih lalu diproses dan bisa menghasilkan energi terbarukan (EBT),” terang Aceng.

Aceng menambahkan, bahwa pengurangan karbon bisa dengan reuse, reduce, recycle atau sirkular ekonomi. Baik secara mikro ataupun makro.  “Sehingga jika suatu industri tidak menerapkan sirkular ekonomi maka pemborosan yang akan terjadi,” tegas Aceng.

Pemborosan terjadi, menurut Aceng, karena faktor efisiensi. Jika tidak efisien, maka industri akan menghasilkan pemborosan atau banyak yang terbuang sia-sia. Padahal, jika tidak memanfaatkan yang tersisa maka tidak bisa memanfaatkan nilai ekonomi. “Sebab yang tersisa bukan berarti sia-sia. Boros adalah, ketika melihat sisa sebagai sampah. padahal tidak seperti itu,” kata Aceng.

“Sehingga intinya, yaitu meminimalisir pembuangan dan yang kedua yakni memanfaatkan sisa,” lanjutnya.

Pertamina sendiri, saat ini memang berperan dalam pengembangan kawasan industri hijau atau _green industry cluster. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Pertamina terhadap Peta Jalan Net Zero Emission (NZE) dalam mencapai target nol emisi karbon pada 2060.

Salah satunya, ketika Pertamina melalui Pertamina Power Indonesia bekerja sama dengan PT Jababeka Infrastruktur untuk pengembangan kawasan industri hijau Jababeka. Tahap awal yang dilakukan adalah melalui pemasangan panel untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. 

Kawasan Industri Jababeka adalah kompleks industri untuk manufaktur dan operasi lain. Di dalamnya terdapat lebih dari 2.000 perusahaan dari 30 negara. Klaster industri baru ini membawa pendekatan multi-pemangku kepentingan yang terkoordinasi untuk mencapai dekarbonisasi industri. Beberapa perusahaan yang berkolaborasi menciptakan klaster net zero pertama di Asia Tenggara tersebut, antara lain Hitachi, Unilever, dan L'Oréal. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
 Warga Desa Sugihmas lepas dari kesulitan air bersih
Sabtu, 28 Januari 2023 - 20:05 WIB

Warga Desa Sugihmas lepas dari kesulitan air bersih

Elshinta.com, Kini tak ada lagi masyarakat Desa Sugihmas, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa...
 1.500 pohon ditanam di area rawan longsor dan banjir bandang di Jateng
Sabtu, 28 Januari 2023 - 18:24 WIB

1.500 pohon ditanam di area rawan longsor dan banjir bandang di Jateng

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, melakukan penanaman pohon di lahan kritis yang be...
Bantul kembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis desa/kelurahan
Kamis, 26 Januari 2023 - 12:23 WIB

Bantul kembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis desa/kelurahan

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten Bantul di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berupaya mengembang...
 Ganjar optimalkan lahan tidur jadi lahan produktif untuk perkuat ketahanan pangan
Selasa, 24 Januari 2023 - 12:44 WIB

Ganjar optimalkan lahan tidur jadi lahan produktif untuk perkuat ketahanan pangan

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, bersama Kapolda Jayeng Irjen Pol Ahmad L...
DLH Bekasi angkut puluhan ton sampah di Sungai Cikarang Hilir
Senin, 16 Januari 2023 - 10:35 WIB

DLH Bekasi angkut puluhan ton sampah di Sungai Cikarang Hilir

Elshinta.com, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat kembali melakukan aksi bersi...
HBKB, Sudin Lingkungan Hidup Jakut pantau kualitas udara
Minggu, 15 Januari 2023 - 17:25 WIB

HBKB, Sudin Lingkungan Hidup Jakut pantau kualitas udara

Elshinta.com, Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Freeday di Jl Danau Sunter Slatan, Tj P...
 Atasi banjir dan longsor di Grobogan, Ganjar akan pulihkan lahan kritis dengan penanaman pohon
Jumat, 13 Januari 2023 - 22:05 WIB

Atasi banjir dan longsor di Grobogan, Ganjar akan pulihkan lahan kritis dengan penanaman pohon

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menggalakkan penanaman pohon di Pegunungan Kende...
Sahabat Ganjar bersih-bersih pantai dan lingkungan di Pekalongan, Demak hingga Rembang
Jumat, 13 Januari 2023 - 20:47 WIB

Sahabat Ganjar bersih-bersih pantai dan lingkungan di Pekalongan, Demak hingga Rembang

Elshinta.com, Sahabat Ganjar menggelar kegiatan menjalankan sunnah di hari baik, dengan melangsungk...
Minimalisir banjir, Sungai Wulan sepanjang 47 km bakal dinormalisasi
Kamis, 12 Januari 2023 - 18:10 WIB

Minimalisir banjir, Sungai Wulan sepanjang 47 km bakal dinormalisasi

Elshinta.com, Pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Wulan sepanjang 47 kilometer sebagai up...
Walhi pastikan kondisi Sungai Batanghari semakin tercemar
Senin, 09 Januari 2023 - 13:47 WIB

Walhi pastikan kondisi Sungai Batanghari semakin tercemar

Elshinta.com, Walhi Jambi memberikan catatan penting tentang kondisi Sungai Batanghari kepada pemer...

InfodariAnda (IdA)